news
LIGA CHAMPIONS
Mengukur Persaingan Top Scorer Liga Champions
26 November 2019 14:55 WIB
berita
Penyerang Red Bull Salzburg, Erling Braut Haaland, menghadapi tantangan yang sulit untuk meraih gelar pencetak gol terbanyak Liga Champions 2019/20.
BEOGRAD – Robert Lewandowski gagal mencetak untuk kali pertama di Bundesliga musim ini saat FC Bayern Muenchen melumat Fortuna Duesseldorf 4-0, Sabtu lalu. Akibatnya, rekor ketajaman striker asal Polandia itu di kancah tersebut terhenti pada angka 11 laga beruntun dengan total 16 gol.

 


Baca Juga :
- Ronaldo Siap Balikan Keadaan di Turin
- Casemiro Yakin Real Madrid dapat Memutar Balikan Keadaan di Etihad




Tapi, kebuntuan justru semakin membakar semangat Lewandowski untuk kembali mencetak gol saat Muenchen dijamu Red Star Belgrade pada matchday 5 Grup B Liga Champions di Stadion Rajko Mitic, Selasa (26/11). Apalagi, dia tengah bersaing dalam perebutan gelar top scorer di kompetisi elite Eropa tersebut musim ini.

“Terkadang kita harus memperlambat laju untuk bisa kembali tancap gas. Dalam laga berikutnya saya bisa mencetak gol lagi,” kata Lewandowski. “Saya harap kami sebagai sebuah tim tetap berpikiran ofensif. Tidak peduli berapa banyak gol yang telah kami buat, kami ingin terus mencetak gol!"


Baca Juga :
- Juventus Datang, Fans Lyon Gunakan Masker
- Marchisio: Juventus Layak Juara Liga Champions


Lewandowski selalu mencetak gol dalam keempat laga pertama di Grup B dengan total enam gol. Catatan ini menempatkannya di peringkat kedua daftar top scorer sementara di bawah striker Red Bull Salzburg, Erling Braut Haaland, yang membukukan tujuh gol. Tapi, Lewy lebih diunggulkan daripada rivalnya yang baru 19 tahun tersebut.

Pasalnya, Muenchen telah memastikan lolos ke babak 16 besar sehingga Lewandowski punya peluang lebih besar untuk menambah gol. Di pihak lain, Salsburg masih tertahan di peringkat ketiga Grup E di bawah Liverpool FC dan SSC Napoli. Mereka butuh lebih dari sekadar kerja keras untuk finis di posisi dua besar dan lolos ke fase knock-out.

Ancaman terbesar bagi Lewandowski justru datang dari para pemain di Liga Primer Inggris terutama Raheem Sterling. Winger Manchester City memang baru mencetak lima gol, tapi dia juga telah membukukan dua assist. Jumlah assist akan sangat penting untuk menentukan gelar top scorer saat ada lebih dari satu pemain yang finis di puncak dengan jumlah gol yang sama.

Dua mesin gol Tottenham Hotspur, winger Heung-min Son dan striker Harry Kane, juga patut diwaspadai. Son telah menorehkan lima gol dan satu assist sementara Kane mencetak empat gol. Kane adalah predator di kotak penalti lawan. Selain mencetak empat gol di Liga Champions, dia juga membukukan tujuh gol di Liga Primer sejajar Sterling.

Di luar nama-nama yang bercokol di posisi empat besar daftar top scorer sementara, terdapat beberapa kandidat lain yang harus diperhitungkan. Di antaranya striker Liverpool FC, Mohamed Salah, dengan tiga gol dan dua assist, dan winger Paris Saint Germain, Kylian Mbappe dengan tiga gol dan satu assist.

Menariknya, dua bintang yang mendominasi gelar top scorer Liga Champions dalam 12 musim terakhir, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, masih tertinggal jauh dalam persaingan musim ini. Keduanya masing-masing baru membukukan satu gol dan satu assist.*Rijal Alfurqon

loading...
I
Penulis
Irfan Sudrajat
news
news