news
UMUM
Presiden Klub Filipina Terkesan dengan KIFC dan Operator Sepak Bola Usia Muda Indonesia
02 December 2019 09:42 WIB
berita
Presiden Klub Malaya FC Filipina Frank S. Abalos (kiri) dan Sekretaris Umum Mark Duane Q. Angos sangat terkesan dengan KIFC.
BANDUNG - Kemenpora International Football Championsip (KIFC) 2019 mendapat respon positif. Bukan hanya dari masyarakat pecinta sepak bola Indonesia, tapi juga datang dari luar negeri. 

Presiden Klub Malaya FC Filipina Frank S. Abalos dan Sekretaris Umum Mark Duane Q. Angos mengaku sangat terkesan dengan hajatan yang diprakarsai Deputi 3 Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia ini pimpinan Raden Isnanta ini. Filipina dikatakan ingin belajar dari Indonesia. 




Baca Juga :
- Preview Liga TopSkor Transtama U-15: ASIOP Adu Mental melawan FU15
- TopSkor Indonesia Tetapkan 32 Pemain




KIFC digelar di Lapangan Progresif, Bandung, Jawa Barat, 28 November-4 Desember 2019. Event ini diikuti 8 tim juara dari berbagai operator kompetisi usia muda di Indonesia dan 4 tim dari tiga negara: Filipina, Malaysia, dan Thailand.

"Ini puncak dari para juara, makanya turnamen ini juga berlabel Super Muda Kemenpora. Disinilah champions sejati dari berbagai operator di Indonesia ditentukan," kata Raden Isnanta, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora. 


Baca Juga :
- Markis Kido dan Luluk Turun Gunung Berbagi Ilmu
- Deputi 3 Kemenpora Menjemput Akar Rumput di Wonosobo


Pengemasan turnamen ini membuat delegasi Filipina sangat tertarik. Dia juga memuji kondisi lapangan, pelayanan, perlengkapan pertandingan, wasit, streaming Menoreh TV dan pemakaian Asisten wasit video atau VAR. Kualitas tim yang bertandingan juga oke.

Menurutnya tidak kalah dengan turnamen yang digelar di Cina, Jepang atau Korsel. Dia ingin Asean jadi yang terbaik bukan lagi Jepang atau Cina. Mereka mengajak Indonesia kerjasama dalam membangun sepak bola. 

"Saya sudah keliling dunia untuk mengintip berbagai turnamen. Saya berterima kasih dan terkesan dengan penyelanggaraan yang digelar di Indonesia. Semua digarap secara profesional dengan standar internasional," kata Frank S. Abalos.

Dia berharap Filipina punya event sekelas KIFC. Mereka ingin menunjukan yang terbaik versi mereka. Terlebih Filipina menjadi tuan rumah SEA Games yang otomatis memiliki fasilitas mumpuni. Dia mengatakan sangat senang jika bekerja sama dengan Indonesia.

"Pengemasan turnamen ini sangat baik. Semua digarap profesional dan berstandar internasional. Kami punya fasilitas baru pasca SEA Games nanti. Kami sangat terkesan dan ingin belajar dari Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu Mark Duane Q. Angos memuji kualitas sepak bola muda Indonesia. Menurutnya Indonesia memiliki segudang pemain muda berbakat. Kualitasnya tidak kalah dengan negara Asia lainnya. 

"Kami ingin anak-anak Filipina belajar dari Indonesia. Kami ingin bekerjasama dengan Indonesia," terangnya.

Menanggapi pujian tersebut, ketua panitia penyelenggara KIFC, Ary Mulyadi mengaku penyajiannya belum maksimal. Masih banyak kekurangan di sana-sini.
Tapi, pihaknya berusaha menerapkan standar internasional. 

"Kami dalam penyelengaraan ini mencoba menerapkan standar FIFA, baik  statistik, perangkat pertandingan, wasit, dan pelayanan serta melakukan live streaming beberapa pertandingan lewat Menore TV. Yang menguatkan kami dari pemerintah adalah Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Persepakbolaan Nasional," ungkap Ary.

Kementerian dan lembaga terkait diminta untuk menindaklanjuti peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional. Kementerian dan lembaga tersebut antara lain, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan; Menteri Pemuda dan Olahraga; Menteri Dalam Negeri; serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurut Ary langkah yang perlu dilakukan bermula dari pengembangan bakat, peningkatan jumlah dan kompetensi wasit dan pelatih sepak bola, pengembangan sistem kompetisi berjenjang dan berkelanjutan, serta pembenahan sistem dan tata kelola sepak bola.

"Di Indonesia banyak operator sepak bola usia muda. Kemenpora ingin menaungi semua yang ada di Indonesia. Karena itu event ini adalah kumpulan para juara di tiap operator. Makanya kami kumpulkan mereka untuk persahabatan dan jadi juara sejati lewat trofi Super Muda Menpora," papar Ary. 

Dikatakan bahwa event ini digelar untuk mencari pemain usia muda yang berkualitas. Karena itu KIFC ini merupakan kumpulan para juara dari berbagai operator penggiat sepak bola. Jadi ada 2 event sekaligus. Turnamen ini punya gengsi tinggi. 

"VAR sangat bagus. Live streaming menoreh tv good standart. Sangat sempurna. Kami berharap dapat kerjasama. Ke depan kami ingin undang kalian," tuturnya.*


 

loading...
news
Penulis
Suryansyah
news
news