news
TINJU
Apresiasi untuk Legenda Tinju, Wongso Suseno, Monod, dan Nurhuda
18 November 2019 16:19 WIB
berita
Monod (kedua dari kiri), H Nurhuda, dan Wongso Suseno bersama Direktur Jawa Timur Park 3, Kota Batu Suryo Widodo (kanan) dan Direktur Mahkota Promotion Gustiantira Alandy (kiri) - TopSkor/Noval Luthfianto

KOTA BATU – Perebutan sabuk juara dunia versi badan tinju IBA (International Boxing Association), di Jawa Timur  Park 3 Kota Batu, Minggu (17/11/2019) pagi hingga sore, tak hanya diramaikan dua partai uatam dan empat partai tambahan saja. Direktur Jawa Timur Park 3, Kota Batu Suryo Widodo didukung Mahkota Promotions, merassa perlu mengundang secara khusus memberikan penghargaan sebelum dua partai utama dilangsungkan, yakni para mantan petinju profesional Malang yang pernah mengharumkan nama Indonesia.

"Mereka adalah para petinju Malang yang pada eranya pernah mengharumkan nama Indonesia pada level tinju profesional internasional, seperti Wongso Suseno,  Nurhuda, Monod, dan banyak lagi petinju-petinju Malang Raya lainnya yang pernah menguasai ring tinju profesional di Indonesia dan tampil di level internasional. Intinya kita tak boleh melupakan mereka semua, sebab mereka jugalah yang menjadi tonggak sejarah dunia tinju profesional di Tanah Air memulai bersaing di level internasonal,"ungkap  Direktur Jawa Timur Park 3, Kota Batu Suryo Widodo.  

Mereka adalah, Wongso Suseno petinju pertama Indonesaia yang yang mampu meraih sabuk juara di level internasional. mantan petinju kelahiran Malang, 17 November 1945 pernah menyandang sabuk juara  OPBF (Oriental and Pacific Boxing Federation) Kelas Welter 66,6 kilogram usai menang angka atas Chang Kil Lee dari Korea Selatan, 28 Juli 1975 di Istora Senayan, Jakarta.

Kemudian petnju berjuluk si 'Macan Tutul', H Nurhuda yang kiibekerja di PDAM Kabuppaten Malang. Nurhuda merupakan juara Kelas Bulu Junior 55,3 kilogram di dua badan dunia WBC Junior dan IBF Intercontinental (1986-1987). Satu lagi, adalah Mariono yang memiliki nama ring Monod dengan julukan si 'Badak' dan 'Berhati Singa', karena tahan pukul, raja Kelas Bulu 57, 1 kilogram. 

Masih banyak mantan petinju-petinju profesional yang muncul dari  Malang Raya dan dibesarkan dari ring tinju bersejarah  GOR Pulosari di Jalan Kawi, Kota Malang dengan munculnya Javanoea BC yang didirikan Eddy Rumpoko dan alm Lucky Acub Zainal (Sam Ikul), yang juga menjadi bagian dari kekuatan tinju Indonesia di level internasional., Sebut saja, in-fight gong to gong Little Pono yag hadir juga, di Jawa Timur  Park 3 Kota Batu. Kemudian Michael Arthur (Bantam Jr), Abdi Pohan (Terbang), dan Edward Apay (Bantam)

Nama-nama beken lainya,  Thomas Americo sang juara OPBF kelas Welter Junior, Faisol Akbar, dan lima bersaudara 'Anak Terminal (Arte)' Joko Arter, Tejo Arter, Kid Manguni (Sutoyo), Jon Lee (Slamet Widodo, SH), dan si bungsu Dobrak Arter. Termasuk raja kelas Welter nasional, M Solikin. Mereka yang masih hidup kini tergabung dalam KMPPI (Kebersamaan Mantan Petinju Indonesia)


 

loading...
news
Penulis
Noval Luthfianto
__backpacker-nya Top Skor di Jawa Timur dan sekitarnya__(that's one thing you learn in sports, you don't give up and you fight to the finish)
news
news