news
LIGA ITALIA
Selama di Bergamo, Gasperini Sering Beruntung lawan Juve
20 November 2019 12:43 WIB
berita
Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, harus menyiapkan strategi matang untuk meredam Juventus.-Topskor.id/istimewa-
MILAN – Tiga pertandingan tanpa kemenangan, Atalanta BC mulai goyah di papan atas Seri A. Namun, tim asuhan Gian Piero Gasperini tak boleh tenggelam dalam aura negatif. Konsentrasi harus tetap dijaga karena selanjutnya akan ada duel penting melawan Juventus FC di Stadion Gewiss, Sabtu (23/11). Bukan tak mungkin ini bisa jadi momentum kebangkitan I Orobici karena pelatih gaek itu tahu betul cara meramu formula anti Juve.

Setidaknya, Atalanta punya rekor bagus dalam laga kandang versus Juve di Seri A. Sejak ditangani Gasperini, Alejandro ‘Papu’ Gomez dan kawan-kawan belum pernah kalah dari sang juara bertahan. Tiga pertandingan di Bergamo sejak 2016/17 selalu berakhir imbang dengan skor identik 2-2. Artinya, ada peluang untuk membuat kejutan dan memutus kesialan.




Baca Juga :
- Dua Tiket Terakhir 16 Besar Liga Champions Milik Atalanta dan Atletico Madrid
- Ronaldo Predator Tim-tim Jerman




Secara keseluruhan, Atalanta sudah lima kali menjamu Juve di era Gasperini. Dalam periode tersebut, hanya ada satu kekalahan, yakni 0-1 pada semifinal pertama Piala Italia 2017/18. Namun, kekecewaan tersebut berhasil dibayar tuntas musim lalu, ketika Papu dan kawan-kawan menang telak 3-0 di perempat final ajang yang sama. Bisa dibilang, seiring waktu, para pemain La Dea kian paham bagaimana menjinakkan skuat raksasa Turin itu.

Kekalahan kandang terakhir Atalanta dari Juve di Seri A hadir pada 6 Maret 2016: 0-2, oleh gol Andrea Barzagli dan Mario Lemina. Namun, saat itu mereka masih ditangani Edoardo Reja, belum mengalami transformasi sebagai kuda hitam sepak bola Italia. Baru ketika Gasperini datang, beberapa bulan kemudian, pasukan Bergamo menjelam jadi kekuatan baru.


Baca Juga :
- Malinovsky Cari Pembalasan
- Napoli Menyongsong Era Baru


Pertama kali tim asuhan Gasperini menyambut Juve di Stadio Atleti Azzuri d’Italia (kini Gewiss) adalah pada 28 April 2017. Sempat unggul lewat aksi Andrea Conti, Atalanta malah balik tertinggal oleh bunuh diri Leonardo Spinazzola dan aksi Dani Alves. Beruntung Remo Freuler mampu mencetak gol penyeimbang di menit-menit akhir. Inilah awal resistensi tuan rumah terhadap Juve di kandang sendiri.

Musim berikutnya, 1 Oktober 2017, Atalanta sempat ketinggalan dua gol melalui Federico Bernardeschi dan Gonzalo Higuain, sebelum Mattia Caldara dan Bryan Cristante menyelamatkan satu poin di Bergamo. Skor yang kembali terulang pada 26 Desember 2018, tapi kali ini justru Cristiano Ronaldo yang menyelamatkan Juve dari kekalahan lewat gol telat. Sebelumnya, dobel gol Duvan Zapata membawa Atalanta di atas angin.

Zapata tampaknya menikmati pertarungan melawan La Vecchia Signora. Dalam kemenangan 3-0 di Piala Italia, 30 Januari 2019, dia juga mengemas sepasang gol. Kabar baiknya, striker Kolombia itu terbebas dari cedera lutut yang membekapnya dalam 1,5 bulan terakhir. Ada kemungkinan dia bakal memimpin lini depan Atalanta dalam pertarungan akhir pekan nanti.

Bila dianggap kurang fit untuk jadi starter, Duvan bisa jadi senjata rahasia dari bangku cadangan. Alternatifnya, pasangan Luis Muriel dan Gomez, ditopang Mario Pasalic sebagai trequartista.* Dari berbagai sumber

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news