news
LIGA SPANYOL
Permintaan Griezmann pada Barca: Percayalah!
30 November -1 00:00 WIB
berita
Penyerang bintang Barca, Antoine Griezmann mengakui cukup kesulitan untuk bisa menyatu dengan permainan tim Katalunya tersebut. –Topskor/ist
BARCELONA – Antoine Griezmann sadar betul ia belum memberikan hasil yang diharapkan seluruh elemen di FC Barcelona. Faktanya memang begitu. Kontribusinya belum sebanding harganya; 120 juta (sekira Rp1,9 triliun), belum lagi dampak adanya konflik dengan Atletico Madrid.

Di sela-sela aktivitasnya bersama tim nasional Prancis, penyerang yang akrab disapa Grizzi ini pun memberikan pembelaan, pada wawancaranya dengan Telefoot. Ia menjelaskan kontribusi yang dirasa belum maksimal terjadi karena Barca memiliki gaya permainannya sendiri, dan apalagi sangat kontras dengan apa yang dimainkan dahulu bersama Atletico.




Baca Juga :
- Hanya Wakil Negara Elite di Kompetisi Antarklub Tertinggi Eropa
- Messi Berharap Bertemu Madrid yang Kuat




“Ada kesulitan dalam adaptasi. Untuk klub baru, rekan baru, dan taktik baru,” katanya pada program acara yang digagas TF1 Prancis itu. “Itu (Barca) bukan tempat yang mudah untuk bermain di dalamnya. Tetapi saya terus bekerja keras dan bangga dengan keberadaan saya kini. Saya seorang pemain yang lebih memikirkan (raihan) tim daripada individu.”

Ya, penyerang 28 tahun ini secara tak langsung menjelaskan bahwa torehan pribadinya bukanlah sebuah barometer. Sebab ia menjelaskan bahwa dirinya lebih main untuk berusaha melayani rekan timnya. Jika berhasil mencetak gol maka itu baik, tapi bukan tujuan utamanya. Griezmann merasa bahagia dengan dirinya sendiri jika tim bisa meraih kemenangan.


Baca Juga :
- Asa Mengembalikan Hegemoni Spanyol
- Griezmann ke Barcelona Bukan untuk Juara Liga Champions, tapi Ini Alasannya...


Untuk itu Grizzi meminta Barca terutama fan percaya padanya, yakni bahwa ia memberikan segalanya yang dia bisa untuk kesuksesan tim. “Pekerjaan itu (lebih ke tim daripada individu) akan menjadi bukti segalanya. Percayalah pada saya dan semuanya (kemampuan terbaiknya yang diharapkan) akan keluar dengan sendirinya,” katanya menjelaskan.

Sejauh ini jebolan Akademi Real Sociedad ini sudah 14 kali berada di starting 11 dari 16 pertandingan yang dilakoni Los Azulgrana –julukan Barca– di lintas kompetisi 2019/20. Ia hanya sekali tak dimainkan (lawan Sevilla FC) dan satu jadi pengganti (Real Valladolid). Namun performanya dinilai jauh dari memuaskan, terutama saat dipasang di kiri serangan.

Grizzi adalah pemilik menit main terbanyak kelima Barca musim ini dengan 1.210 menit di belakang Marc-Andre Ter Stegen (1.440), Gerard Pique (1.350), Frenkie de Jong (1.308) dan Clement Lenglet (1.252). Atau menjadi penyerang paling sering tampil. Akan tetapi golnya baru empat, jauh di bawah Lionel Messi (sembilan) dan Luis Suarez (delapan).

“Saya ingin jadi pemain penting di klub, memiliki lebih banyak menit main, gol, membuat umpan menentukan, dan membawa klub melesat di Liga Champions serta La Liga,” ucap Griezmann memberi tahu punya target jelas. Selain karena alasan itu, Barca dan fan pun layak sabar untuknya sebab berbagai bintang sebelumnya pun perlu waktu untuk bersinar.

Awal kedatangan yang berat seraya Grizzi sempat pula dirasakan oleh Ronald Koeman di 1989, pasca direkrut dari PSV Eindhoven. Semula ia dinilai tak memenuhi harapan sebagai bek idaman, dan bahkan sempat diganggu cedera. Tapi seiring waktu berjalan, pria asal Belanda bisa menjelma jadi legenda besar yang berperan vital untuk memenangkan trofi.

Sejatinya kisah awal tak memuaskan lalu kemudian memberi kebahagiaan juga dicatatkan Johan Neeskens sejak 1974, tapi namanya tak sebesar Koeman. Michael Laudrup pun sempat merasakan hal serupa. Ia yang awalnya meragukan jadi bagian vital serangan yang digagas pelatih Johan Cruyff, bahkan hingga membuat rival Real Madrid terpincut.

Pada 2004, ada Samuael Eto’o yang harus terus dibela pelatih Frank Rijkaard, sebelum pergi 2009 dengan rapor 108 gol dari 144 laga. Di 2007 giliran Thierry Henry yang kesulitan tapi pergi pada 2010 dengan membawa status legenda. Dan untuk kasus teranyar, dialami Suarez pada 2014 yang awalnya datang dengan keraguan soal sikap tapi kini memuaskan.*** TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...
D
Penulis
Dini Wulandari
news
news