news
UMUM
Juara AFF, Gagal Pra Piala Asia, Gagal Merlion Cup, Gagal Three Gorger Bank Cup, Mungkinkah Emas SEA Games?
18 November 2019 11:33 WIB
berita
Penyerang timnas Indonesia U-23 Egy Maulana Vikri - TopSkor/Media PSSI
JAKARTA – Laga perdana timnas Indonesia U-23 dalam SEA Games 2019, di Filipina, tinggal sepekan lagi. Selama 2019, total sudah 15 pertandingan yang dilakoni tim asuhan Indra Sjafri ini. Hasilnya, meraih enam kemenangan, empat imbang, dan lima kali takluk. Tak terlalu buruk, juga tak istimewa.

Pada awal tahun, Garudan Muda menggebrak dengan menjadi juara Piala AFF U-23 2019. Sayangnya, sebulan setelah itu, Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan gagal dalam Pra Piala Asia U-23 2020. Ini pukulan telak bagi Indra, sebab salah satu target dari PSSI kepadanya adalah lolos ke Piala Asia U-23.




Baca Juga :
- Sempat Cedera Tumit, Nova Emilia Raih Emas ke-70 untuk Indonesia
- Perolehan Medali SEA Games 2019 Filipina: Indonesia Ditempel Ketat Vietnam, Hanya Beda 4 Perak




Berbekal kegagalan tersebut, Indra mengajukan rancangan pemusatan latihan dan uji coba, agar target emas SEA Games 2019 tercapai. Du ajang pun diikuti Indonesia U-23, yakni Merlion Cup 2019 di Singapura dan Three Gorger Bank Cup R1 2019 di Cina. Hasilnya, tak ada piala yang dibawa pulang ke Indonesia.

Tapi Indra tak berkecil hati. Baginya, tiga kegagalan dalam ajang tersebut menjadi bahan evaluasi. Terbaru, sebagai sarana persiapan pemungkas menuju pesta olahraga Asia Tenggara tersebut, Indonesia beruji coba dengan Iran U-23. Hasilnya, sekali imbang 1-1, dan unggul 2-1, Sabtu (16/11) lalu.


Baca Juga :
- Indonesia dan Vietnam Berebut Status “Juara Umum” dari Emas Spesial
- Perolehan Medali SEA Games 2019 Filipina: Indonesia Lampau Target Emas Minimalis


Bila melihat rentetan hasil laga selama Januari-November ini, grafiknya meyakinkan. Selain lawan-lawan yang dihadapi berperingkat FIFA lebih baik, permainan yang diperlihatkan juga tak terlalu mengecewakan. Indra mengatakan, kemenangan atas Iran belum mutakhir. Performa Indonesia U-23 masih bisa lebih baik.

Menurut eks pelatih Bali United itu, performa puncak akan muncul dalam SEA Games 2019, yang akan berlangsung mulai 26 November nanti. Dalam ajang ini Indonesia tergabung di Grup A atau grup neraka, bersama Thailand, Vietnam, Singapura, Laos, dan Brunei Darussalam.

Indra meminta masyarakat percaya medali emas bisa diraih. “Dulu, setelah beberapa tahun tidak pernah juara Piala AFF U-22, Kami bisa  juara. Mudah-mudahan Tuhan sayang ke saya dan kami bisa buat sejarah baru. Dukung kami dengan doa tulus, percayakan kepada anak-anak untuk berjuang,” ucap Indra.

Sementara itu, selepas uji coba melawan Iran U-23, Indra mencoret empat pemain. Keempat pemain tersebut adalah Aleberto Goncalves, Hanif Syahbandi, Hambali Tolib, dan Rifad Marasabessy. Dengan ini tersisa 24 pemain. Artinya, akan ada empat pemain lain yang dicoret karena kuota SEA Games hanya 20 pemain.

Rencananya, skuat final untuk SEA Games akan diumumkan pada Senin (18/1) ini. Siapakah yang bakal dicoret? Bila mengacu pada kesempatan tampil dan performa saat dipercaya, posisi Muhammad Riyandi, Bagas Adi Nugroho, Gian Zola Nasrullah, dan Feby Eka Putra, paling rawan tercoret.

Bukan tak mungkin pula, Evan Dimas Darmono dilepas. Eks kapten timnas Indonesia U-19 (2013) itu tengah dibekap cedera, staminanya labil, dan performanya sedang menurun. Adapun pemain-pemain baru seperti Dodi Alekvan Djin, Irkham Mila, juga Muhammad Rafli, berpotensi masuk daftar.*** Sri Nugroho 

loading...
news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news