news
LIGA CHAMPIONS
Lawan Salzburg, Kondisi Liverpool Kurang Ideal
10 December 2019 13:20 WIB
berita
Penyerang Liverpool Mohamed Salah diharapkan kembali tajam saat bertandang ke markas RB Salzburg pada pertandingan keenam Grup E Liga Champions, Selasa (10/12) malam.
WALS-SIEZENHEIM - Kondisi kurang kondusif mengiringi Liverpool FC untuk laga terakhir (keenam) Grup E Liga Champions. Selasa (10/12) malam, kampiun Liga Champions itu akan turun di markas FC RB Salzburg dengan status masih memimpin Grup E dengan 10 poin dari lima pertandingan.

Tetapi, bila kalah dari Salzburg dan pada waktu bersamaan SSC Napoli menang atas tamunya, KRC Genk, skuat pelatih Juergen Klopp itu harus turun kasta ke Liga Europa. Pasalnya, Napoli di peringkat kedua Grup E hanya terpaut satu poin dari Liverpool.  




Baca Juga :
- Liverpool Menuju Gelar Juara, Akhiri Penantian 30 Tahun
- Inilah Alasan Dortmund Menarik bagi Pemain Muda




Kemenangan di Red Bull Arena, dini hari WIB nanti, akan memastikan Liverpool lolos ke 16 besar sebagai juara grup. Jika imbang, mereka minimal akan menjadi runner-up.

Bagi tuan rumah, tiga poin mutlak harus direbut dari Liverpool jika ingin melaju ke babak knock-out. Apa pun hasil pertandingan lain. Mereka juga cukup menang dengan selisih satu gol (1-0, 2-1, atau 3-2) karena pada pertemuan pertama di Anfield, 2 Oktober lalu, Salzburg hanya kalah 3-4.


Baca Juga :
- Taklukkan Setan Merah, Begini Kata Jurgen Klopp
- Liverpool di Ambang Juara, 22 Pertandingan Tak Terkalahkan


Jadi, jika Salzburg menang dengan selisih satu gol dan tidak kemasukan lebih dari tiga, mereka akan menyingkirkan Liverpool dari Liga Champions. Jika itu terjadi, Salzburg untuk kali pertama dalam 25 tahun terakhir mampu ke 16 besar Liga Champions.

Performa The Reds di Liga Champions dengan kompetisi domestik memang kontras musim ini. Di Liga Primer, Liverpool berhasil memenangi 15 dari 16 pertandingan (lainnya imbang) dan nyaman memimpin klasemen, unggul delapan poin dari Leicester City di peringkat kedua. Tetapi, Klopp tidak bisa mengistirahatkan pemain selama mungkin karena jadwal sangat padat dan dekat sepanjang Desember.

Klopp memang harus membagi fokus antara memburu gelar liga domestik Inggris yang terakhir mereka rebut pada 1989/90, dengan mempertahankan gelar Liga Champions. Demi menjaga kondisi pemain, sejumlah bintang pun diistirahatkan atau tidak bermain penuh dalam beberapa pertandingan terakhir.

Mohamed Salah tidak dimainkan saat Liverpool di dua laga terakhir Liga Primer, saat menghantam Everton FC (5-2) dan AFC Bournemouth (3-0). Dua bek sayap yang menjadi andalan serangan, Andy Robertson dan Trent Alexander-Arnold juga tidak bermain penuh dalam dua laga tersebut.

Namun, masalah Klopp tidak sampai di situ. Melawan Salzburg, ia praktis tinggal memiliki Virgil Van Dijk dan Joe Gomez sebagai bek tengah. Dejan Lovren terlihat pincang saat digantikan jelang akhir babak pertama melawan Bournemouth, Sabtu (7/12) lalu. Karenanya, ia diragukan bisa menjadi starter saat melawan Salzburg nanti.

Cedera juga menyebabkan gelandang tengah Fabinho dan pemain serba bisa Joel Matip harus menepi. Adanya celah di lini tengah plus cederanya sejumlah bek inilah yang membuat pertahanan The Reds rapuh musim ini.

Kemenangan atas Bournemouth lalu menjadi clean sheet pertama Liverpool dalam 14 laga terakhir semua kompetisi. “Clean sheet akan sangat kami butuhkan pada pertandingan berikutnya di kandang Salzburg,” ucap Klopp.

Salzburg mampu mencetak 87 gol dalam 24 pertandingan semua kompetisi musim ini. Mereka memenangi sembilan dari 11 pertandingan kandang (lainnya, sekali imbang dan kalah) terakhir semua kompetisi. Dalam rentang waktu tersebut, Salzburg mampu mencetak 48 gol (4,3 per laga) dan kemasukan 15 (1,36/laga).

Dari 87 gol Salzburg musim ini, 28 di antaranya dibuat Erling Braut Haaland hanya dalam 21 pertandingan. Di Liga Champions, striker Norwegia, 19 tahun, itu sudah mencetak delapan gol untuk berada di peringkat kedua daftar top scorer sementara. Ia hanya kalah dari striker FC Bayern Muenchen, Robert Lewandowski (10 gol).

Saat duel di Anfield, Haaland hanya masuk dari bangku cadangan. Namun, ia masih mampu mencetak satu gol. Karenanya, Haaland sangat termotivasi untuk kembali mencetak gol sekaligus membalas kekalahan timnya dari Liverpool, saat turun malam nanti.

“Haaland bukan satu-satunya ancaman buat kami. Tetapi, ia memang yang paling berbahaya di antara para pemain Salzburg,” tutur Klopp.***TRI CAHYO NUGROHO DARI BERBAGAI SUMBER      

 

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news