news
TOP FEATURE FOOTBALL
Kim Jefrrey Kurniawan, awalnya Dicemooh dan Didemo, namun Kini Jadi Idola Bobotoh
16 November 2019 14:53 WIB
berita
Gelandang Persib Kim Jeffrey Kurniawan/Foto: TopSkor/Ady Sesotya
BANDUNG – Tiga musim lalu kehadirannya di skuat Persib Bandung sempat memunculkan kontroversi. Kim Jeffrey Kurniawan yang  bergabung bersama Persib pada 2016 masuk bersama gerbong mantan pelatih Pelatih Pelita Bandung Raya, Dejan Antonic, yang ketika itu dipercaya menangani Maung Bandung.

Gelandang naturalisasi asal Jerman ini pun menerima cemoohan, bahkan sempat didemo bobotoh ketika berlatih di Lapangan Progresif. Bobotoh ketika itu menuding Kim sebagai anak emas dan selalu menjadi pilihan utama sang pelatih dalam, setiap laga.




Baca Juga :
- Soal Pemain Bidikan Persib Musim Depan, Ini Kata Manajemen
- Pelatih Puji Performa Pemain Pelapis Persib saat lawan Borneo FC




Tetapi, bagi pemain blasteran Indonesia-Jerman ini, hal tersebut tidak membuat mental tanding serta nyalinya menciut. Sebaliknya, Kim justru semakin termotivasi.  Perjuangannya untuk mendapat tempat di hati bobotoh begitu panjang dan penuh dengan ujian berat.

Sedikitnya, ia butuh 12 kali pertandingan untuk menjawab dan membuktikan kalau ia mampu dan tidak seburuk yang diperkirakan banyak bobotoh pada saat itu. Kim pun membuktikan dengan mencetak gol perdana untuk Persib mengalahkan PS TNI 3-0 pada kompetisi ISC A 2016. Saat itu ia mencetak gol menit ke-18.


Baca Juga :
- Compact Defense Jadi Taktik Jitu Roberts untuk Menuntaskan Dua Laga Sisa Persib
- Sisakan Dua Laga Kandang, Kans Persib ke Lima Besar Liga 1 2019 Terbuka Lebar


Uniknya gol tersebut dan gol terakhirnya yang dicetak ke gawang Arema FC  beberapa waktu lalu, momennya sama yakni gol pembuka. Hanya saja, gol kemenangan Maung Bandung atas Arema FC tersebut terbilang lebih cepat dibanding gol perdana tahun 2016 yaitu pada menit ke-6.

Kim memang berperawakan mungil. Namun, hal itu tidak menghalangi pelatih Persib saat itu Dejan Antonic untuk selalu memberikan kesempatan kepada Kim bermain lebih awal. Pelatih Maung Bandung saat ini Robert Rene Alberts pun sempat  memberi kepercayaan kepada mantan pemain Persema Malang itu.

Tapi,  belakangan Kim kerap menjadi pemain pengganti karena performanya dinilai tidak sebagus pemain inti lainnya. Ia tidak mengeluh, tetap membuktikan sebagai pemain profesional dengan terus berlatih.

Kim dikenal di kalangan rekan- rekannya sebagai pemain yang disiplin. Ia pandai menjaga kondisi.  Bahkan pada Liga 1 2018 lalu ia nyaris frustrasi ketika harus beristirahat lama akibat tebasan pemain Persija Jakarta, Rudi Widodo. 

Namun karena motivasinya yang kuat untuk sembuh dari cedera,  Kim pun kembali eksis dan tetap menjadi pilihan manajemen untuk memperkuat Maung Bandung. "Buat saya menjadi pemain profesional harus siap menganggung konsekuensi. Tugas saya berlatih dan bermain,  target saya setiap main kemenangan untuk tim," ucap Kim dalam sebuah kesempatan. 

Kim mengaku senang ketika diberi kepercayaan penuh untuk main menghadapi Arema FC. Karena itu penampilannya yang cemerlang  semata-mata ingin membuktikan bahwa ia belum habis. "Kepecayaan dari pelatih itulah yang membuat saya termotivasi. Bersyukur saya bisa memberikan yang terbaik, gol itu buat bobotoh," Kim menambahkan. 

Gol Kim ke gawang Arema FC pekan lalu memang berkelas. Tercipta melalui kerja sama yang sangat harmonis dengan Erwin Ramdani. Ia mengecoh hampir lima pemain belakang yang mengurungnya dan ia mampu menyelesaikan bola datar yang yang disodorkan Erwin. *Arief Nugraha K

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news