news
UMUM
Kembalikan Fungsi GBK, Djohar Arifin: Menpora Harus Bicara pada Presiden
13 November 2019 21:34 WIB
berita
Anggota Komisi CX DPR-RI, Djohar Arifin Husein dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X dengan Kemenpora, KOI, dan KONI Pusat di Gedung DPR-RI Jakarta, Rabu (13/11/2019).
JAKARTA - Fasilitas olahraga di Komplek Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, sejatinya wadah bagi para atlet untuk mengukir prestasi. Tapi, faktanya tak mudah mereka menikmatinya.

GBK berstandar internasional. Pas untuk menunjang para atlet berlatih. Tapi, lantaran dikomersilkan, para atlet sulit memanfaatkannya. Harga sewanya terbilang selangit. Padahal mereka butuh fasilitas memadai agar bisa mengukir prestasi.




Baca Juga :
- Update Perolehan Sementara Medali SEA Games 2019: Indonesia Naik ke Peringkat Ketiga
- Emas untuk Indonesia Bertambah Lagi, Total 4 dari 3 Cabor




"Komplek GBK itu didirikan Presiden Soekarno untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di forum internasional. Menyedihkan jika fasilitas itu tidak bisa dimanfaatkan untuk menunjang prestasi atlet Indonesia karena sewanya terlalu mahal dimana pengelolanya lebih mengedepankan segi komersialnya," kata Anggota Komisi CX DPR-RI, Djohar Arifin Husein dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X dengan Kemenpora, KOI, dan KONI Pusat di Gedung DPR-RI Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Politisi partai Gerindra ini meminta pemerintah mengembalikan fungsi Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, untuk fasilitas olahraga bagi persiapan para atlet-atlet Indonesia menghadapi multi event dan kejuaraan internasional lainnya. 


Baca Juga :
- Update Perolehan Sementara Medali SEA Games 2019: Emas Indonesia Akhirnya 2 Digit
- Akhirnya Sumbang Emas, Begini Komentar Edgar Marvelo


“Saya minta komplek olahraga Senayan dikembalikan fungsinya untuk olahraga, sehingga tak ada halangan apapun waktu mereka (atlet) berlatih dengan memanfaatkan fasilitas yang ada,” imbuhnya.

Untuk mengembalikan fungsi GBK, kata  Djohar, meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali berbicara dengan Presiden RI Jokowi untuk meminta pengelolaan GBK khusus fasilitas olahraga di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). 

”Bisnis silahkan, hotel, mall, itu oke diambil oleh Sekneg (Sekretaris Negara). Tapi seluruh kompleks olahraga itu harus dipegang di bawah kontrol menteri pemuda dan olahraga. Jadi, fasilitas yang tersedia bisa digunakan atlet kapan saja bisa berlatih, sesuai dengan program latihannya dalam menghadapi multi event," terang Johar.

Bagi Djohar, Indonesia hanya  mimpi bisa mengembalikan kejayaan olahraganya, bilamana tidak ditunjang  fasilitas. Makanya, dia berharap diawal kepemimpinan Presiden Jokowi memasuki periode yang kedua ini lebih memperhatikan olahraga.

“Prestasi olahraga Indonesia butuh perbaikan dan peningkatan. Jadi, pemerintah harus memberikan fasilitas yang memadai sehingga prestasi yang diharaplkan bisa terwujud ke depan,” tandasnya.*

loading...
news
Penulis
Suryansyah
news
news