news
LIGA ITALIA
Lu-La Kombinasi Penyerang Terhebat Inter dalam Tiga Dekade
01 December 2019 10:32 WIB
berita
Striker FC Internazionale, Lautaro Martinez (kiri) dan Romelu Lukaku, klop di dalam dan luar lapangan.-Topskor.id/istimewa-
MILAN – Tidak ada diskon gol dari Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez setelah Black Friday. Duet penyerang FC Internazionale ini dalam kondisi puncak dan siap membobol gawang tim manapun yang dihadapi. Setelah berpesta di Liga Champions versus SK Slavia Praha, mereka ingin menambah pundi-pundi gol saat menjamu SPAL 2013 di Stadio Giuseppe Meazza, Minggu (1/12).

Lukaku dan Lautaro musim ini sudah mengumpulkan 22 gol dalam 18 pertandingan di semua kompetisi. Salah satu pasangan paling tajam di Benua Biru, hanya kalah dari Serge Gnabry-Robert Lewandowski (FC Bayern Muenchen, 36 gol), Raheem Sterling-Sergio Aguero (Manchester City FC, 27), Marcel Sabitzer-Timo Werner (RB Leipzig, 25), dan Joaquin Correa-Ciro Immobile (SS Lazio, 24).




Baca Juga :
- Bukan Meremehkan Ludogorets, Conte Ingin Turunkan Tim Lapis Kedua
- Ronaldo Catat Rekor Baru, Juventus Jinakan SPAL




Keserasian luar biasa yang didapat hanya dalam empat bulan pasca bertemu pertama kali musim panas lalu. Faktanya, Inter belum pernah melihat kombinasi sehebat ini di lini depan selama tiga dekade. Lukaku dan Lautaro mencatat rata-rata 1,22 gol perlaga, hanya bisa didekati duet Aldo Serena-Ramon Diaz yang 43 gol dalam 43 pertandingan pada 1988/89 (satu gol perlaga).

Banyak faktor yang membuat Lukaku dan Lautaro begitu padu di lapangan, dari personalitas sampai gaya bermain. Tapi yang cukup menarik adalah zodiak kedua pemain: Aries (Lukaku) dan Leo (Lautaro), simbol horoskop yang mewakili ambisi dan semangat berapi-api. Sekarang bisa dipahami kenapa pasangan striker ini selalu tampil ngotot dan habis-habisan dalam membongkar pertahanan lawan.


Baca Juga :
- Starting XI Juventus untuk Laga Melawan SPAL Berdasarkan Sky Sport Italia, Tak Ada Pjanic!
- Conte Momok bagi Ranieri


“Lautaro? Saya langsung akrab dengannya sejak pertama kali datang ke Inter. Saya bilang ingin melakukan yang terbaik untuk membantu tim. Saya butuh dukungannya di lapangan, begitu juga sebaliknya. Ketika kami main bersama, semua terasa klop,” ujar Lukaku tentang partner lini depannya. Sementara Lautaro menjawab, “Romelu seperti saudara, dia pemain luar biasa. Kami tak peduli siapa yang mencetak gol, tim adalah yang utama.”

Sebenarnya ada Alexis Sanchez sebagai elemen ketiga dalam serangan Inter. Ironisnya, justru cedera pemain asal Cile itu yang membuat duet Lukaku-Lautaro kian padu sebagai mesin gol reguler. Tim asuhan Conte kini sulit dipisahkan dari Lu-La, akan kesulitan ketika salah satunya absen. Maklum, bila Lukaku dan Lautaro tampil bersama sebagai starter, hampir dipastikan ada di antara mereka yang membobol gawang lawan.

Formula ini takkan berubah saat melawan SPAL. Conte ingin Lukaku dan Lautaro melanjutkan produktivitas, meskipun ada faktor kelelahan yang membayangi pasca bertanding di Liga Champions. Mereka tak perlu bermain penuh, yang penting bisa memberi kontribusi. Inter perlu kemenangan untuk menempel Juventus FC di puncak klasemen, dan duet LuLa adalah jaminan.

Sebagai alternatif, Conte masih memiliki penyerang muda Sebastiano Esposito di bangku cadangan. Kemudian juga ada Matteo Politano yang baru pulih dari cedera engkel. Kedua pemain ini bisa menampilkan ancaman berbeda di kotak penalti, lebih mengandalkan kecepatan dan teknik olah bola.

Bakal ada beberapa perubahan dalam susunan starter untuk mengakali kondisi fisik pasca laga tengah pekan. Tapi, Inter tetap favorit kuat dalam duel di Meazza. Selain didukung puluhan ribu tifosi di kandang sendiri, sang lawan juga sedang terpuruk. SPAL saat ini berada di zona degradasi pasca gagal memenangkan 6 laga terakhir Seri A. Pasukan Leonardo Semplici itu juga tumpul di lini depan: baru menciptakan 8 gol—paling sedikit di antara tim-tim lain.*** Dari berbagai sumber 

Prediksi Pemain : 

INTER (3-5-2) : 1 Handanovic; 37 Skriniar, 6 De Vrij, 95 Bastoni; 33 D’Ambrosio, 8 vecino, 77 Brozovic, 5 Gagliardini, 87 Candreva; 9 Lukaku, 10 Martinez;
Pelatih: Antonio Conte                                                                                                                                    Cadangan: 27 Padelli, 2 Godin, 21 Dimarco, 20 Valero, 19 Lazaro, 16 Politano, 30 Esposito;
 

SPAL (3-5-2) : 99 Berisha; 4 Cionek, 23 Vicari, 40 Tomovic; 26 Sala, 11 Murgia, 6 Valdifiori, 19 Kurtic, 13 Reca; 10 Floccari, 37 Petagna;
Pelatih: Leonardo Semplici                                                                                                                          Cadangan: 25 Letica, 27 Felipe, 3 Igor, 8 Valoti, 9 Moncini, 95 Jankovic, 43 Paloschi;

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news