news
LIGA 1
Menjelang Laga Melawan Bali United, Persela Dihantui Perasaan Kurang Enak
14 November 2019 11:13 WIB
berita
Pelatih PSIS Bambang Nurdiansyah memutar otak dengan keras menjelang laga melawan Bali United - TopSkor/Ady Sesotya
MAGELANG – PSIS yang tengah berjuang menjauh dari zona degradasi akan kedatangan tim kuat dalam laga tunda pekan ke-22, Jumat (15/11). Laskar Mahesa Jenar bakal ditantang pemuncak klasemen sekaligus kandidat kuat jawara Liga 1 2019, Bali United di Stadion Moch Soebroto, Magelang.

Melawan Bali United, banyak pekerjaan rumah PSIS yang harus dibenahi jika tak ingin gigit jari. Tim asuhan Bambang Nurdiansyah ini ingin memperbaiki peringkat di klasemen. Saat ini, Bruno Silva dan kawan-kawan berada di peringkat ke-14 dengan 28 poin, atau hanya selisih dua poin dari Kalteng Putra.




Baca Juga :
- PSS Aman, Persela Ibarat Sedang Maraton
- Update Hasil dan Klasemen Liga 1 2019, Sabtu Malam




Kondisi ini sangat jauh dari kata aman untuk bertahan di kasta tertinggi musim depan. Persiapan serius pun dilakukan menjelang laga ini. Salah satunya, Banur, sapaan akrab Bambang Nurdiansyah, mempelajari rekaman pertandingan Bali United dalam tiga pertandingan terakhirnya.

“Kami sudah menjalani simulasi game setelah menganalisis kekuatan lawan (Bali United). Bagaiman mengantisipasi cara bermain Bali United dan apa yang harus dimaksimalkan dari celah yang ada di tim lawan coba kami lakukan dengan sebaik mungkin,” kata Banur kepada wartawan, kemarin. 


Baca Juga :
- MU Bisa Gigit Jari, Bidikannya Disodorkan Leicester Kontrak Baru
- Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Sabtu 7 Desember


Pelatih dengan lisensi Pro AFC Pro menambahkan, PSIS terus berupaya memperbaiki apa yang menjadi kekurangan tim. Adapun persoalan besar yang terus dimatangkan Banur adalah menajamkan pola serang lini depan dan mematangkan koordinasi dan organisasi lini belakang.

Masalah ketajaman, statistik Laskar Mahesa Jenar, julukan PSIS, memang cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, dari 26 pertandingan yang sudah dilakoni musim ini, PSIS baru membukukan 21 gol. Ini merupakan catatan terburuk dibandingkan dengan 17 kontestan Liga 1 2019 lainnya.

Bahkan, kontrasnya sangat tajam jika dibandingkan Bali United. Sejauh ini tim tamu yang bakal dihadapi itu sudah mengemas 40 gol dari 26 pertandingannya. Duet striker Ilija Spasojevic dan Melvin Platje menjadi tulang punggung, dengan mengoleksi 23 gol, atau melebihi jumlah gol PSIS. Rinciannya, 13 gol dari Spaso dan 10 gol dari Platje.

“Yang pasti saya selalu mencoba untuk terus memompa semangat dan motivasi pemain, termasuk untuk laga melawan Bali United Jumat (15/11),” ucap Banur.  Sayangnya, statistik kandang PSIS tidak memuaskan. Dari 10 penampilan kandang, PSIS hanya mampu mencetak tiga kemenangan kandang.

Adapun sisa laga kandang PSIS musim ini hanya tinggal enam, termasuk melawan bali United. Masalahnya, tim-tim yang akan dijamu merupakan tim papan atas. Hanya Semen Padang FC saja yang sama-sama tim papan bawah. Artinya, tim dengan kostum kebesaran biru itu harus garang di kandang.

Bila tak mampu memperbaiki catatan kandang tersebut, bisa jadi PSIS akan menjadi salah satu tim yang terdegradasi. Hal ini sangat dihindari. Karenanya Banur meminta tim asuhannya tampil penuh gairah di kandang. Status lawan yang di puncak klasemen, diharapkan tak meruntuhkan mentalitas pemain.* Sri Nugroho 

loading...
news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news