news
INFOGRAFIS
Tiket Semifinal Hanya Lewat Menang Besar
03 December 2019 12:50 WIB
berita
MANILA – Timnas Indonesia U-23 dihadapkan kepada situasi yang tidak biasa: mencetak banyak gol dalam sebuah pertandingan. Kali terakhir Garuda Muda pesta gol terjadi ketika mengalahkan Thailand, 5-0, dalam ajang Piala Merlion, Juni lalu. Perlu mundur ke 2018 untuk menemukan kembali menang dengan pesta gol, tepatnya dalam fase grup Asian Games 2018, saat mengalahkan Taiwan, dengan empat gol tanpa balas.

Kini, di SEA Games 2019, pasukan Indra Sjafri dituntut untuk menang dengan menorehkan banyak gol ketika menghadapi Brunei dalam lanjutan penyisihan Grup B, Selasa (3/12), di Stadion Binan. Peluang Garuda Muda meraih tiga poin dalam pertandingan nanti di atas kertas memang sangat besar. Tapi, mampukah Saddil Ramdani dan kawan-kawan menang dengan menorehkan banyak gol?




Baca Juga :
- Pelatih Timnas U-22 Vietnam Tidak Mau Komentar Soal Indra Sjafri
- Bentrok di Final, Begini Komentar Pelatih Timnas U-22 Vietnam Soal Indonesia




Tabuan Muda—julukan timnas Brunei U-23—memang tim yang selalu menjadi lumbung gol. Dalam tiga laga SEA Games 2019 ini, Brunei selalu kalah dengan cara yang telak. Pada pertandingan pertama digulung Vietnam dengan enam gol tanpa balas. Lalu di laga kedua menghadapi Thailand, mereka kembali kalah telak, 0-7. Dan, Minggu (1/12) lalu, Brunei dicukur 0-3 oleh Laos. Total, mereka kemasukan 16 gol dan tanpa mampu mencetak satu gol pun.

Brunei merupakan tim dengan pertahanan paling buruk dari semua kontestan di SEA Games 2019 ini, setelah Timor Leste yang kemasukan 12 gol. Karena itulah, faktor tersebut menjadi peluang bagi Garuda Muda untuk memaksimalkan pertandingan ini. Membombardir gawang Brunei memang menjadi misi bagi Indonesia U-23 jika ingin menjaga peluang lolos ke semifinal SEA Games 2019.


Baca Juga :
- Final SEA Games 2019, Timnas U-22 Indonesia Berhak Kostum Merah, Vietnam Putih
- Jadwal Final Sepak Bola SEA Games 2019 Timnas U-22 Indonesia Vs Vietnam


Egy dan Saddil diharapkan dapat memberikan tekanan lebih keras dan intens lagi dalam pertandingan nanti. Faktanya, serangan timnas Indonesia memang kerap muncul dari kedua pemain ini, khususnya umpan-umpan silang yang selalu dilepaskan Saddil di sayap kiri. Barisan gelandang di lapangan tengah timnas Indonesia juga harus lebih sering melakukan tembakan-tembakan jarak jauh. Faktanya, dari 16 gol yang bersarang ke gawang Brunei, delapan gol di antaranya terjadi karena aksi-aksi dari tembakan jarak jauh.

Agresivitas Osvaldo Haay di lini depan juga akan menjadi kunci bagi timnas Indonesia untuk meraih kemenangan besar. Kemungkinan besar, Indra akan menempatkan Osvaldo sebagai starter dalam pertandingan ini. Osvaldo total telah menorehkan dua gol sepanjang SEA Games 2019 ini.

Jika melihat statistik masa lalu dari head to head, Indonesia U-23 memang punya rapor meyakinkan seperti pernah menggulung Brunei dengan sembilan gol tanpa balas pada 2001. Meski demikian, dalam dua laga terakhir lawan Brunei, termasuk pada kualifikasi Piala Asia U-23, Maret lalu, Indonesia hanya mampu menorehkan dua gol (menang 2-1). Ketika itu, pelatih Brunei Aminuddin Jumat, bahkan sempat menyatakan “Kami selevel dengan Indonesia”.

Setidaknya, bakal ada faktor gengsi dari Brunei dalam pertandingan nanti. Mereka boleh jadi kalah telak dari Vietnam, Thailand, atau Laos di SEA Games 2019 ini, tapi tampaknya Aminuddin Jumat akan menjadikan laga ini pertandingan yang sulit untuk Garuda Muda. Peluang Brunei membuat kejutan, selalu ada meski boleh jadi sangat minim. Situasi ini yang harus diantisipasi pelatih timnas Indonesia, Indra Sjafri.

Brunei memang lawan yang boleh jadi mudah di atas kertas, tapi Garuda Muda tetap harus waspada karena pertandingan ini akan menentukan hidup-mati peluang Garuda Muda di SEA Games 2019. Kekalahan dari Vietnam, Minggu (1/12) lalu memang membuat situasi timnas semakin sulit. Tapi, bukan berarti peluang sudah tertutup. Indonesia bisa ke semifinal tapi memang dengan sejumlah catatan.

Apalagi, Vietnam dan Thailand pun memiliki misi yang sama. Dan, mereka akan memanfaatkan laga keempat fase grup ini dengan kembali menorehkan kemenangan dengan banyak gol. Thailand yang memiliki poin sama dengan Indonesia (enam poin), akan menghadapi Laos, hari ini. Sedangkan di laga terakhir, Thailand justru menghadapi Vietnam. Pertandingan head to head dua tim itulah yang kemungkinan besar akan menjadi tiket lain bagi Indonesia untuk lolos.

Tapi, tentu, mereka harus lebih dulu melewati Brunei, plus dengan kemenangan besar. Selanjutnya, Indonesia akan menghadapi Laos dalam laga terakhir. Artinya, jika mampu meraih kemenangan dengan skor meyakinkan di dua laga tersebut, posisi Indonesia akan lebih baik karena akan menanti kemungkinan Vietnam dan Thailand untuk saling mengalahkan di laga nanti. Kemungkinan yang terbaik adalah, Vietnam mengalahkan Thailand di laga terakhir.***

loading...
T
Penulis
TSM
news
news