news
LIGA INGGRIS
Bukan Hari Penghakiman Emery
23 November 2019 13:35 WIB
berita
Penyerang Arsenal asal Gabon, Pierre-Emerick Aubameyang, baru mencetak delapan gol dari 12 kali dimainkan di Liga Primer musim ini. Ia diharapkan menambah gol saat The Gunners menjamu Southampton, Sabtu (23/11).
LONDON – Pelatih Arsenal FC, Unai Emery tidak terpengaruh dengan kabar pemecatan Mauricio Pochettino dari Tottenham Hotspur FC. Sebaliknya, pria asal Spanyol ini menegaskan untuk segera bangkit usai rentetan hasil negatif di Liga Primer 2019/20. Tepatnya, saat menjamu Southampton FC di Emirates, Sabtu (23/11) malam.

Maklum, Arsenal belum pernah menang dalam empat pertandingan terakhir.  Itu terjadi, sejak mengalahkan AFC Bournemouth 1-0 di Emirates pada 10 Oktober lalu. Setelah itu, Matteo Guendouzi dan kawan-kawan hanya bisa meraup satu dua poin dari empat laga.  




Baca Juga :
- Jamu Sheffield, Arsenal Malah Dapat Hasil Imbang
- Arsenal Sepakat dengan Bek Kiri PSG Ini




Itu mengapa, Emery dituntut untuk segera mengakhiri periode kelam tersebut. Jika tidak, dia bisa saja mengikuti jejak Pochettino yang gagal memberi kemenangan Tottenham dalam lima laga beruntun hingga akhirnya lengser.  

“Bagi saya, itu mengejutkan. Saya pikir, Pochettino sudah melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk Spurs. Mungkin, pada hasil terakhir, kurang. Namun, menurut saya, secara keseluruhan dalam beberapa tahun terakhir, Poch sangat sempurna untuk Tottenham,” tutur Emery yang sejatinya juga dibayangi pemecatan.


Baca Juga :
- David Luiz Sebut Arsenal Sekarang Bisa Lakukan Banyak Hal Besar
- Nyontek Taktik Lawan, Ini Jawaban Mourinho


Terutama, jika gagal mengalahkan Southampton. Bisa dipahami mengingat The Saint dalam titik nadir akibat gagal menang pada tujuh laga terkahir. Tentu, Arsenal harus memanfaatkan situasi ini. Jika The Gunners kembali hanya bermain imbang atau berujung kekalahan, nasib Emery pun jadi tidak jelas.

“Saya optimistis. Saya tahu kami butuh penampilan terbaik bersama tim, individu, atau kolektif. Kami harus bermain lebih baik dan mengendalikan lapangan selama 90 menit,” Emery, menerangkan. Pernyataan pria 48 tahun ini beralasan. Faktanya, Arsenal kerap gagal menjaga konsistensi sepanjang laga.

Itu terlihat dalam dua dari empat laga terakhir. Mereka sering kehilangan poin akibat kurang fokus. Sudah unggul lebih dulu tapi kebobolan seperti saat menghadapi Crystal Palace FC pada 27 Oktober lalu. Mereka mencetak dua gol cepat melalui Sokratis Papastathopoulos pada menit ketujuh dan David Luiz, menit kesembilan.

Namun, setelah itu Palace mampu menyamakan skor. Pun demikian ketika meladeni Wolverhampton Wanderers FC yang berujung 1-1 pada 2 November lalu. Pierre-Emerick Aubameyang memberi keunggulan pada menit ke-21 yang dibalas Wolverhampton pada babak kedua.

Tak heran jika banyak yang menilai, di bawah Emery, identitas Arsenal menghilang. Fakta itu yang harus dibenahi jika tidak ingin kehilangan jabatan.

Di sisi lain, pelatih Southampton, Ralph Hasenhuttl, meminta skuatnya untuk tampil lebih berani. Pria berkebangsaan Austria itu, menegaskan timnya mampu menghadapi lawan mana pun. Termasuk, Arsenal pada pekan ke-13 ini. Hasenhuttl siap menekan The Gunners demi meraih kemenangan perdana sejak 14 September itu.

“Kami harus menemukan pemicu yang baik setelah kehilangan bola. Kami ingin kembali meraih kemenangan. Ini sesuatu yang telah kami kerjakan dalam dua pekan terakhir,” Hasenhutlle, menegaskan. Menilik jadwal hingga Boxing Day, Arsenal jadi lawan paling berat Southampton. Klub besar lainnya yang dihadapi adalah Chelsea FC di Stamford Bridge pada 26 Desember mendatang.***CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news