news
LIGA INTERNASIONAL
Kecam Presiden FFF, Striker Madrid Ini Ancam Tinggalkan Prancis
18 November 2019 13:20 WIB
berita
Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps (kiri) kali terakhir memanggil Karim Benzema (kanan) sekitar empat tahun lalu.
PARIS - Karim Benzema sangat marah sekaligus kecewa terhadap pernyataan Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) Noel Le Graet belim lama ini. Le Graet menyebut, karier striker Real Madrid CF itu bersama tim nasional Prancis sudah tamat. Penyerang tengah 31 tahun itu pun langsung mengancam akan berseragam negara di luar Prancis.

Benzema tidak pernah lagi dipanggil untuk memperkuat timnas Prancis sejak 2015. Situasi tersebut terkait dengan keterlibatan mantan striker Olympique Lyonnais itu dalam kasus pemerasan video seks terhadap rekannya di skuat Les Bleus saat itu, Mathieu Valbuena.




Baca Juga :
- Asal Coret Tristan Koskor, Semen Padang Dihukum FIFA
- Penggemar The Reds asal Timur Tengah Bisa Tenang Menonton Piala Dunia Klub 2019




Pelatih Didier Dsechamps tidak pernah memberikan penjelasan mengenai masa depan Benzema di timnas Prancis. Tapi, Le Graet terang-terangan menutup pintu buat pemain berdarah Aljazair itu. “Karim Benzema pemain yang sangat bagus. Saya tidak pernah meragukan kualitasnya. Dia salah satu yang terbaik di posisinya, tapi kariernya di timnas Prancis telah berakhir,” ujar Le Graet.

Pernyataan Le Graet tidak pelak membuat Benzema berang. “Noel, saya sempat berpikir bahwa Anda tidak akan campur tangan dalam keputusan pelatih. Harap diingat bahwa saya dan hanya saya yang akan memutuskan kapan karier saya di timnas akan berakhir. Jika Anda percaya saya telah habis, biarkan saya bermain untuk negara lain dan kita akan lihat apa yang terjadi," jawab Benzema.


Baca Juga :
- Negara Leluhur pun Tidak Menerima Benzema
- Prancis Meningkat dari Sisi Teknik


Benzema adalah keturunan Aljazair dan dia juga telah mendapatkan paspor Spanyol karena telah lebih dari lima tahun berkarier di negara itu bersama Madrid. Tapi, keinginannya untuk memperkuat timnas lain selain Prancis hampir mustahil terwujud lantaran aturan FIFA. 

Dalam pasal 18 Statuta FIFA disebutkan bahwa “setiap pemain yang sudah tampil (baik penuh maupun sebagian) dalam sebuah pertandingan resmi dalam setiap kategori untuk sebuah asosiasi tidak boleh bermain dalam sebuah laga internasional untuk tim dari asosiasi lain.”

Selain itu, Benzema juga tidak memiliki dua kewarganegaraan (Aljazair dan Prancis). Sebab, setiap warga negara Prancis hanya diperbolehkan memiliki satu paspor. Berbeda dengan aturan yang berlaku di Spanyol.  

Tapi, FIFA juga tetap membuka peluang bagi seorang pemain untuk berganti timnas seperti yang tercantum pada Pasal 18.2. “Jika seorang pemain yang pernah dimainkan oleh sebuah asosiasi dalam satu laga internasional sesuai dengan pasal 5 alinea 2 telah kehilangan kewarganegaraan di negara itu secara permanen tanpa persetujuan atau bertentangan dengan kehendaknya lantaran keputusan otoritas pemerintah, dia boleh mengajukan permohonan untuk membela asosiasi lain yang kewarganegaraannya telah dia peroleh."

Situasi ini juga sulit buat Benzema karena dia harus melepaskan kewarganegaraan Prancis berdasarkan keputusan pemerintah negara itu, bukan karena keinginannya. Tapi, masih ada satu peluang terakhir bagi Benzema sesuai pasal 15 alinea 3.

“Setiap pemain yang punya hak untuk berganti asosiasi sesuai alinea 1 dan 2 boleh mengajukan permohonan tertulis kepada Sekretariat Jenderal FIFA. Komite Status Pemain akan memutuskan permohonan itu. Prosedurnya akan sesuai dengan Aturan Terkait Prosedur dari Majelis Komite Status Pemain dan Penyelesaian Sengketa. Begitu sang pemain mengajukan permohonannya, dia tidak boleh bermain untuk timnas manapun hingga permohonannya selesai diproses.”*RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news