news
LIGA INTERNASIONAL
Pemain Belgia Ini Klaim Salah Satu Kiper Terbaik Dunia
16 November 2019 13:20 WIB
berita
Performa kiper Thibaut Courtois di timnas Belgia berbanding terbalik dengan di klubnya, Real Madrid.
SAINT PETERSBURG - Baik tim nasional Belgia maupun Rusia sudah merebut tiket ke putaran final Piala Eropa 2020. Namun begitu, kepastian siapa juara Grup I kualifikasi baru akan ditentukan saat kedua tim bertemu di kandang Rusia, Stadion Krestovsky, Sabtu (16/11).

De Rode Duivels—julukan timnas Belgia—butuh satu poin pada laga tersebut untuk memuncaki grup. Setelah mengalahkan Rusia, 3-1, di Brussels, Maret lalu, Belgia diyakini mampu mengulang sukses tersebut di Saint Petersburg.




Baca Juga :
- Kalau Lolos Timnas Rusia Boleh Tetap Main di Piala Dunia 2022, Tapi Syaratnya
- Spurs Incar Bek Norwich untuk Gantikan Alderweireld dan Vertonghen




Apalagi, pelatih Roberto Martinez bisa mengandalkan hampir semua pemain kuncinya kecuali bek tengah Jan Vertonghen dan bek kanan Thomas Meunier. Tapi, ada sedikit keraguan terkait performa kiper utama Thibaut Courtois.

Penjaga gawang 27 tahun itu kurang meyakinkan bersama Real Madrid musim ini. Dia telah kebobolan tujuh gol dalam 10 laga di La Liga dan kecolongan lima gol dalam empat laga di Liga Champions.


Baca Juga :
- Berbagi Foto Terbuka, Perenang Cantik Rusia Ini Marah Ditanya Besarnya Payudara
- Sempurna..! 10 Pertandingan 10 Kemenangan, Belgia seperti Pemenang Euro 2020


Meski begitu, Courtois menepis anggapan bahwa dia telah kehilangan ketangguhan di bawah mistar. Mantan kiper Atletico Madrid ini bahkan tidak malu-malu mengklaim dirinya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di dunia saat ini.

“Barangkali hanya ada 10 kiper hebat di dunia saat ini dan sulit memilih siapa yang terbaik di antara mereka," ujar Courtois. “Dengan bakat dan performa, saya yakin termasuk di antara yang terbaik. Itu pula yang jadi alasan kenapa saya menuai kritik belakangan ini.”

Courtois juga membantah bahwa dirinya bermain buruk di La Liga awal musim ini. “Saya baru kebobolan tujuh gol di La Liga. Jadi, tidak ada yang salah dengan penampilan saya,” ujarnya. Argumen ini sulit dibantah karena ketujuh gol terjadi dalam hanya lima pertandingan dan dalam lima laga lainnya dia selalu clean sheet

Kritik terpedas terhadap Courtois bermunculan saat Madrid kalah 0-3 dari Paris Saint-Germain pada matchday pertama fase grup Liga Champions September lalu. Dia lalu kebobolan dua gol lagi di babak pertama pada laga berikutnya lawan Club Brugge dan ditarik keluar saat turun minum. 

“Itu kedua gol aneh dan saya harus keluar lapangan karena sakit,” tutur Courtois. “Untuk mengkritik seseorang karena kebobolan adalah hal mudah, tapi saya tetap tenang dan berlatih. Saya tidak pernah ragu akan kemampuan saya. Kehilangan kepercayaan diri adalah kesalahan terbesar yang tidak boleh saya lakukan. Tekanan adalah sesuatu yang biasa di klub besar seperti Madrid dan saya tidak punya masalah dengan itu.”

Courtois mungkin tengah membela diri. Tapi, argumennya didukung oleh fakta yang sangat kuat. Dia tidak kebobolan dalam lima laga terakhir bersama Madrid di seluruh kompetisi. Courtois juga hanya kebobolan satu gol dalam delapan laga bersama Belgia di kualifikasi Piala Eropa 2020.

Dan, satu-satunya gol yang membobol gawang Courtois itu terjadi pada laga pertama lawan Rusia. Setelah itu dia selalu clean sheet dalam tujuh pertandingan berikutnya. Berkat ketangguhannya, Belgia jadi tim yang rekor defensif terbaik di kualifikasi Piala Eropa 2020 dan satu dari hanya dua tim masih mencatatkan rekor 100 persen bersama Italia di Grup J.*RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news