news
LIGA ITALIA
Paqueta Cocok dengan Mekanisme Pioli
19 November 2019 12:44 WIB
berita
Gelandang AC Milan, Lucas Paqueta, siap jadi elemen utama skuat asuhan Stefano Pioli.-Topskor.id/istimewa-
MILAN – Ketika Lucas Paqueta diumumkan sebagai pemain anyar AC Milan, Januari lalu, ada antusiasme luar biasa menyelimuti klub. Dana sebesar 40 juta euro (sekira Rp622 miliar) dirasa pantas buat mendapatkan talenta brilian yang digadang sebagai penerus Ricardo Kaka tersebut. Apalagi penampilannya dalam beberapa pertandingan pertama juga sangat mengesankan.

Namun, selepas pergantian musim, sinar Paqueta perlahan memudar. Tanpa Gennaro Gattuso, pemuda 22 tahun itu seolah kesulitan menunjukkan performa terbaik. Bersama Marco Giampaolo, dia lebih sering masuk sebagai pengganti. Belum ada pertanda baik ketika Milan diasuh Stefano Pioli.




Baca Juga :
- Gattuso Bertolak dengan Skema Ini
- Napoli Menyongsong Era Baru




Tekanan tak cuma dirasakan eks gelandang Sao Paulo FC itu di level klub, tapi juga tim nasional Brasil. Talenta yang dimilikinya membuat pelatih Tite tak ragu memberikan nomor punggung 10. Sayangnya, sampai sekarang Paqueta belum bisa membayar kepercayaan tersebut dengan memuaskan. Bukti paling anyar terjadi pada laga persahabatan melawan Argentina, akhir pekan kemarin, di mana dia hanya bertahan 45 menit di lapangan.

“Sangat sedih melihat kostum nomor 10 Brasil berada di tangan yang salah,” komentar eks penyerang Brasil dan Milan, Rivaldo Ferrerira. “Ini bukan kritik, tapi saya justru berusaha melindunginya. Lucas adalah pemain bagus dengan masa depan cerah, tapi jangan memberi beban berat seperti kostum tersebut. Dia perlu berkembang dengan tenang.”


Baca Juga :
- Inter Menutup Sektor Kiri
- Update Hasil dan Klasemen Liga Italia Serie A, Senin Dini Hari WIB


Perkembangan yang paling tepat tentu di level klub bersama I Rossoneri. Saat ini, dia sedang berusaha memahami permainan taktik Pioli dengan lebih baik. Jika dilihat, statistiknya dalam beberapa pertandingan terakhir membaik dibanding awal musim. Rata-rata tembakan tercatat 2,4  perlaga, naik dibanding 0,6 pada era Giampaolo. Kemudian ada 46 bola dimainkan perlaga dibanding 37,8, dan juga 79,3 persen operan positif yang lebih baik daripada 78,5.

Perlahan tapi pasti, Paqueta mulai mendapatkan karakter gelandang lengkap yang diinginkan Pioli. Sebagai mezzala, dia belajar bagaimana memadukan teknik dan kekuatan fisik. Bukan hanya menguasai bola dan menciptakan peluang, tapi juga bertarung dengan lawan untuk mengantisipasi ancaman. Yang perlu dilakukan Paqueta saat ini adalah fokus dan menutup kuping dari komentar miring. Di usia 22 tahun, dia masih bisa tumbuh jadi pemain besar.

Tapi, perjalanan I Rossoneri menuju sukses tak ditentukan satu pemain. Selain Paqueta, beberapa nama yang belum maksimal pada awal musim juga harus meningkatkan performa. Salah satunya adalah Krzysztof Piatek, striker yang tiba pada musim dingin 2018. Seperti sang rekan, Kris juga mengawali karier secara luar biasa di San Siro, tapi kini juga meredup. Tiga gol dalam 12 penampilan Seri A bukan ciri bomber papan atas.

Kabar baiknya, Piatek tampil bagus bersama timnas Polandia, akhir pekan kemarin. Dipercaya sebagai starter, pemuda 24 tahun itu berhasil mencetak gol penentu kemenangan atas Israel dalam kualifikasi Piala Eropa 2020. Ini akan jadi suntikan moril baginya sebelum bergabung kembali ke Milanello.

Kemudian ada pula Franck Kessie yang jadi pahlawan kemenangan Pantai Gading atas Nigeria dalam laga pembuka Kualifikasi Piala Afrika 2021. Gol internasional perdana bagi gelandang muda tersebut, dipastikan membuat mentalnya membaik di tengah situasi sulit bersama Milan. Sudah dua laga beruntun, dia tak masuk tim asuhan Pioli, dicoret karena tak berlatih maksimal.*** Dari berbagai sumber

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news