news
LIGA 1
Hadapi Persela Jadi Pertaruhan Nama Besar Persib
03 December 2019 13:15 WIB
berita
Pelatih Persib Robert Rene Alberts/Foto: Ady Sesotya
BANDUNG – Persib Bandung tidak pernah patah semangat mengarungi kompetisi Liga 1 2019. Hasrat nembus lima besar pun masih menyala. Spirit sang Maung Bandung tidak pernah padam. Meski dan semua pesaingnya memberi perlawanan keras semua pertandingan.

"Kami kemarin tidak kalah dari Bali United. Kami hanya dikalahkan oleh wasit yang memimpin pertandingan. Semua orang bisa menilai bagaimana kinerja wasit saat itu," kata manajer Persib Umuh Muchtar.




Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga 1 2019, Sabtu Malam
- Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Sabtu 7 Desember




Gara-gara itu pula, Maung Bandung gagal ke lima besar. Posisinya pun tergerus oleh tim lain yang mendapat nilai positif. Karena itu, Umuh meminta Nick Kuipers dan kawan-kawan bangkit. Kembali ke trek sebenarnya dan  menghamparkan sepak bola ptestasi yang jadi napas Maung Bandung.

Menjamu Persela Lamongan, Selasa (3/12) euforia kemenangan harus kembali tersulut. "Tamu yang datang ke Bandung harus dikalahkan. Lazimnya, main di kandang sendiri wajib menang. Bahkan semua laga tersisa harus bisa dimenangkan untuk bisa mencapai target lima besar musim ini. Saya optimis kita bisa meraihnya," bilang Umuh.


Baca Juga :
- Menjamu PSM, Persela Bertekad Lanjutkan Tren Positif
- Begini Cara Persib Menyiasati Jadwal Padat dalam Empat Laga Terakhir


Usai takluk dari Serdadu Tridatu, Maung Bandung harus kembali mengaum. Mencecar lawannya, sekaligus memberi kabar duka bagi pesaingnya. Kembali ke jalur kemenangan, menguak kembali celah menuju posisi lima besar, adalah pekerjaan rumah yang harus dituntaskan segera mungkin. Untuk menegaskan Pangeran Biru tim besar di kompetisi level atas Indonesia.

"Tidak ada yang mudah jelang kompetisi usai. Semua tim di setiap grup (papan tengah/bawah/ atas) memiliki jarak yang ketat satu sama lain. Bahkan Persela (Lamongan) yang menjadi lawan kita mendapat hasil yang bagus saat tandang ke markasnya Borneo.  Hasil tersebut membuat mereka ingin mendapat hasil yang bagus di Bandung," kata pelarih Robert Rene Alberts.

"Tapi juga termotivasi menang di kandang. Tambahan tiga angka membuka peluang kami memperbaiki posisi papan klasemen sementara. Bisa menang, posisi naik lagi. Memang dari Persela kita bisa bayar kekalahan laga sebelumnya. Saya yakin kita bisa mendapat hasil yang bagus," ujar pelatih  Persib itu.

Harapan serupa berpendar di luar tim. Kencang disuarakan legenda Persib. Mereka berharap, kapal Persib kembali melaju dengan tenang menuju lima besar. Pasalnya tongkrongan Persib masih sangar. Bolak-balik pemain utama absen, tidak mengubah style dan soliditas timnya.

"Kekalahan dari Bali United, cuma guncangan sesaat. Tidak membuat Persib kehilangan arah.  Buktinya, dari sisi permaiman, Persib tidak kalah.. Tinggal bagaimana mengkonversi momentum jadi kemenangan untuk mendongkrak tim ke kelompok the big five," bek sayap Persib era 2000-an Gilang Angga bertutur kepada TopSkor.

Melihat tren bermain Persib, yang graviknya terus meningkat, banyak yang percaya, kemenangan tinggal menunggu waktu. Komposisi dan feeling bola antaremain sudah menyatu. Begitu pun dengan chemistry para pemain. Tumbuh dan berkembang di ujung kompetisi.

"Persib sudah kompak. Tiap lini punya key player. Bahkan dua penyerang sayap Frets Butuan dan Febri lagi dipuncak prestasi. Yang masalah kalau Jupe nggak ada. Dan Supardi di plot di bek tengah. Itu mempengaruhi kekuatan Persib. Semoga Jupe sudah bisa merumput lagi," kata Dadang Hidayat, suksesor Robby Darwis.*Dani Wihara

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news