news
ONE CHAMPIONSHIP
Wakili Indonesia, Petarung Indonesia Ini Bangga
14 November 2019 09:12 WIB
berita
Adrian “Papua Badboy” Mattheis, kurang lebih 3 bulan menjalani masa pelatnas di berbagai tempat seperti di Sukabumi, Jawa Barat
JAKARTA - Bagi Adrian “Papua Badboy” Mattheis, mewakili Indonesia di kancah internasional selalu menjadi sebuah kebanggaan. 

Setelah menjadi salah satu atlet Indonesia yang paling bersinar di panggung ONE Championship, Adrian kini berkesempatan mencetak prestasi baru dalam ajang SEA Games 2019 di Manila, Filipina. 




Baca Juga :
- Harga Tiket Final Sepak Bola SEA Games 2019 Naik 3 Kali Lipat
- Ada Bocoran Strategi Timnas U-22 Vietnam untuk Lawan Indonesia di Final




Perhelatan dua tahunan ini akan digelar pada 30 November sampai 11 Desember. Tahun ini merupakan edisi ke-30 pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara ini sejak pertama kali bergulir pada tahun 1959 di Bangkok, Thailand. 

Adrian akan tampil dalam cabang olahraga kickboxing, sesuatu yang tidak terlalu asing bagi atlet seni bela diri campuran ini.  


Baca Juga :
- Prediksi Indra Sjafri untuk Final SEA Games Timnas U-22 Indonesia Vs Vietnam
- Update Perolehan Medali SEA Games 2019 Filipina: Target Presiden Joko Widodo Terlampaui


“Saya ikut di cabang kickboxing. Persiapannya kiri kanan, karena MMA persiapan, kickboxing juga persiapan,” tutur atlet berusia 26 tahun yang berlaga dalam ajang ONE Championship: Dawn Of Valor di Jakarta pada tanggal 25 Oktober ini. 

Selama kurang lebih 3 bulan menjalani masa pelatnas di berbagai tempat seperti di Sukabumi, Jawa Barat, Adrian harus membagi waktu antara karier profesional, pendidikan, serta persiapan menghadapi SEA Games.

“Kickboxing tidak terlalu asing karena sebelumnya saya sudah pernah tanding di ajang kick boxing amatir. Sekarang, selain coach Zuli Silawanto, ada juga coach Yani sama coach Teguh yang khusus melatih kickboxing,” tuturnya.  

Mahasiswa Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta ini mengaku bangga bisa mewakili Indonesia dalam sebuah ajang internasional, apalagi dalam bidang yang ia nikmati. 

Atlet yang lahir di Maluku Utara ini pertama mengenal sepakbola dan sempat bergabung dengan Persiram Raja Ampat junior saat berpindah ke Papua di usia 6 tahun setelah terjadi konflik di tanah kelahirannya. 

Karena tidak disetujui orang tua, karier sepakbolanya terhenti dan diminta fokus pada bidang akademis. Namun saat kuliah di Jakarta, ia mulai menemukan minat baru dalam bela diri dan sejak saat itu, ia telah mendulang prestasi yang membuat bangga keluarganya.*

loading...
news
Penulis
Suryansyah
news
news