news
LIGA ITALIA
Duel Dua Sahabat
06 December 2019 10:55 WIB
berita
Chris Smalling (kiri) dan Romelu Lukaku ketika masih bersama di Manchester United.-Topskor.id/istimewa-
MILAN – Dari Manchester menuju Milan, sepasang sahabat bertemu kembali di lapangan. Namun, kali ini ada aroma persaingan yang mewarnai. Di Stadion San Siro, Jumat (6/12) atau Sabtu dini hari WIB, Romelu Lukaku bertekad melanjutkan ketajaman bersama FC Internazionale. Namun, upayanya bakal mendapat tantangan keras dari Chris Smalling di jantung pertahanan AS Roma.

Perjalanan nasib telah membawa keduanya ke titik ini. Lukaku dan Smalling pernah bahu-membahu dalam 73 pertandingan selama dua musim di Old Trafford, sebelum menemukan diri di bangku cadangan Manchester United FC (MUFC) pada sesi pramusim lalu. Sadar tak masuk dalam rencana pelatih Ole Gunnar Solksjaer, mereka mulai mengharapkan kabar baik dari mercato untuk memulihkan karier.




Baca Juga :
- Ancaman dari Sayap Kiri Milan
- Lini Tengah I Nerazzurri Lebih Garang daripada Juve




Lukaku lebih dulu mendapat kebebasan, dipinang Inter dengan 75 juta euro. Sementara Smalling harus menanti hingga akhir Agustus sebelum bergabung dengan Roma sebagai pinjaman. Namun, pengorbanan tersebut tidak sia-sia. Kedua pemain langsung menggebrak Seri A lewat serangkaian performa impresif, tumbuh jadi idola instan bagi tifosi masing-masing.

Bersama I Nerazzurri, Lukaku mengalami transformasi luar biasa. Dia mendapat penanganan khusus soal nutrisi, juga menjalani program latihan yang intens dan disiplin. Kini, striker asal Belgia itu tampak jauh lebih fit dibanding musim panas lalu, bisa menggabungkan kecepatan dan kekuatan fisik. Lihat saja bagaimana duetnya bersama Lautaro Martinez: Lukaku tak cuma piawai menyerang, tapi juga membuka ruang bagi rekan setim.


Baca Juga :
- Ini Periode Mematikan Lazio
- Dengan Mesin Diesel Ini, Napoli Siap Tenggelamkan Torino


Di bawah asuhan Antonio Conte, Lukaku menjelma jadi mesin gol lengkap. Dia bisa melakukan semua dari duel, umpan, berlari, dan menembak. Hasilnya, sudah ada 11 gol yang tercipta di semua kompetisi musim ini, lahir dari 21 tembakan ke gawang saja. Konversi golnya lebih dari 50 persen, ditambah 20 peluang tercipta. Jika lini depan Inter jadi sangat menakutkan, salah satunya penyebabnya jelas adalah Lukaku.

“Pindah ke Inter merupakan keputusan yang tepat. Saya bisa lihat dia lebih rileks saat ini,” ujar pelatih tim nasional Belgia Roberto Martinez. “Dalam beberapa bulan terakhir di Old Trafford, dia tampak tertekan. Tapi sekarang, dia sangat bahagia. Lukaku menjadi pemeran utama, didampingi pelatih yang memberi kepercayaan penuh.”

Tantangan Smalling

Ketajaman Lukaku akan mendapat tantangan terberat dari Smalling, bek yang sudah memahami karakter sahabatnya tersebut selama bertahun-tahun. Ditambah lagi, Smalling merupakan pemain bertahan yang sangat berpengalaman. Sejak bergabung dengan I Giallorossi, dia tak cuma membuat tifosi lupa akan kepergian Kostas Manolas, tapi juga menyuntikkan keseimbangan dan kepemimpinan.

Sebagai contohnya, pada periode Oktober-November lalu. Dalam 8 pertandingan yang dilakoni Roma di Seri A, gawang mereka cuma jebol 6 kali—pertahanan terbaik di kasta elite Italia. Semua berkat ketenangan Smalling dalam mengorganisasi lini belakang. Kualitas tersebut juga ditambah karisma sebagai pemimpin. Chris tak sungkan mengoreksi kesalahan rekannya, meskipun termasuk wajah baru di Olimpico. Ketegasan yang membuatnya beberapa kali jadi kapten menggantikan Edin Dzeko.

“Inter akan jadi lawan yang menyulitkan. Bersama Conte, mereka punya dinamisme permainan yang unik. Namun, kami akan berusaha memberikan yang maksimal,” ujar pelatih Paulo Fonseca. “Ada beberapa pemain yang akan absen, tapi kami masih punya pilar macam Smalling, Mkhitaryan, dan mungkin Dzeko. Siapapun yang tampil, ini adalah kesempatan bagus untuk menguji kekuatan kami menghadapi tim terbaik di Seri A.”*** Dari berbagai sumber

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news