news
INFOGRAFIS
Stefanos Tsitsipas Mulai Menggigit
19 November 2019 14:35 WIB
berita
LONDON – Peta persaingan tenis putra diprediksi makin sengit, musim depan,
menyusul geliat yang kian ditunjukkan pemain muda yang seolah menunjukkan
eksistensi mereka dalam ATP World Tour 2019. Terbaru, Stefanos Tsitsipas yang
menjuarai Nitto ATP Finals di The 02 Arena, London, Inggris, Minggu (17/11) atau
Senin dini hari WIB.

Tsitsipas yang kini berusia 21 tahun, tercatat sebagai petenis termuda yang menjuarai
turnamen penutup musim tersebut usai Lleyton Hewitt yang melakukannya pada 2001.
Ketika itu, petenis asal Australia itu memenangi ATP Finals dalam usia 20 tahun.
Hebatnya, Tsitsipas hadir dengan status debutan.




Baca Juga :
- Kejutan! Taklukkan Unggulan Kedua, Rifqi Tantang Christopher
- Dari Jakarta, Bea/Echi Menatap Manila




Petenis asal Yunani tersebut mengalahkan Dominic Thiem dengan skor 6-7 (6), 6-2, dan
7-6 (4), di final. Gelar dalam ATP Finals tersebut merupakan capaian terbesar untuk
Tsitsipas sejak melakoni debut profesional, tiga tahun lalu. Status tersebut membuat
Tsitsipas semakin diperhitungkan oleh pesaing.

“Saya selalu ingin lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Musim ini, saya meraih gelar
Next Generation ATP Finals dan itu memberikan banyak dorongan. Menjadi bagian
dalam Nitto ATP Finals, rasanya luar biasa, dan sekarang saya adalah seorang juara.
Tapi, saya tak tahu menjelaskan ini,” kata Tsitsipas.


Baca Juga :
- BNI Tennis Open 2019 Gas Pol Rifqi Fitriadi
- Christo dan Aldila Masih Perkasa


Sejatinya, tak hanya Tsitsipas yang menjadi sorotan dalam rangkaian ATP Finals 2019.
Thiem, yang untuk kali pertama lolos dari fase grup, berhasil mencicipi partai final
dalam musim keempatnya di ajang ini. Bahkan, laga final yang mempertemukan
keduanya mendapat pujian dari pencinta tenis dunia.

Berkaca dari itu, Rod Laver, salah satu legenda tenis dunia, memprediksi kiprah
Tsitsipas dan kawan-kawan bakal berlanjut musim depan. “Kontes epik, sportif, dan
persaingan yang berkembang. Kedua pemain tampil baik. Semoga mereka bisa
memenangi grand slam tahun depan,” ia menuturkan.

Fan patut berbangga karena masa depan olahraga ini yang mungkin terus berkembang,
seiring kiprah para pemain muda. Misalnya di semifinal, di mana tiga dari empat
peserta, masih berusia 20-an. Praktis hanya Roger Federer yang berstatus senior.
Petenis asal Swiss itu ditaklukkan Tsitsipas dengan skor 6-3, 6-4.

Sedangkan lainnya adalah Alexander Zverev Jr. Datang ke London dengan label juara
bertahan, petenis asal Jerman itu kalah dari Thiem, 3-7, 3-6. Keberadaan ketiga petenis
muda itu di babak empat besar, seolah menjawab keraguan publik yang kerap
menyebut mereka tak konsisten karena mudah tersingkir.

Meski begitu, konsistensi mereka masih bakal diuji, musim depan, karena Rafael Nadal,
Novak Djokovic, dan Federer, masih sulit ditaklukkan. Utamanya dalam turnamen-
turnamen besar yang memiliki label masters atau grand slam. Fakta bahwa mereka
masih menguasai tiga besar dunia, jadi bukti nyata.

Di antara deretan petenis muda, Tsitsipas jadi yang paling menonjol dengan meraih tiga
titel. Sebelumnya, pemain nomor enam dunia itu menjuarai Open 13 Provence (18-24
Februari) dan Millennium Estoril Terbuka (29 April-5 Mei). Selain itu, Tsitsipas juga
menjejak semifinal Grand Slam Australia Terbuka.

Tsitsipas juga berhasil menjadi runner-up Madrid Masters dan mencapai empat besar di
Roma dan Shanghai Masters. “Permainan saya makin baik seiring berjalannya waktu.
Saya yakin sudah sangat dekat dengan gelar grand slam karena mampu mengalahkan
petenis-petenis besar dunia,” Tsitsipas menuturkan.

Hal serupa dikemukakan Zverev. “Saya pikir, musim mendatang akan ada juara grand
slam baru. Kita akan lihat siapa petenis itu karena saya pikir petenis muda bermain
mengagumkan. Saya berharap termasuk di dalamnya. Bagi kami (petenis muda), musim
depan akan sangat menarik,” kata pemain asal Jermain itu.

Tak hanya Tsitsipas, Thiem, dan Zverev, masih ada petenis muda lain yang menjadi
pembeda dalam persaingan tenis dunia. Mereka adalah Daniil Medvedev (Rusia), Matteo
Berrettini (Italia), Denis Shapovalov (Kanada), Alex De Minaur (Australia), Felix Auger
Aliassime (Kanada), dan Frances Tiafoe (AS).*

loading...
T
Penulis
TSM
news
news