news
LIGA INGGRIS
Gelandang Tengah Chelsea Ini Ingin Lebih Konsisten
18 November 2019 13:35 WIB
berita
Gelandang Chelsea asal Kroasia, Mateo Kovacic (kanan), coba mengecoh pemain Ajax dalam pertandingan Liga Champions.
LONDON – Keputusan manajemen Chelsea FC saat mempermanenkan Mateo Kovacic dari Real Madrid CF pada 1 Juli lalu jadi sorotan. Sebab, saat jadi pinjaman pada 2018/19, penampilan gelandang berkebangsaan Kroasia ini tidak konsisten. Namun, manajemen bergeming dengan tetap menggelontorkan 45 juta paun untuk menebusnya dari Madrid.

Perlahan tapi pasti, Kovacic mampu membuktikan kepantasan harga mahal tersebut. Itu diperlihatkan pemain 25 tahun ini yang jadi andalan Frank Lampard di sektor tengah. Faktanya, Kovacic selalu dimainkan dalam 12 pertandingan di Liga Primer dengan mengemas satu assist.




Baca Juga :
- Inilah Rahasia Teknis di Balik Sukses Man. United
- Update Hasil dan Klasemen La Liga Spanyol, Minggu Dini Hari WIB




Kovacic pun mengaku sangat menikmati bermain di bawah asuhan Lampard. Bahkan, menilai penampilannya musim ini jadi yang terbaik dalam kariernya. Sebelumnya, dia sudah memperkuat Dinamo Zagreb pada 2010 hingga 2013, FC Internazionale 2013-2015, dan Madrid 2015-2018.

“Peran saya dalam pertandingan untuk membuka ruang kepada pemain lain. Ini kekuatan besar dan saya merasa untuk mencobanya lebih lanjut. Sebab, kami memainkan gaya yang sedikit berbeda dibanding musim lalu. Sekarang, kami lebih langsung dan agresif. Untuk posisi terbaik saya ada di lini tengah dengan dua gelandang,” kata Kovacic yang kini berlatih dengan tim nasional (timnas) Kroasia untuk kualifikasi Piala Eropa 2020.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga Inggris, Minggu Dini Hari WIB
- Giroud Dicoret dari Skuat Chelsea vs Everton


Dia juga tak masalah jika harus bermain jika Chelsea menerapkan tiga gelandang. Meski, Kovacic mengaku, formasi The Blues  dengan dua gelandang membuatnya lebih nyaman karena memberinya banyak kebebasan.

Bisa dipahami mengingat di Inter dan Madrid, Kovacic kerap berganti posisi. Baik sebagai play-maker, deep-lying playmaker, hingga pemain nomor delapan.Kovacic kini menemukan tempatnya di Chelsea baik pada formasi dua atau tiga gelandang.  

“Tentu, lebih baik untuk konsisten dalam satu posisi. Sering berganti posisi itu tidak begitu baik. Itu yang sempat jadi masalah dalam karier saya yang bersama Madrid sangat hebat tapi sulit. Kini, bersama Chelsea akan tiba dalam karier terbaik saya,” Kovacic, menambahkan.

Bahkan, dia termotivasi untuk melewati rekor Lampard. Yaitu, sebagai pemain tersubur dalam sejarah Chelsea berkat 211 gol di semua kompetisi. Sementara, hingga kini Kovacic belum merobek gawang lawan. Namun, dia percaya bisa segera mencetak gol untuk Chelsea.  

“Ini hanya masalah mentalitas. Agar saya bisa mencetak gol, jadi agresif, dan memiliki rasa lapar. Saya ingin meningkatkannya lagi,” ujar Kovacic.

Usai jeda kompetisi dua pekan, Chelsea akan menghadapi Manchester City FC di Etihad, Sabtu (23/11). Duel pekan ke-13 Liga Primer 2019/20 ini jadi uji konsistensi tim asal kota London ini yang sukses menyapu bersih kemenangan dalam enam pertandingan beruntun.  Saat ini, Chelsea menempati urutan ketiga klasemen sementara dengan 26 poin yang unggul satu angka dari Man. City, 25 poin.*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER
 

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news