news
INFOGRAFIS
Timnas U-22 Indonesia Siap Lanjutkan Tren Positif Lawan Vietnam
30 November 2019 13:48 WIB
berita
MANILA – Timnas Indonesia telah menorehkan empat gol setelah dua laga penyisihan Grup B Asian Games
2019. Egy Maulana yang mengawali torehan Garuda Muda ketika mengoyak gawang Thailand saat laga baru
berjalan empat menit. Sedangkan gol kedua pasukan Indra Sjafri diciptakan Osvaldo Haay, juga dalam
kemenangan atas Thailand, menit ke-86.

Osvaldo kembali menjadi bintang ketika Indonesia menang 2-0 atas Singapura. Golnya pada menit ke-
64 membuka kemenangan yang kemudian dilanjutkan dengan gol kedua dari kaki Asnawi Mangkualam, 10
menit kemudian, atau menit ke-74. Ya, mencetak empat gol dan tanpa kemasukan, itulah rapor Garuda Muda
di SEA Games yang digelar di Manila ini.




Baca Juga :
- Indonesia Paceklik Emas 28 Tahun, Vietnam Lebih Parah, 60 Tahun!
- Pelatih Timnas U-22 Vietnam Tidak Mau Komentar Soal Indra Sjafri




Dari empat gol tersebut, prosesnya pun relatif lengkap. Gol yang diciptakan Egy, tercipta setelah terjadi
situasi kemelut di gawang Thailand. Umpan silang Evan Dimas di sisi kiri pertahanan, tidak akan menjadi gol
tanpa reaksi dan naluri rekan setimnya yang berada di jantung pertahanan lawan. Ada faktor keberuntungan,
namun “keberuntungan” itu tidak akan terjadi tanpa reaksi dan naluri Egy, sang penyandang nomor 10.

Gol Osvaldo ke gawang Thailand, memperlihatkan aspek kerja sama antara Saddil Ramdani dan
Osvaldo. Berawal umpan Osvaldo ke Saddil yang kemudian membawa bola ke jantung pertahanan. Sayap kiri
ini kemudian memberikan umpan balik ke Osvaldo yang berdiri bebas. Gol Osvaldo ke gawang Singapura
memperlihatkan kejelian pemain belakang saat langsung memberikan umpan jauh ke depan.


Baca Juga :
- Reaksi Pelatih Timnas U-22 Kamboja Usai Disingkirkan Vietnam
- Bentrok di Final, Begini Komentar Pelatih Timnas U-22 Vietnam Soal Indonesia


Dalam proses ini, kekuatan fisik Osvaldo dan kecepatannya menjadi kunci ketika dia memanfaatkan
umpan lambung tersebut. Berduel dan membuat kapten timnas Singapura tersungkur, Osvaldo kemudian
mematahkan adangan kiper lawan. Dan, Asnawi memperlihatkan semangat dan kengototannya, tidak
menyerah, meski sempat terjatuh sebelum akhirnya berhasil mencetak gol keempat Garuda Muda di Asian
Games 2019 ini.

Lengkap? Yang pasti, dari empat gol tersebut ada aspek reaksi yang cepat, kerja sama, semangat,
kejelian rekan setim, serta sikap yang ngotot. Performa ini pula yang membuat Garuda Muda di SEA Games ini
menjadi yang ditakuti. Pers Vietnam pun mengabarkan tentang kekuatan pasukan Indra Sjafri ini. Bukan
hanya Osvaldo yang ditakuti melainkan juga Egy, Evan, Saddil, atau sang bek Asnawi.

Di sisi lain, pertahanan timnas Indonesia yang tidak kemasukan menjadi tembok yang masih kokoh.
Pujian baik dari publik Tanah Air maupun di Asia memang mengiringi pertarungan Garuda Muda di Manila.
Meski demikian, tentu saja, perjuangan belum selesai.

“Kami masih ada tiga pertandingan lagi pada babak penyisihan grup. Karena itu, kami tidak boleh
lengah, karena kami ingin lolos ke semifinal, final, dan meraih emas dalam ajang SEA Games 2019 ini. Kami
harus tetap fokus,” kata Osvaldo Haay.

Ya, semua yang terjadi dari dua kemenangan lawan Thailand dan Singapura bisa menjadi modal untuk
menghadapi lawan yang belakangan dinilai tumbuh menjadi salah satu tim yang sangat kuat di Asia: Vietnam,
Minggu (1/12) ini, di Stadion Binan . Tim Pejuang Naga Api—julukan Vietnam—memiliki tradisi yang
memang cukup bagus di SEA Games, tiga kali perak pada SEA Games 2003, 2005, dan 2009.

Kiper Vietnam, Bui Tien Dung, mengapresiasi performa timnas Indonesia, khususnya kekuatan
serangan yang dibangun pasukan Indra Sjafri ini dalam dua kemenangan atas Thailand dan Singapura. Tien
Dung menilai bahwa pemain Indonesia kini terlihat tidak lagi memiliki persoalan bermain di rumput artificial.
“Dengan jenis lapangan seperti itu, bola akan semakin cepat dalam bergulir tapi terkadang sulit untuk ditebak
pantulannya,” kata Tien Dung.

Karena itulah, salah satu kunci dalam menghadapi Indonesia yang memiliki power, menurutnya adalah
memperkuat pertahanan. “Kami harus lebih dulu membuat pertahanan atau gawang kami aman, sebelum
melakukan tekanan,” kata Tien Dung, yang dari dua laga ini telah kemasukan satu gol.

Soal Produktivitas, jumlah gol yang diciptakan Vietnam memang jauh lebih besar dibandingkan dengan
timnas Indonesia. Total, 12 gol telah ditorehkan pasukan Park Hang Seo. Namun, gol-gol tersebut (masing-
masing enam gol) mereka ciptakan menghadapi lawan yang relatif lebih ringan: Brunei dan Laos.***

loading...
T
Penulis
TSM
news
news