news
INFOGRAFIS
Lautaro Martinez, Mesin Gol Terbaik Inter
02 December 2019 14:25 WIB
berita
MILAN – Lautaro Martinez kembali menarik perhatian setelah mencetak dua gol dalam kemengan FC Internazionale atas SPAL, kemarin. Dengan dua gol yang diciptakannya, Inter pun kini menggusur Juventus yang sebelumnya menguasai puncak klasmen. Pasukan Antonio Conte berhasil merebut status Capolista dalam laga pekan ke-14, kemarin. Inter kini bukan lagi tim yang memburu, melainkan diburu oleh Juventus.

Inter mengambil inistiatif serangan di awal laga setelah mengetahui rival abadi mereka, Juventus, ditahan Sassuolo. Kesalahan yang dilakukan pemain Sassuolo berhasil dimanfaatkan Lautaro dengan baik. Martinez membawa bola mendekati kotak penalti sebelum melepaskan tembakan yang membuat I Nerazzurri membuka keunggulan.




Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga Italia Serie A, Minggu Dini Hari WIB
- Performa Lautaro Mengingatkan kepada Ronaldo




SPAL pun bereaksi dengan mencoba bangkit dan mendapatkan beberapa penguasaan bola, tetapi setiap usaha yang dilepaskan ke kotak penalti gagal membuahkan hasil. Ketika SPAL mencoba memburu gol, Inter berhasil memanfaatkan situasi tersebut. Inter menambah keunggulan empat menit sebelum waktu normal babak pertama berakhir.

Gelandang senior Inter, Antonio Candreva yang mendapatkan ruang di sayap kanan, mengirim umpan silang yang dituntaskan dengan sempurna oleh Lautaro sekaligus memastikan keunggulan hingga turun minum. Serangan Inter membuat pertahanan SPAL bekerja keras. Inter menambah intensitas serangan. Kalau saja SPAL tidak memiliki kiper seperti Berisha, gawang mereka bakal kemasukan banyak gol.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga Italia Serie A, Senin Dini Hari WIB
- Menanti Perjumpaan Messi dan Lautaro


Kiper asal Albania tersebut berturut-turut mementahkan tembakan Marcelo Brozovic, Romelu Lukaku, dan Candreva di pertengahan babak kedua. Peluang emas Lautaro juga berhasil dimentahkan Berisha ketika keduanya dalam head to head pada menit ke-68. Lautaro terlalu lama memainkan bola sehingga peluang tersebut terbuang.

Ya, Inter berhasil menguasai puncak klasemen sementara. Pasukan Conte akhirnya mampu menurunkan Juventus. Semua ini tiada lain karena Inter telah memiliki duet lini depan yang menakutkan. Lu-Lua (Lautaro dan Lukaku), total telah mengoleksi 24 gol dalam 19 pertandingan di semua ajang.

Hebatnya, duet atau kerja sama yang bagus ini terjalin hanya dalam empat bulan setelah keduanya bertemu, musim panas lalu. Faktanya, Inter belum pernah melihat kombinasi sehebat ini di lini depan selama tiga dekade. Lukaku dan Lautaro mencatat rata-rata 1,22 gol perlaga, hanya bisa didekati duet Aldo Serena-Ramon Diaz yang 43 gol dalam 43 pertandingan pada 1988/89 (satu gol perlaga).

Banyak faktor yang membuat Lukaku dan Lautaro begitu padu di lapangan, dari personalitas sampai karakter permainan. Dan, pelatih Inter, Antonio Conte, ingin agar duet ini terus memperlihatkan potensi yang mengerikan bagi lawan-lawannya. Menebar rasa takut, termasuk untuk sang juara bertahan Juventus.

Namun, kekuatan Inter sebenarnya sudah sangat lengkap. Conte masih memiliki penyerang muda Sebastiano Esposito di bangku cadangan. Kemudian juga ada Matteo Politano yang baru pulih dari cedera engkel. Kedua pemain ini bisa menampilkan ancaman berbeda di kotak penalti, lebih mengandalkan kecepatan dan teknik olah bola.

Dan, kondisi yang bagus ini tidak dialami Juventus. Hasil imbang lawan Sassuolo, faktanya kembali memperliahatkan masih minimnya peran Ronaldo. Gol penalti yang diciptakan CR7 pun tercipta karena aksi Paulo Dybala yang dijatuhkan pemain lawan. Dengan satu poin di pekan ini, tidak cukup bagi Juventus untuk mempertahankan takhtar mereka di puncak klasemen sementara.***

 

loading...
T
Penulis
TSM
news
news