news
UMUM
Kalahkan PKNS U-21, Serangan Timnas Indonesia Masih Kurang Tajam
15 November 2019 12:28 WIB
berita
JAKARTA - Keberadaan Simon McMenemy akhirnya terjawab. Pelatih yang sempat dikabarkan akan mangkir untuk melatih timnas Indonesia, akhirnya datang juga. Simon dikabarkan sudah bersama tim sejak, Rabu (13/11) malam lalu.

Bahkan, kemarin, pelatih asal Skotlandia itu sudah ikut dalam kegiatan tim hingga mendampingi pasukan Garuda menjalani uji coba melawan PKNS U-21 yang berakhir dengan kemenangan 3-0. Walaupun dikabarkan pada laga tersebut Simon tak banyak memberikan instruksi dan lebih sering duduk di bench.




Baca Juga :
- Pelatih Timnas U-22 Malaysia: Juara Piala Dunia pun Saya Tetap Dipecat
- Menpora Yakin Indonesia Bisa Bawa Pulang Medali Emas Sepak Bola SEA Games 2019




Sementara, laga uji coba melawan PKNS U-21 di lapangan PKNS, Petaling Jaya, Kamis (14/11), digelar dalam tiga babak. Kemenangan timnas Indonesia dalam laga ini diciptakan oleh Septian David Maulana dan dua gol Lerby Eliandry.

Walaupun bermain dalam keadaan hujan, asisten pelatih timnas Yeyen Tumena mengatakan memainkan tiga babak dalam laga uji coba ini sebagai penyesuaian komposisi serta strategi tim. “Kenapa kami lakukan tiga kali 30 menit karena kami beri pemain untuk adaptasi 30 menit, kemudian coba komposisi lain 30 menit, kemudian di 30 menit selanjutnya. Hal ini untuk menemukan siapa sih yang bisa diandalkan di posisi yang kita harapkan,” kata asisten pelatih timnas Yeyen Tumena.


Baca Juga :
- Perolehan Medali SEA Games Filipina: Indonesia Kukuh di Posisi Kedua Tinggalkan Malaysia dan Vietnam
- Bingung Pilih Pelatih Timnas Senior? Tenang, Indra Sjafri Siap Jadi Pelatih!


Yeyen mengaku uji coba ini tentu tidak mudah bagi para pasukannya. Karena tim lawan juga diperkuat beberapa mantan pemain timnas Malaysia. Namun, ia menilai tim Garuda menunjukkan perkembangan dalam permainan.

 “Ini bukan hanya PKNS U-21, karena ada delapan hingga sembilan pemain senior bekas pemain timnas Malaysia. Bagus buat kami untuk lihat sejauh mana hasil latihan dua hari, berjalan atau tidak. Pemain sudah sedikit mengerti planning bermain untuk tanggal 19 nanti. Alhamdulilah, walau hujan licin, permainan sedikit keras, tetapi tidak ada cedera,” ujar Yeyen.

Beberapa catatan diberikan tim pelatih untuk skuat garuda. Mulai ketajaman, penyelesaian akhir, dan belum sempurnanya strategi serangan balik.

“Kami belum melihat ketajaman tim ketika melakukan serangan. Bagaimana ketika menang bola, lebih tajam memberikan tekanan di daerah lawan. kemudian bagaimana chemistry antara pemain. Tidak semua pemain bersama, sehingga perlu jam bermain bersama. Kemudian kami juga coba rotasi, kemungkinan di posisi mana yang harus berubah, ketika ada masalah saat pertandingan,” ujar Yeyen.

Sementara itu, terkait pelatih baru timnas, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria mengatakan pihaknya akan bergerak cepat untuk mengambil keputusan. Menurutnya, saat ini PSSI terus melakukan komunikasi dengan dua calon pelatih timnas yaitu Luis Milla (Spanyol) dan Shin Tae-yong (Korea Selatan). Kedua pelatih rencananya akan bertemu PSSI saat timnas Indonesia melawan Malaysia pada 19 November mendatang di Bukit Jalil.

“Intinya ketika sudah ditetapkan kami akan bergerak cepat dan nanti hasilnya pasti akan kami umumkan ke publik seperti apa rencana dan secara transparan. Kami akan pilih yang terbaik dari hasil itu karena kami menghadapi ajang yang harus dipersiapkan,” ujar Tisha.

Tisha mengatakan dalam waktu satu hingga dua pekan lagi PSSI akan mengumumkan pelatih timnas Indonesia yang baru. “Paling lama segitu karena ini terkait administrasi pendaftaran karena kami harus mendaftarkan untuk laga selanjutnya. Sepuluh hari sebelumnya dan surat-surat diurus kan tidak mudah,” Tisha menambahkan.

Tisha juga mengatakan ketika nanti pelatih baru terpilih tidak sesuai ekspektasi publik, maka PSSI siap bertanggung jawab. PSSI pun siap untuk menerima masukan dan kritikan dari suporter Garuda.

“PSSI akan selalu menerima kritikan, cacian, makian, dan sumpah serapah. Akan kami terima dengan senyuman dan kerja keras. Ini dinamika sepak bola. Jika itu terjadi tandanya banyak yang sayang sama PSSI. Kalau tidak, mereka tak akan nunggu sampai mengemukakan pendapatnya. Harus kami terima segala macam hal yang positif,” ujar Tisha.***NIZAR GALANG GANDHIMAR

loading...
R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news