news
INFOGRAFIS
Sumber Gol Real Madrid Tidak Hanya dari Penyerang
25 November 2019 15:26 WIB
berita
MADRID – Kemenangan yang dibukukan Real Madrid CF saat menjamu Real Sociedad,
3-1, Sabtu (23/11) lalu, menjadi sinyal positif. Pada pertandingan pekan ke-14 La Liga
di Santiago Bernabeu tersebut, Los Blancos menang berkat gol-gol dari Karim Benzema,
Federico Valverde, dan Luka Modric. Madrid sempat tertinggal satu gol lebih dulu lewat
William Jose pada menit kedua.

Terlepas dari kesalahan operan yang dilakukan kapten dan bek tengah Sergio Ramos
yang berujung gol Sociedad, sejumlah sinyal positif dicatat Madrid pada pertandingan
tersebut. Pertama tentu saja performa Benzema yang semakin tajam sebagai striker.




Baca Juga :
- Real Madrid Akan Menukar Superstar Veteran dengan Bek Inter, Nilainya Rp 1,5 TriliunĀ 
- Real Madrid Bungkam Osasuna di El Sadar




Melawan Sociedad, penyerang tengah asal Prancis tersebut seolah berada di posisi
mana pun. Selain imajinatif, Benzema juga mampu bermain agresif. Benzema kini sudah
mengemas 10 gol di La Liga hingga mengukuhkannya sebagai top scorer sementara.
Total, striker 31 tahun itu sudah membuat 12 gol dan enam assist dari hanya 16
pertandingan yang diikutinya di La Liga dan Liga Champions.

Dari dua kompetisi utama tersebut, Madrid sejauh ini mampu mencetak 37 gol. Dengan
begitu, 32,43 persen gol Los Blancos musim ini dicetak oleh Benzema.


Baca Juga :
- Madrid Butuh Casemiro untuk Kembali ke Trek Kemenangan
- Fakta Menarik Dibalik Gol Kemenangan Benzema ke Gawang Atletico


Lewat statistik impresif tersebut, Benzema seolah ingin membuktikan bila dirinya lebih
tepat mengisi lini depan tim nasional Prancis. Benzema tidak lagi dipanggil membela Les
Bleus sejak terakhir turun pada 8 Oktober 2015 akibat kasus pemerasan video seks
yang juga melibatkan anggota timnas Prancis, Mathieu Valbuena.

Untuk performa di liga domestik, performa Benzema saat ini jauh di atas Antoine Griezmann, yang baru mencetak empat gol dan tiga assist untuk FC Barcelona yang juga turun di La Liga.

Sinyal positif kedua Madrid dari hasil melawan Sociedad tidak lain permainan yang
semakin kolektif. Utamanya di babak kedua. Statistik menunjukkan, ketiga gol Madrid
tidak lepas dari peran Benzema, Valverde, dan Modric. Gol Benzema pada pertandingan
itu (menit ke-37) terjadi berkat assist Modric. Gelandang tengah timnas Kroasia itu
kembali membuat assist untuk gol yang dicetak Valverde (47).

Benzema kembali menunjukkan kelasnya bukan striker biasa pada laga tersebut. Ia
bukan hanya mampu menarik perhatian bek-bek lawan lewat manuvernya. Gol terakhir
Los Blancos yang dicetak Modric adalah hasil kerja keras Benzema dalam membuat
assist. Itulah assist keempat Benzema di La Liga musim ini, terbanyak di antara
penyerang tengah lain di kompetisi tertinggi Spanyol tersebut.

Hasil pertandingan melawan Sociedad juga menunjukkan bila sumber gol Madrid
musim ini tidak hanya tergantung dari para penyerang. Madrid menelan kekalahan
terakhir saat ditekuk 0-1 oleh RCD Mallorca di La Liga. Saat itu, dari 11 laga semua
ajang, mereka hanya mampu mencetak 18 gol (1,5 ol per laga).

Hebatnya, setelah kekalahan tersebut, Madrid tidak pernah kalah dalam enam
pertandingan berikutnya di semua kompetisi. Mereka mencetak hingga 19 gol (3,16 per
laga) dan hanya kemasukan satu.

