news
LIGA 1
Adam Alis “Hidup” Kembali
28 November 2019 11:25 WIB
berita
Ekspresi Adam Alis seusai membobol gawang Arema FC, Rabu (27/11) - TopSkor/Jessica Margaretha
JAKARTA – Adam Alis menemukan kepercayaan dirinya kembali. Itu diperlihatkan pemain Bhayangkara FC (BFC) ini dalam laga melawan Arema FC di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (27/11). Pria 25 tahun ini menjadi penentu kemenangan The Guardian, julukan BFC, lewat golnya pada menit ke-40.

Gol tersebut memang tercipta lewat proses yang normal, namun terasa spesial. Inilah pencapaian terbaiknya dalam kompetisi terbaik tanah air sejak 2015. Pada 2017, Adam hanya membukukan satu gol saat berseragam Arema, lantas nirgol pada 2018 saat membela Sriwijaya FC dan BFC (putaran kedua).




Baca Juga :
- Jelang Piala Presiden 2020, Gomez Ingin Jajal Tim Liga 1
- Arema FC Klaim Sepakat dengan Pemain Asal Uruguay dan Argentina




Sebelum Paul Muster, pelatih BFC, datang, Adam juga kesulitan berkembang. Namun, setelah debut Munster pada 14 September, Adam langsung melesakkan gol perdananya untuk BFC dalam kompetisi. Kini, total gol yang telah ditorehkan anak Jakarta ini adalah tiga gol dari 22 kesempatan tampil.

Karenanya, tak salah kiranya jika menyebut Adam “hidup” kembali. Pasalnya, pemain terbaik Piala Presiden 2017 tersebut sempat digadang-gadang sebagai gelandang masa depan Indonesia. Sayangnya, pencapaian pemain yang namanya mulai dikenal saat membela Persija ini, setelah itu tenggelam.


Baca Juga :
- Berlabuh ke Bhayangkara FC, Eze Patahkan Rumor ke Arema FC
- Takuya Matsunaga Resmi Gantikan Oh In-kyun di Persipura Jayapura


Adam pun tak pernah mendapat panggilan membela timnas Indonesia kembali. Padahal, ia menjadi salah satu kekuatan timnas Indonesia U-23 dalam SEA Games 2017. Bila Adam, minimal bisa menjaga performanya atau malah meningkatkannya, bukan tak mungkin ia akan dipanggil timnas lagi.

Munster pun memuji aksi-aksi Adam. “Dalam laga ini permainan Salles (Anderson) dan Adam (Alis) sangat membantu tim untuk meraih kemenangan. Jika Anda memerhatikan, sejatinya ada tiga kali perubahan strategi. Saya lihat Salles sangat disiplin dan Adam langsung beradaptasi dengan baik,” ujar Munster.

Terlepas dari itu, BFC melanjutkan tren tak terkalahkan dalam tujuh laga beruntun. Ini pencapaian terbaik setelah sebelumnya dominan menelan kekalahan dan meraih hasil imbang. Sejatinya BFC tampil tidak ideal dengan absennya bek Indra Kahfi. Namun, bek sayap Putu Gede Juni Antara tampil impresif sebagai bek tengah.

Sementara itu, pelatih Arema Milomir Seslija, mengaku bisa menerima kekalahan ini. Menurutnya, penyelesaian akhir sangat bermasalah, padahal banyak peluang matang tercipta. Absennya gelandang pengatur serangan Makan Konate, disebutnya sangat berdampak dalam permainan tim.

“Konate (Makan) memang pemain yang mempunyai kelebihan dan selalu memberikan perbedaan dalam tim ini. Dia sangat baik dalam menyerang,” ucap Seslija. Dalam laga ini, Seslija pun kembali menampilkan bek gaek Hamka hamzah sebagai ujung tombak, meski Sylvano Comvalius ada di bangku cadangan.* Nizar Galang Gandhimar 

loading...
news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news