news
LIGA 2
Psywar Boleh Emosi Jangan, Fan PSMS Akan Meneror Pemain Persita
18 November 2019 11:03 WIB
berita
Fan PSMS di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring - TopSkor/Agustian Pratama
PSYWAR atau taktik menyerang sisi psikologis tim lawan, salah satunya oleh kelompok suporter sepak bola, lumrah terjadi dalam setiap pertandingan. Selama fase Grup Y babak delapan besar Liga 2 2019 di Palembang, kelompok suporter yang psywar-nya paling ramai dan meriah adalah PSMS Medan.

TopSkor mengamati satu persatu suporter dan penonton pendukung empat tim Grup Y di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, baik Persita, Persik, PSMS atau Martapura FC. Namun, psywar kelompok suporter PSMS memang lebih ramai dan terkadang sedikit menggunakan kata-kata "nakal".




Baca Juga :
- Suarez Cetak Gol Cerdas dengan Tumit, Fan Bilang Keterlaluan
- Begini Hasil Bedah Jam Terbang Pemain Vietnam U-22 dan Indonesia U-22




Salah satunya saat PSMS melawan Persik, yang berakhir imbang 1-1. Sepanjang laga, kelompok suporter PSMS meneriakkan yel-yel dari tribune timur dan tribune selatan. Sesekali kata-kata bernuansa menjatuhkan mental terlontar. Tak hanya teror kepada pemain, wasit pun tak luput dari rongrongan.

Kiper Persik Fajar Setya, salah satu pemain yang banyak mendapat teriakan beraroma psywar. Ini karena posisi Fajar tepat di depan tribune selatan. Tak pelak, Fajar menjadi bulan-bulanan untuk dijatuhkan mentalnya. “Suporter saya rasa semua kawan-kawan (pemain) sudah terbiasa dengan psywar seperti itu,” kata Fajar, Minggu (17/11).


Baca Juga :
- Gebrakan Baru, Tak Ingin Jadwal Kompetisi Liga 1 2020 Berubah-ubah, LIB Akan Mou dengan Polisi
- Tak Main-main, Liga 1 2019 Belum Rampung Persita Malah Bersiap Mulai 11 Desember untuk 2020


Salah satu pengobat mental yang dihajar suporter lawan adalah teriakan yel-yel dari suporter sendiri. “Dukungan suporter kami yang datang ke Palembang menjadi penyemangat kami. Mereka rela datang dari jauh dan mendukung kami. Kami akan berikan yang terbaik untuk mereka,” ucapnya.

Setelah Persik kecolongan satu poin dari PSMS, giliran Persita yang akan diteror pada Senin (18/11) ini. Adapun Ayam Kinantan, julukan PSMS, hanya butuh satu poin untuk lolos ke semifinal, sementara Persita butuh tiga poin agar bisa lolos. Mengenai hal ini, striker Persita Sirvi Arvani, mengaku tidak khawatir.

“Mudah-mudahan psywar suporter PSMS tidak akan mempengaruhi penampilan kami," kata Sirvi. Menurutnya, kunci menghadapi psywar tim lawan adalah tetap fokus menjalani pertandingan tanpa menggubris psywar yang ditujukan. “Ini laga penting buat kami. Kami harus konsentrasi sepanjang laga,” ujarnya.

Sirvi juga berharap agar kelompok suporter Persita tak kalah ramai dengan kelompok suporter dari Sumatera Utara. “Semoga suporter Persita lebih banyak lagi datang ke stadion untuk mendukung kami, karena dukungan suporter adalah suntikan tenaga buat para pemain selama bertanding,” katanya.

Ketua Umum SMeCK Hooligan Lawren Simorangkir mengungkapkan, sejak awal babak delapan besar sudah datang dari berbagai penjuru, baik dari Medan, Bandung, Jogja, Semarang, Jabodetabek, dan daerah lain. Semua ini mereka lakukan agar tim tercinta bisa kembali ke kasta tertinggi.

“Kami menyewa rumah di Palembang. Ada yang datang dengan bus, ada dengan pesawat. Melawan Persita nanti, mudah-mudahan 100 lebih anggota kami akan menyaksikan langsung," katanya. Lawren berharap, PSMS menang melawan Persita, walau dengan hasil imbang.* Agustian Pratama 

loading...
news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news