Salah satu faktor penyebabnya adalah mulai hilangnya ketergantungan terhadap
Benzema (Benzemadependencia) dan semakin agresifnya pada gelandang Madrid.
Setelah melawan Sociedad, Madrid sudah mencetak total 37 gol dari semua ajang. Dari
jumlah itu, 10 gol—atau 27,07 persen alias lebih dari seperempatnya—dibuat oleh para
gelandang. Toni Kroos sudah membuat tiga goil, Modric, Valverde, dan Casemiro
masing-masing dua, dan satu lagi dicetak James Rodriguez yang tengah cedera.

Sebagai perbandingan, musim lalu para gelandang Madrid mampu mengemas 20 gol
dari lima kompetisi berbeda. Isco menjadi gelandang tersubur dengan enam gol. Ia
diikuti Casemiro dan Modric (masing-masing empat), Dani Ceballos (tiga), Marcos
Llorente (dua), dan Kroos (satu).

Musim ini, sorotan ditujukan kepada Valverde. Melawan Sociedad, gelandang tengah
asal Uruguay, 21 tahun, tersebut sekali lagi membuktikan dirinya menjadi salah satu
motor penggerak Madrid di lini tengah. Valverde berhasil menutup hampir semua area
permainan Madrid dalam laga tersebut.

“Suatu yang spesial bisa bekerja sama dengan tim yang mampu bermain kolektif. Saya
akan selalu bekerja keras untuk memberikan yang terbaik bagi Madrid. Ditambah,
mendengar aplaus dari fan begitu menyenangkan buat saya,” tutur gelandang yang baru
bergabung pada Juli 2018 itu.

Masalah Lain
Jika Valverde, Modric, Kroos, dan Benzema, mengalami peningkatan pesat, hal berbeda
terjadi pada Gareth Bale. Saat melawan Sociedad, publik Madrid terlihat dingin saat
penyerang sayap (winger) tersebut masuk menggantikan Rodrygo pada menit ke-67.
Fan Madrid sepertinya masih marah terhadap Bale karena mengibarkan bendera Wales,
negaranya, yang bertuliskan Wales. Golf. Madrid. saat memastikan tempat di putaran
final Piala Eropa 2020, beberapa hari lalu.

Pelatih Madrid Zinedine Zidane dituntut untuk mengatur sikap pemainnya ini jika tidak
ingin kehilangan kredibilitas. “Saya berharap situasi ini (fan tidak menyukai Bale) tidak
berlarut-larut. Kami ingin penggemar tetap mendukung sampai musim selesai. Tapi,
kami tidak bisa mengontrol mereka sepenuhnya,” ucap Zidane. “Publik berhak menilai
apa yang mereka lihat. Tetapi, Bale bermain bagus malam ini. Kami membutuhkannya.”

Selasa (26/11) malam nanti, Madrid akan menjamu Paris Saint Germain (PSG) pada
pertandingan kelima Grup A Liga Champions. Madrid butuh poin penuh untuk kembali
percaya diri di ajang eliet Benua Biru tersebut setelah sempat takluk hingga 0-3 di
kandang PSG. Madrid kini ada di peringkat kedua Grup A dengan tujuh poin dari empat
laga, terpaut lima angka dari PSG di puncak.

Zidane menilai, paling tidak ada lima sampai enam pemain dengan performa bagus saat
Madrid membungkam Sociedad. Eden Hazard dan Bale termasuk di antaranya. “Proses
adaptasi Hazard lumrah dialami setiap pemain baru. Faktanya, ia semakin baik,” ucap
Zidane. “Soal Bale, kami tetap membutuhkannya di tim ini. Itulah mengapa kami tidak
ingin banyak membicarakan masalahnya.”

Bale baru sekali dimainkan di Liga Champions musim ini. Namun di La Liga, ia sudah
mencetak dua gol dan dua assist hanya dalam tujuh kali dimainkan. Efektivitas Bale
sebagai winger bisa dilihat dari menit keterlibatan langsungnya terhadp gol Madrid
yang hanya satu setiap 135 menit.

Musim lalu, Bale mencetak tiga gol dan dua assist dari tujuh kali dimainkan di Liga
Champions. Pad 2017/18, Bale juga hanya mencetak tiga gol dan dua assist dalam tujuh
laga. Tetap, dua gol di antaranya ia buat di final saat Madrid menghantam Liverpool FC,
3-1. Total, Bale ikut berperan dalam empat gelar Liga Champions terakhir yang direbut
Madrid (2013/14, 2015/16, 2016/17, 2017/18).***

loading...
T
Penulis
TSM
news
news