news
LIGA INGGRIS
Tenggat untuk Pelatih Arsenal Sudah Ditetapkan
18 November 2019 13:40 WIB
berita
Masa depan pelatih Unai Emery di Arsenal semakin suram menyusul rangkaian hasil buruk di empat laga terakhir Liga Primer.
LONDON – Batas waktu (tenggat) bagi Unai Emery sudah ditetapkan. Kabarnya, manajemen Arsenal FC memberi waktu satu bulan lagi untuk pelatih asal Spanyol tersebut untuk membenahi tim.

Pierre-Emerick Aubameyang dan kawan-kawan tidak mampu menang dalam empat laga terakhir di Liga Primer 2019/20. Akibatnya, mereka pun tertahan di peringkat enam klasemen sementara dengan 17 poin, tertinggal hingga 17 angka dari Liverpool FC yang kokoh di puncak.




Baca Juga :
- Dipecat Napoli, Arsenal Sudah Kontak Ancelotti
- Arsenal Krisis Cedera, Ljungberg Kehilangan 3 Pemain




Situasi ini sangat menyedihkan bila mengingat Arsenal sudah menggelontorkan 152 juta paun (sekitar Rp2,7 triliun) belanja pada bursa transfer lalu. Namun, jangankan untuk bersaing dalam perebutan gelar. Demi masuk ke zona Liga Champions pun sulit.

Arsenal kini terpaut delapan poin dari juara Liga Primer, Manchester City FC, yang menempati urutan empat atau batas akhir ke Liga Champions musim depan. Itu mengapa, manajemen meminta Emery untuk segera bangkit dalam satu bulan ke depan.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga Inggris, Selasa Subuh Hari WIB
- Kolaborasi Pemain Muda dengan Senior


Bagi pemilik klub atau manajemen, situasi saat ini memang serbasalah. Mereka khawatir pemecatan Emery justru tidak menyelesaikan semua masalah. Di sisi lain, desakan untuk melengserkan pelatih asal Spanyol itu kian deras. Terutama, karena Emery gagal melanjutkan nilai-nilai yang telah ditinggalkan pelatih sebelumnya, Arsene Wenger.

Bahkan, salah satu sumber dari orang dalam Arsenal, mengatakan, “Keberadaan Emery membuat Arsenal kehilangan identitasnya. Dia gagal menepati janji sebelum menangani klub ini. Staf yang sudah lama bekerja di Arsenal pun tekejut dengan situasi ini.”

Pernyataan tersebut beralasan. Meski, tidak sepenuhnya kesalahan tertuju pada Emery. Sebab, dia menangani Arsenal yang memang sedang menurun. Pada musim terakhirnya, Wenger hanya mengantar The Gunners finis peringkat enam Liga Primer 2017/18. Apalagi, mengingat Arsenal belum pernah juara lagi sejak 2003/04.

Kehadiran Emery sempat menimbulkan ekspekstasi yang tinggi. Sebelum ke Arsenal, Emery mempersembahkan Ligue 1 2017/18 untuk Paris Saint Germain (PSG) FC. Emery juga sukses membawa Sevilla FC meraih hattrick juara Liga Europa pada 2013/14, 2014/15, dan 2015/16.

“Emery sempat membawa Arsenal tak terkalahkan dalam 22 pertandingan (di semua kompetisi). Ada gebrakan nyata darinya,” kata Perry Groves, mantan pemain Arsenal saat memenangi gelar Divisi Pertama (nama kompetisi tertinggi Inggris sebelum Liga Primer) 1988/89 dan 1990/91. “Namun, setelah itu, dia menyingkirkan beberapa pemain yang tidak dinginkan seperti (Nacho) Monreal, (Petr) Cech, dan (Aaron) Ramsey. Sayangnya, Emery justru mendatangkan pemain baru yang tidak berdampak positif.”

Usai jeda dua pekan, Arsenal akan menjamu Southampton FC di Emirates, Sabtu (23/11). Hingga pergantian tahun, The Gunners dijadwalkan untuk melakoni 10 pertandingan di semua ajang. Dalam periode itu, Man. City jadi lawan terberat yang dihadapi di Emirates pada 15 Desember diikuti menjamu Chelsea FC, 29 Desember.*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news