news
FORMULA 1
Senggolan di GP Brasil, Vettel dan Leclerc Diminta Bersikap Dewasa
20 November 2019 12:11 WIB
berita
Charles Leclerc (kanan) dan Sebastian Vettel terlibat insiden di GP Brasil - F1
SAO PAULO – Direktur Teknis Formula 1 (F1) Ross Brawn mengatakan pembalap Scuderia Ferrari Mission Winnow, Sebastian Vettel dan Charles Leclerc, harus menunjukkan tanggung jawab. Ini menyusul insiden yang mereka alami di Sirkuit Jose Carlos Pace, Brasil, Minggu (17/11) atau Senin dini hari WIB.

Vettel dan Leclerc bersenggolan pada lap ke-65 yang berujung pada rusaknya mobil mereka. Parahnya, kedua pembalap tersebut tak dapat menyelesaikan lomba yang hanya menyisakan enam lap. Namun, baik Vettel maupun Leclerc tak merasa membuat kesalahan dalam insiden tersebut.




Baca Juga :
- Momen Duo Ferrari Gagal Finis di Balapan GP Brasil
- Saling Tabrakan, Ferrari Panggil Dua Pembalapnya ke Maranello




Brawn yang pernah menjadi Direktur Teknis Ferrari, 1997-2006, ingin Vettel dan Leclerc bersikap dewasa. Ia pun menjadikan pembalap Mercedes AMG Petronas, Lewis Hamilton, sebagai contoh lantaran mengakui kesalahan usai membuat Alexander Albon dari Red Bull Racing gagal finis di Brasil.

“Tak pernah bagus ketika pembalap satu tim saling mengalahkan di lintasan, apalagi kalau hasil yang diperebutkan tak begitu penting. Dalam kasus ini, podium ketiga paling memungkinkan. Tapi, tensi di antara mereka memang meningkat sejak jeda musim panas,” kata Brawn seperti dilansir Crash.net.


Baca Juga :
- Hamilton: Vettel Bisa Lahirkan Bencana di Lap Pertama GP Meksiko
- Hasil Kualifikasi Formula 1 GP Jepang: Ferrari Start dari Barisan Terdepan


Insiden yang melibatkan Vettel dan Leclerc juga membuat sang prinsipal, Mattia Binotto,  geram. Pasalnya, akibat kejadian ini, Ferrari sangat dirugikan. Belum lagi jika melihat fakta bahwa banyak ruang kosong di lintasan ketika momen senggolan terjadi. Dengan kata lain, insiden itu tak perlu terjadi.

“Mungkin situasinya akan berbeda jika salah satu dari mereka meniru Lewis dan mengakui kesalahan seperti yang ia lakukan saat menyenggol Albon. Jika Ferrari ingin menghentikan dominasi Mercedes, mereka bukan hanya perlu pembalap terkuat namun yang bisa menghindari kesalahan seperti ini,” kata Brawn.

Tingginya tensi di internal Ferrari memang kerap terjadi, musim ini. Belum lekang dalam ingatan saat Vettel tak menuruti perintah tim untuk memberikan posisinya kepada Leclerc dalam Grand Prix (GP) Rusia, 29 September lalu. Brawn menegaskan, Binotto memiliki tugas lebih berat, tahun depan.

“F1 adalah tentang olahraga tim dan ini juga berlaku bagi Ferrari. Mattia harus berbicara dengan para pembalapnya agar berani bertanggung jawab. Ia juga harus menegaskan bahwa kepentingan tim selalu di atas individu. Terutama saat lomba seperti kemarin (GP Brasil),” Brown menekankan.

Namun, Leclerc menyalahkan Vettel atas insiden tersebut karena merasa sudah memberi ruang untuk rekannya menyalip. Tapi, Vettel seperti menghalangi jalurnya hingga membuat senggolan tak dapat dihindarkan. Meski tak keras tapi membuat kedua mobil mengalami kerusakan cukup parah.

“Saya tidak marah dan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada tim karena mereka pantas mendapatkan yang lebih baik. Menurut saya, Seb ingin menyalip dari sisi luar. Ada celah kecil dan ia terus mencoba menyalip hingga kami bersenggolan di akhir trek lurus. Rasanya menyedihkan,” kata Leclerc.

Sebaliknya, Vettel yang merasa punya kecepatan lebih baik, menuduh Leclerc tak memberi celah. “Saya tak memiliki ruang yang cukup tapi memiliki kecepatan lebih baik. Untuk itu, saya berusaha menyalip. Ini menyedihkan karena kami tak dapat menyelesaikan lomba, padahal penting bagi tim,” ujarnya.

Binotto mengatakan tak ingin menyalahkan siapa pun sebelum menganalisa semuanya. “Bagaimanapun juga, ketika ada dua pembalap yang bersenggolan, mereka setidaknya harus punya rasa tanggung jawab. Tapi, saat ini, saya tak ingin menyalahkan siapa pun,” kata pria berkaca mata tersebut.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news