news
UMUM
Juara Kategori Super Muda Turnamen KIFC, Saatnya TopSkor Indonesia Memburu Gelar Internasional
03 December 2019 14:55 WIB
berita
Aksi pemain TopSkor Indonesia (kostum merah) saat menghadapi Akademi Persib, Senin (2/12)/Foto:TopSkor/Dani Wihara
BANDUNG – Topskor Indonesia (TSI) kembali mengoleksi gelar juara. Tampil dalam turnamen Kementrian International Football Championship (KIFC) 2019, TSI menahbiskan diri sebagai jawara kategori Super Muda, setelah menaklukkan Akademi Persib dengan skor 2-0, di Lapangan Progresif, Bandung, Senin (2/12).

Kemenangan tim asuhan Deris Herdiansyah ini ditentukan lewat lesakkan gol Ezra Bristha Bathara Siahaan pada menit ke- 24 dan tendangan penalti Nadhif Girasta Kosasih. Kemenangan ini jadi modal untuk menghadapi Penang School Football Malaysia, dalam babak semifinal KIFC kategori internasional, Selasa (3/12).




Baca Juga :
- Paripurna..! TopSkor Indonesia U-16 Kawinkan Gelar Juara
- TopSkor U-16 Indonesia dan SBAI Mencari Juara Sejati




“Kami menang pengalaman dari Akademi Persib. Jadi, anak-anak sangat enjoy bermain. Apalagi mereka sudah dapatin ritme bermain, setelah selama babak penyisihan kami masih cari bentuk permainan terbaik, lewat bongkar pasang yang kami lakukan," kata Deris, mengomentari sukses timnya.

Pada awal turnamen, TSI memang sempat kesulitan, utamanya terkait konsentrasi dan stamina. Namun, mulai pertandingan ketiga, performa pemain meningkat. Total, dari enam laga, empat kemenangan diraih dan dua lainnya imbang. Sepak bola menyerang khas Filanesia menjadi ciri permainan TSI.


Baca Juga :
- TopSkor Indonesia Bertekad Sandingkan Gelar Juara Super Muda dan KIFC
- Lawan Tim Malaysia, TS Indonesia U-16 Bakal Habis-habisan


Bahkan, stamina pemain meningkat pesat. Tampil dalam lapangan yang berat karena hujan berat, determinasi yang dibangun tidak mengendur. Benteng pertahanan pun tampil solid, sehingga beragam pola dan usaha Maung Ngora, julukan Akademi Persib, tak mampu menembus.

“Selain terbiasa main dalam laga final, saya juga benar-benar menservis anak-anak untuk tampil bugar dalam kondisi kelelahan yang luar biasa. Setiap usai bertanding, pemain harus berendam di air dingin. Butuh 20 balok es batu tiap harinya untuk kegiatan tersebut,” Deris bercerita.

Asupan gizi pemain pun mendapatkan perhatian serius. “Kalau malam hari, pemain juga mendapat asupan istimewa untuk membantu kebugarannya. Saya berikan ikan bakar atau semua menu bakar-bakaran. Untuk juara, perlakuan pada pemain harus istimewa," sambung pria berperawakan subur itu.

Fisik Terkuras

Sedangkan Akademi Persib sesungguhnya bukan tampil tanpa perlawanan. Tim asuhan Imam Nurjaman ini lihai memainkan tempo dan membalas gempuran TSI dengan serangan balik, yang sejatinya beberapa kali membahayakan. Sayangnya, kondisi fisik pemain kurang mendukung laga dengan intensitas tinggi.

“Siapa sih yang tidak ingin juara? Apalagi ini turnamen yang cukup bergengsi. Lawannya pun TopSkor Indonesia yang banyak meraih sukses di tahun ini. Tapi di lapangan, fisik dan stamina pemain tidak mendukung. Ngedrop sekali hingga 50 persen karena tidak ada jeda pertandingan,” ucap Imam.

Bahkan, untuk laga semifinal kategori internasional melawan SBAI Calsi All Star, Selasa (3/12), Imam tidak berani menjanjikan sesuatu yang hebat. Pasalnya, bukan pekerjaan mudah menaikkan fisik pemainnya. “Semifinal harus lihat kondisi terakhir anak-anak. Mudah-mudahan bisa cepat bugar fisiknya," katanya.*Dani Wihara

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news