news
LIGA ITALIA
Skuat Napoli Akhirnya Setuju Melakukan Pemusatan Latihan
16 November 2019 13:53 WIB
berita
Hirving Lozano (kanan) melakukan latihan di Castel Volturno kemarin.-Topskor.id/istimewa-
NAPOLI - Tidak ada seorang pun yang menyangka situasi dalam skuat SSC Napoli bakal memburuk dalam waktu singkat. Bagai tsunami besar yang menghancurkan suluruh kota, konflik internal berpotensi merusak ambisi tim asuhan Carlo Ancelotti bersaing di jalur scudetto. Demi memulihkan kekompakkan, manajemen klub kini sedang mengatur pemusatan latihan khusus di Malta pada periode Natal. 

Bagi Ancelotti, rencana ini akan membangkitkan kenangan lama. Pada 13 tahun lalu, semasa masih menangani AC Milan, pelatih gaek itu juga pernah menjadikan Malta sebagai tempat memulihkan mental skuat. Situasinya bahkan lebih parah dari Napoli: I Rossoneri sedang terpukul oleh sanksi Calciopoli, harus mengawali Seri A 2006/07 dengan poin minus 8. 




Baca Juga :
- Sektor Tengah Fondasi Permainan Milan
- Sampdoria Kembali Tampilkan Wajah Lama




Andriy Shevchenko dan kawan-kawan berhasil mengukir tiga kemenangan beruntun untuk menghapus defisit, tapi kemudian mulai mengalami kesulitan. Memasuki November, Milan cuma mengemas 8 poin dalam 12 pertandingan, nyaris berada di zona degradasi. Jabatan Ancelotti sebagai pelatih pun terancam, dengan Marcello Lippi digadang sebagai pengganti. 

Situasi buruk memaksa Presiden Silvio Berlusconi turun tangan. Dia meminta skuat melakukan pemusatan latihan di Malta untuk memperbaiki harmoni dan kekompakan. Hasilnya, Milan langsung tancap gas pasca musim dingin, merangkai sejumlah hasil positif untuk finis di peringkat keempat Seri A. Yang lebih mengesankan, tim asuhan Ancelotti juga tampil luar biasa di Liga Champions, merengkuh gelar juara dengan mengalahkan Liverpool FC di final. 


Baca Juga :
- Misi Melindungi Hegemoni
- Tidak Jadi ke Inter, Dzeko Kini Bisa Hentikan Laju Inter


Kebetulan atau tidak, tapi kisah ini bisa diceritakan Ancelotti kepada para pemain Napoli untuk membangkitkan semangat. Situasi negatif yang dialami saat ini tidak seharusnya membuat tim terpuruk, tapi justru dijadikan pelajaran agar tampil lebih baik. Kemudian, pemusatan latihan di Malta juga jadi kesempatan bagi Ancelotti menemukan formula ideal bagi permainan I Partenopei.

Para bintang senior yang disinyalir jadi "biang keributan" sebisa mungkin dirangkul kembali. Tapi jika dirasa sulit, saatnya fokus memaksimalkan talenta muda. Misalnya Hirving Lozano, pembelian termahal di era Aurelio De Laurentiis (42 juta euro). Winger 24 tahun itu punya segudang potensi dan kualitas, namun sampai saat ini masih kesulitan memperlihatkan performa terbaik di lapangan. 

Sejak awal musim, Ancelotti lebih sering memasang Lozano sebagai penyerang tengah. Padahal, posisi terbaiknya adalah sayap, seperti yang diperlihatkan dalam dua pertandingan terakhir melawan RB Salzburg (Liga Champions) dan Genoa CFC (Seri A). Permain yang biasa dipanggil Chucky itu memiliki segalanya untuk jadi winger kelas dunia: kecepatan, teknik dribel, juga tembakan akurat. Sekarang tinggal bagaimana Napoli memberikan peran yang pas buatnya.

Lalu, juga ada Fabian Ruiz. Awalnya tak terlalu cemerlang, tapi belakangan mulai terlihat mengapa dirinya disebut sebagai penerus Marek Hamsik di San Paolo. Pemuda asal Spanyol itu berbekal visi luar biasa, kontrol bola di atas rata, kemampuan mencipta peluang, dan insting gol lewat tembakan jarak jauh. Jika sinarnya agak meredup dalam beberapa laga terakhir, itu karena Fabian agak terpengaruh dengan aura negatif di sekeliling tim. Tugas Ancelotti adalah membangkitkan kembali energi dan intenstitas dalam permainan sang pemain. 

Don Carletto juga perlu memotivasi para wajah anyar untuk memberikan lebih. Di saat Kalidou Koulibaly menurun, Kostas Manolas harus bisa muncul sebagai pemimpin lini bertahan. Kemudian Giovanni Di Lorenzo diharap bisa mempertahankan aksi cemerlangnya di sisi lapangan. Jika semua elemen kembali berfungsi, bukan tak mungkin Napoli bisa menulis cerita manis seperti Milan asuhan Ancelotti.* Dari berbagai sumber

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news