news
INFOGRAFIS
Aldila Akhiri Paceklik Emas Tunggal Putri
07 December 2019 16:36 WIB
berita
MANILA – Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) mendekati target
SEA Games XXX/2019, menyusul kesuksesan Aldila Sutjiadi mengalahkan Nguyen Savanna Ly di Rizal Memorial Tennis Centre, Manila, Jumat (6/12). Bahkan, organisasi pimpinan Rildo Ananda Anwar itu berpotensi menambah dua emas.

Aldila yang diandalkan menyumbang emas, berhasil menuntaskan dengan mengandaskan
wakil Vietnam, 6-0, 7-5. Peluang untuknya kembali menjajak podium tertinggi juga terbuka
di nomor ganda campuran. Hari ini, Aldila yang berduet dengan Christopher Rungkat bakal
melawan Sanchai Ratiwatana/Tamarine Tanasugarn.




Baca Juga :
- Pasangan Gado-gado Indonesia-Hong Kong ke Perempat Final Kentucky Open
- Djokovic Terancam Didenda Juara Australia Terbuka




Begitu pula di sektor ganda putri, di mana Indonesia meloloskan Jessy Rompies/Beatrice
Gumulya ke final, Sabtu (7/12). Pada laga ini, mereka akan bertemu dengan Peangtarn
Plipuech/Tamarine. Pelatih timnas putri, Deddy Tedjamukti, optimistis anak didiknya bisa
mengonversi peluang demi peluang yang tersedia.

Jika dibandingkan dengan lawan masing-masing, Indonesia lebih unggul hingga peluang
menang sangat terbuka. Hal disampaikannya kepada TopSkor usai keberhasilan Aldila
memenangi final tunggal putri. Namun, Deddy mengingatkan mereka untuk waspada
karena para pemain Thailand tidak mudah dikalahkan.


Baca Juga :
- Sofia Kanin Raup Rp 41 Miliar, Juara Australia Terbuka Itu Ternyata Anak Sopir Taksi
- Lampu Padam, Thiem Benamkan Langkah Alexander Zverev


“Misalnya dari segi usia, Tamarine kini 42 tahun dan akan bermain dua kali di final (hari
ini). Secara fisik, tidak bisa dimungkiri, pemain Indonesia lebih diuntungkan. Tinggal
bagaimana kesiapan mental Jessy/Bea dan Christo/Aldila. Tapi saya rasa, mereka bisa
mengatasi pertandingan besok (hari ini),” ujar Deddy.

Apalagi, masih menurutnya, bermain secara individu dan tim, sangat berbeda. Untuk itu,
Christo dan kawan-kawan harus bisa menjaga mental dan bermain lepas. Dari dua nomor
yang melaju ke final, Deddy menyebut ganda campuran memiliki peluang lebih besar
karena Christo/Aldila menempati unggulan teratas.

“Christo/Aldila tentu memiliki strategi. Selain itu, kami juga sudah tahu kelebihan dan
kelemahan lawan. Intinya, jangan sampai tegang apalagi sudah bermain baik sejauh ini.
Mereka bisa mengatasi lawan terberat dari Filipina di babak awal. Jadi, seharusnya di final
ini Chirsto/Aldila akan lebih mudah,” Deddy menuturkan.

Lawan sulit yang dimaksud Deddy adalah Denise Dy/Treat Huey pada babak delapan besar. Christo/Aldila harus berjuang keras untuk melaju ke semifinal dan menaklukkan wakil tuan rumah dengan skor 6-7(2), 6-3, (13-11). Setelah itu, mereka menang mudah atas Sonchat Ratiwatana/Patcharin Cheapchandej, 6-2, 6-3.

Aldila mengaku tak sabar melakoni final dengan Christo, duetnya saat meraih emas Asian
Games XVIII/2018. “Untuk pertandingan selanjutnya, kami harus lebih agresif karena lawan sangat berpengalaman (Tamarine pernah mencicipi kompetisi dunia). Harus harus
bisa bermain lebih taktis,” ujar petenis 24 tahun itu.

Sedangkan untuk Jessy/Bea, sepanjang tampil di SEA Games 2019, belum pernah
kehilangan set. Kemarin, pasangan ini menekuk wakil Thailand, Patcharin Cheapchandej/Luksika Kumkhum, 6-4, 7-6. Deddy pun berharap Jessy/Bea mampu
melanjutkan tren positif tersebut hari ini.

“Memang, ganda putri terkadang sulit diprediksi. Tapi, Bea/Jessy harus bisa mengatasi
permainan Peangtarn kalau ingin menguasai pertandingan karena ia pemain tangguh.
Kalau untuk Tamarine, secara fisik sudah tak sehebat dulu. Saya berharap dua emas akan
bisa diraih Indonesia pada SEA Games ini,” kata Deddy.

Akhiri Paceklik
Keberhasilan yang diraih Aldila sekaligus mengakhiri paceklik Indonesia di nomor tunggal
putri ajang ini. Adapun pemain terakhir yang berhasil meraihnya adalah Ayu Fani
Damayanti di SEA Games XXVI/2011 Jakarta-Palembang, melalui Ayu Fani Damayanti.

“Sejak awal, saya memang diharapkan bisa emas dan sekarang bisa terwujud. Pada set
pertama, saya main lepas jadi menang mudah. Tapi, pada set kedua, lawan memberikan
perlawanan. Semoga selanjutnya bisa kembali meraih hasil terbaik,” ujar Aldila.***

loading...
T
Penulis
TSM
news
news