news
UMUM
Layakkah Indra Sjafri Melatih Timnas Senior? Berikut Tanggapan Pelatih dan Pengamat Sepak Bola Nasional
09 December 2019 11:21 WIB
berita
JAKARTA - “Paling PSSI drama lagi. Usai ketemu Shin Taeyong dan Luis Milla, hingga mengontak Ruud Gullit, ujung-ujungnya pelatih lokal juga yang dipilih.” Kelakar salah satu netizen di negara +62 ini tampaknya bisa saja menjadi kenyataan.

Hal ini menyusul keberanian pelatih timnas U-22 Indra Sjafri mengampanyekan dirinya untuk maju menjadi pelatih timnas senior. Seperti diketahui, namanya kini tengah bersinar setelah sukses mengantarkan timnas Indonesia U-22 melaju final SEA Games 2019 di Filipina.




Baca Juga :
- Masih Banyak PR yang Harus Dibenahi Timnas U-19 Kata Shin Tae Yong
- Catat! Liga 1 Kembali Bergulir Akhir Februari!




 “Tulis di semua media Indonesia Indra Sjafri adalah pelatih yang mempunyai proses yang baik dan sekarang siap jika ditunjuk untuk menjadi pelatih timnas Indonesia (senior),” ujar Indra Sjafri (IS) setelah memenangkan laga semifinal melawan Myanmar, Sabtu (7/12) lalu.

Harus diakui permainan tim Garuda Muda pada SEA Games 2019 sangat baik. Tak hanya kuat dalam penguasaan bola, namun Osvaldo Haay dan kawan-kawan juga tampil tajam selama kejuaraan. Hal ini sekaligus menjadi jawaban IS akan kritikan yang ditujukan kepadanya.


Baca Juga :
- FIFA Tolak Permohonan PSSI Terkait Perubahan Jadwal Piala Dunia U-20 2021
- Timnas U-19 TC di Thailand 12 Hari


Dengan memainkan strategi possesion ball dengan passing progresif dan deep deffending lalu counter attack nyatanya menjadi senjata jitu IS dalam menumbangkan lawan-lawan Indonesia hingga ke final.

Dengan kekompakan dan chemistry yang telah terbangun di timnas U-22 ditambah beberapa pemain senior terbaik, setidaknya bisa menjadi modal kuat Indonesia untuk menyelesaikan laga sisa Pra-Piala Dunia (PPA) 2022 dan bersaing pada Piala AFF 2020 mendatang. 

Kelayakan IS untuk melatih timnas Indonesia ke depan juga diakui salah satu pelatih lokal, Iwan Setiawan. Menurut Iwan, kualitas IS dalam melatih saat ini sangat baik dan cocok dengan karakter pemain-pemain Indonesia. “Indra mempunyai konsep taktikal di mana lebih banyak bermain compact defend dan counter attack,” ujar mantan pelatih Persija musim 2011 itu.

Karena itu, pelatih berlisensi A AFC itu melihat IS perlu dicoba dan dipercaya menangani timnas. “Apalagi, jika pelatih asing kerap terkendala pada adaptasi. Terlebih isu terakhir Ruud Gullit menjadi incaran juga bagi PSSI,” ucap Iwan.

“Saya rasa ini sebuah kesalahan karena permainan Ruud Gullit tentu menjurus kepada permainan mereka di Belanda yaitu total football. Saya berbicara ini karena saya sempat juga menimba ilmu di sana yang artinya fokus pada serangan dan saya rasa ini sangat tidak cocok jika diterapkan oleh pemain timnas kita,” ujar jebolan kursus kepelatihan KNVB di tahun 1998 itu.

Salah satu pengamat sepak bola, Supriyono Prima juga setuju jika IS ditunjuk menjadi pelatih timnas. Supriyono mengaku ini saatnya timnas percaya dengan pelatih lokal dan tentunya melihat pengalaman dan perjalanan pelatih tersebut.

“Tidak ada salahnya kami memberi kesempatan kepada pelatih-pelatih lokal yang memang bisa dikatakan untuk saat ini sudah layak melatih timnas. Indra Sjafri salah satunya dengan proses yang dilaluinya dari level U-16, U-19, dan U-23 kini saya rasa melihat performanya bersama tim dia cukup layak. Ditambah di belakangnya ada beberapa asisten pelatih mantan pemain timnas yang tentunya cukup membantu dengan pengalaman mereka,” kata Supriyono.

Sedangkan, salah satu Exco PSSI, Yunus Nusi mengaku tidak ingin terlalu cepat menanggapi pernyataan IS yang siap naik pangkat. Menurutnya IS harus bisa terlebih dahulu untuk menyelesaikan laga final SEA Games, Selasa (10/12) nanti dengan baik. “Soal pelatih timnas ini lagi sensitif sekali. Kita lihat saja dulu hasil final nanti seperti apa,” ucap Yunus. ***NIZAR GALANG GANDHIMAR

 

 

loading...
R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news