news
LIGA ITALIA
Operasi Giroud Mengambang
21 November 2019 15:44 WIB
berita
Keretakan relasi stiker Olivier Giroud dengan Chelsea membuat para peminatnya mendekat.-Topskor.id/istimewa-
MILAN – Operasi mercato musim dingin FC Internazionale akan dimulai dengan Olivier Giroud, sosok penyerang yang diyakini bisa melengkapi lini depan tim asuhan Antonio Conte. Namun, untuk menuntaskan misi ini, banyak hal yang perlu dipertimbangkan manajemen secara matang. Mulai dari paket finansial sampai komposisi tim di masa depan.

Giroud, striker juara dunia berusia 33 tahun, saat ini mengalami keretakan hubungan dengan Chelsea FC. Dia tak masuk dalam rencana tim Frank Lampard, baru tampil 6 kali di semua kompetisi sejak awal musim. Conte tahu betul kualitas sang pemain karena pernah bekerja sama dengannya di Stamford Bridge, dan kini berniat memanfaatkan situasi tersebut untuk merealisasikan reuni.




Baca Juga :
- Ancaman dari Sayap Kiri Milan
- Lini Tengah I Nerazzurri Lebih Garang daripada Juve




Kontrak Giroud yang bakal habis pada akhir musim nanti, juga jadi keuntungan buat Inter.  Dengan begitu, mereka tak perlu pusing memikirkan biaya transfer karena penyerang tersebut sudah bebas bernegosiasi dengan klub lain mulai Januari. Dan, jika I Nerazzurri berniat membajaknya lebih cepat, dana yang dikeluarkan pun takkan terlalu besar.

Yang jadi masalah adalah permintaan Giroud. Saat ini, dia mendapatkan gaji sekitar 8 juta euro (Rp124,8 miliar) permusim di Chelsea, jumlah yang enggan dipenuhi Zhang Jindong. Kemudian, striker asal Prancis itu juga menginginkan durasi kontrak sampai Juni 2022. Sedangkan Inter hanya mau menawarkan masa bakti paling lama 18 bulan.


Baca Juga :
- Ini Periode Mematikan Lazio
- Dengan Mesin Diesel Ini, Napoli Siap Tenggelamkan Torino


Selain itu, Inter juga perlu mempertimbangkan kapasitas skuat. Lini depan tim Conte saat ini terlihat tipis karena ada beberapa pilar yang cedera, seperti Matteo Politano dan Alexis Sanchez. Namun, ketika mereka pulih pada awal tahun depan, opsi akan kembali berlimpah. Jadi, perlu dipahami juga bagaimana posisi Giroud dalam hierarki tim, mengingat Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez nyaris tak tergantikan.

Itu belum ditambah kembalinya Mauro Icardi pada musim panas mendatang. Seandainya Paris Saint-Germain (PSG) tidak bersedia menebus klausul yang disepakati sebesar 70 juta euro, Inter akan mendapatkan satu striker lagi dalam tim. Persaingan ketat ini nantinya akan memaksa klub mengorbankan salah satu di antara mereka demi mencapai keseimbangan.

Sejumlah faktor tersebut bakal jadi perhatian klub dan Conte. Namun, jika situasi tak bisa diajak kompromi, transfer tampaknya akan tetap lanjut. La Beneamata tak mau ambil risiko kekurangan amunisi di tengah persaingan antara Seri A dan Liga Champions. Sementara Giroud butuh menit reguler demi menjamin keikutsertaan bersama tim nasional Prancis menuju Piala Eropa 2020.

Conte yakin striker jangkung itu bisa tampil bergantian dengan Lukaku di lini depan. Rencana ini juga dapat restu dari pelatih Prancis Didier Deschamps, yang ingin melihat penyerang utamanya berada dalam kondisi fit dan siap tempur. “Saya tersiksa dengan situasi Olivier, mungkin pergantian tim adalah jalan satu-satunya,” ujar eks rekan Conte semasa di Juve tersebut. Mungkin dalam waktu dekat, kostum biru yang dikenakan Giroud akan dihiasi garis-garis hitam.* Dari berbagai sumber

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news