news
SEA GAMES 2019
Wasiat Papa untuk Edgar: Jangan Pernah Berhenti Wushu!
03 December 2019 17:46 WIB
berita
Edgar Xavier Marvelo tak kuasa menahan tangis saat berada di podium SEA Games 2019 (Foto: Topskor.id / Muhammad Pratama Supriyadillah)
MANILA - Edgar Xavier Marvelo sukses menyumbang medali emas untuk kontingen Indonesia. Tentu kisah suksesnya akan melambung tinggi dan akan terus dikenang dalam sejarah olahraga Indonesia. Namun, ada kisah pilu di balik kesuksesan atlet wushu berusia 21 tahun ini.

Edgar akhirnya berhasil menyumbang medali emas untuk Kontingen Indonesia. Pada Rabu (3/12), juara dunia wushu tersebut menyabet 2 emas dari nomor Taolu Daoshu / Gunshu Combine dan nomor beregu, Taolu Duilian.




Baca Juga :
- Indonesia Paceklik Emas 28 Tahun, Vietnam Lebih Parah, 60 Tahun!
- Pelatih Timnas U-22 Vietnam Tidak Mau Komentar Soal Indra Sjafri




Ini menjadi raihan emas yang memang sudah ditunggu-tunggu penggemar wushu Indonesia dan penggemar olahraga Tanah Air pada umumnya, mengingat status Edgar sebagai juara dunia wushu. Namun, di balik itu semua, Edgar diselimuti perasaan sedih.

Tepat pada Selasa (3/12) tengah malam, pukul 01.00 WIB, ayah dari Edgar, Lo Tjhiang Meng, meninggal dunia. Hal ini tentu memberatkan, mengingat Edgar harus bertanding di pagi hari.


Baca Juga :
- Bentrok di Final, Begini Komentar Pelatih Timnas U-22 Vietnam Soal Indonesia
- Final SEA Games 2019, Timnas U-22 Indonesia Berhak Kostum Merah, Vietnam Putih


Menurut pengakuan pelatih kepala Tim Wushu Indonesia, Novita, sang ayah sebenarnya sudah masuk ruang ICU sejak hari Jumat. Namun, ayahanda tidak ingin mengganggu fokus Edgar di SEA Games. Pihak keluarga pun menghubungi tim pelatih, dan menjelaskan jangan sampai kondisi sang ayah diketahui oleh Edgar.

"Tadi malam itu kami ditelpon oleh pihak keluarga bahwa papanya kritis dan papanya minta tidak diinfokan ke Edgar, jadi kami tahan," ucap coach Novi.

Tapi sekitar setengah jam setelah sang ayah berpulang, ibu dari Edgar, Maria Caecilia Nureka, kembali menelpon tim pelatih. "Jam 01.34 kami ditelpon lagi oleh mama dan kokonya kalau pihak keluarga mau bicara dengan Edgar."

Novi bercerita bahwa Edgar amat sangat tegar saat mendengar kabar ayahnya. Edgar hanya terdiam usai ditelpon oleh sang ibu. Tak lama, peraih medali perak di Asian Games 2018 ini menyatakan siap untuk tampil di cabor Wushu hari ini dan kembali istirahat.

Edgar pun menunjukkan profesionalitasnya sebagai atlet. Atas hasil ketegaran hatinya, dirinya pun sukses meraih 2 emas, di nomor Taolu Daoshu / Gunshu Combine dan nomor beregu, Taolu Duilian. Di nomor beregu Taolu Duilian, Edgar meraih medali bersama Harris Horatius dan Naro Sarif Siregar.

"Senang dan bangga bisa mempersembahkan emas untuk Indonesia. Sekaligus, medali ini aku dedikasikan buat papa juga," ungkap Edgar yang tak kuasa menahan tangis.

Edgar pun mengatakan bahwa ayahnya pernah berpesan untuk tidak menyerah dan mengakhiri karir di wushu. Itulah wasiat terakhir dari sang ayah.

"Saat aku di Kejuaraan Dunia kemarin di Shanghai, papa juga sempat kritis. Di situ papa sudah berpesan, apapun yang terjadi sama papa, aku tidak boleh berhenti wushu."

"Aku harus lanjutkan wushu. Aku harus mengikuti semua pertandingan yang ada. Dan ini adalah janji aku. Hari ini aku cuma menjalankan janji aku ke papa."

Edgar masih berusia 21 tahun, prestasi tentu akan banyak berdatangan seiring bertambahnya usia. Semoga Edgar selalu bisa memenuhi janjinya kepada sang ayah. Tetap semangat Edgar, jangan pernah berhenti berprestasi! ***

loading...
M
Penulis
Muhammad Pratama Supriyadillah
news
news