news
TOP FEATURE FOOTBALL
Grealish Lebih Piawai Dibandingkan Sterling dan De Bruyne             
29 November 2019 15:41 WIB
berita
Gelandang Aston Villa, Jack Grealish melakukan dribel terbanyak di Liga Primer musim ini./Istimewa
DRIBEL adalah salah satu aspek dalam sepak bola yang paling menarik. Sekarang ada metrik “penggiring bola” baru dari Opta yang mengukur pemain yang berlari membawa bola setidaknya sejauh lima meter. Bukan saja bisa mengetahui siapa-siapa saja yang melakukan dribel terbanyak, tapi juga mereka yang paling efektif.

Ternyata, gelandang Aston Villa FC, Jack Grealish berada di posisi teratas untuk jumlah dribel sukses yang menghadirkan peluang gol, 17 kali dari 260 aksi. Ini cerminan dari performa impresifnya di Liga Primer 2019/20. Disusul duo Manchester City FC, Raheem Sterling, dengan 14 peluang (218 dribel) dan Kevin De Bruyne dengan 12 (201).




Baca Juga :
- Leicester Akhiri Spekulasi Masa Depan Rodgers
- Abraham dan Mount Pembeda bagi Chelsea




Analis sepak bola Inggris, Alan Shearer menilai perubahan posisi Grealish membantu perbaikan ini. “Pelatih (Dean Smith) memintanya bermain lebih dekat dengan striker Villa, Wesley Moraes, terutama dari sisi kiri, dan itu sesuai dengan permainannya,” kata Shearer. “Ini memberinya kebebasan untuk menggiring bola."

Cara lain untuk menilai dribel adalah apakah ada gol di ujung aksi. Sejauh ini winger Watford FC, Gerard Deulofeu paling banyak membukukan dribel yang berakhir dengan upaya mencetak gol di Liga Primer (17). Pemain Chelsea FC, Willian juga menyukai tembakan di akhir dribelnya, dan penyerang Tottenham Hotspur FC Son Heung Min.


Baca Juga :
- Kata Frank Lampard Soal Kemenangan Chelsea Atas Aston Villa
- Abraham dan Grealish Siap Adu Kualitas di Stamford Bridge


Tetapi tak ada gunanya juga menggiring bola panjang jika bola mengarah ke gawang tim sendiri. Tindakan progresif mengukur berapa kali seorang pemain membawa bola setidaknya lima meter ke atas, dan menariknya sejumlah pemain bertahan – bukannya penggiring bola tradisional – mencatatkan nama mereka dalam daftar ini.

Bek kiri Liverpool FC, Andrew Robertson memuncaki daftarnya dan kehadiran nama bek kanan The Reds, Trent Alexander-Arnold, di posisi 10 besar menunjukkan ini taktik yang efektif digunakan oleh sang pemimpin klasemen. Bahwa keduanya mendefinisikan kembali cara bermain bek-bek sayap dalam sepak bola Liga Primer.

“Dengan berlari membawa bola ke area penalti lawan, mereka menawarkan ancaman bersama tiga penyerang di depan. Keduanya pun piawai memberi umpan silang. Saya tak tahu duet full-back yang lebih baik daripada mereka saat ini. Trent dan Andy salah satu alasan Liverpool sulit dihentikan,” kata eks striker Liverpool, Peter Crouch.

Statistik progres dribel rata-rata juga membantu mengukur efektivitas. Ini jarak rata-rata pemain saat menggiring bola dengan melewati semua dribel mereka musim ini. Pemain sayap Newcastle United FC, Allan Saint-Maximin memiliki jarak dribel rata-rata terjauh, 12,17 meter (125 kali dribel), lalu Marcus Rashford dengan 11,09 meter (119).

Terkait urusan kontrol, Mateo Kovacic menyelesaikan dribel sedikitnya lima meter atau lebih per 90 menit. “Saya pikir, di bawah Maurizio Sarri, Kovacic tidak benar-benar menunjukkan kemampuan itu. Frank Lampard memberinya kebebasan lebih, dia dan Jorginho membuat lini tengah Chelsea sangat solid," kata analis BBC, Jermaine Jenas.*NURUL IKA HIDAYATI

 

 

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news