news
INFOGRAFIS
Kante Kembali, Lini Tengah Chelsea pun Makin Kuat
13 November 2019 14:45 WIB
berita
Gelandang Chelsea, N'Golo Kante, sudah fit dan siap beraksi di lini tengah tim asuhan Frank Lampard.
LONDON - Frank Lampard menghadapi sejumlah kendala sejak mengambil alih Chelsea, paling utama larangan transfer dari FIFA. Namun, ada yang baru untuk diatasi pelatih The Blues itu saat laga melawan Crystal Palace pada Sabtu (9/11). Pertama kalinya, dia harus memulai pertandingan Liga Primer tanpa Jorginho menjaga lini tengahnya.

 




Baca Juga :
- Statistik Kiper Utama Chelsea Ini Bikin Waswas
- Kolaborasi Pemain Muda dengan Senior




Jorginho telah menempatkan masa-masa debutnya yang sulit di belakangnya musim ini, menjelma menjadi tokoh kunci di bawah pelatih baru - yang menggambarkan pemain asal Italia itu sebagai "pemimpin" di ruang ganti Stamford Bridge. Total memainkan 954 menit dari kemungkinan 990 sebelum diskors untuk laga menghadapi The Eagles.

Untung bagi Lampard, ketidakhadiran Jorginho bertepatan dengan kembalinya N'Golo Kante dari cedera pangkal paha. Gelandang asal Prancis itu menggantikan Jorginho dan bersama Mateo Kovacic membantu Chelsea menjaga clean sheet pertama dalam empat pertandingan sekaligus mengklaim kemenangan keenam berturut-turut di Liga Primer.


Baca Juga :
- Lagi, Kasus Rasial Terjadi di Sepak Bola
- Guardiola Tidak Pedulikan Kritik soal Taktik


Lampard melanjutkan formasi 4-2-3-1 yang melayaninya dengan sangat baik sepanjang beberapa pekan terakhir, dengan Mason Mount terus tampil mengesankan sebagai No 10, dibantu Kante dan Kovacic yang bekerja bersama-sama di belakangnya. Masalahnya sekarang bagaimana lini tengah akan terbentuk ketika Jorginho bebas dari skors?

Artinya ini dilema bagi Lampard, terlebih mengingat betapa mulusnya Kante kembali ke tim. Muncul di posisi bek kiri Palace untuk menekan Patrick van Aanholt pada satu saat kemudian berteleportasi ke sudut yang berlawanan dari lapangan, membantu Chelsea memenangkan bola sebelum menyodorkan umpan kepada Kurt Zouma di bek tengah.

Khas Kante! Dan meskipun ada beberapa tanda keletihan, data pelacakan Liga Primer menunjukkan bahwa Kante lebih banyak bergerak daripada rekan-rekan setimnya (11km), gerakannya yang terus-menerus digarisbawahi oleh fakta bahwa ia mencatat kecepatan rata-rata tertinggi juga.

Posisi terbaik Kante jadi subyek debat musim lalu Maurizio Sarri dikritik karena lebih memilih Jorginho di posisi jangkar. Lampard bersikeras tidak mengkategorikan Kante sebagai gelandang bertahan. Lawan Palace, dia memberi Kante kebebasan berkeliaran, naik turun lapangan, bergiliran dengan Kovacic ketika memainkan peran bertahan.

Di akhir pertandingan, Kante menyelesaikan tujuh operan panjang dari tujuh peluang, lebih banyak dari gabungan lima penampilan sebelumnya. Dia bisa saja mencetak gol dan assist. Tembakannya di babak pertama diblokir Vicente Guaita. Jelang jeda umpan diagonalnya yang cerdik ke area pertahanan gagal dimaksimalkan Michy Batshuayi.

Lampard mungkin memasang Kante dan Jorginho setelah jeda internasional, melawan Manchester City. Tetapi jika ingin tetap dengan formasi 4-2-3-1 seperti laga Sabtu di Stamford Bridge, itu berarti mendepak Kovacic. Alternatifnya, kembali ke formasi 4-3-3 dengan Kante dan Kovacic di kedua sisi lapangan. Jorginho jelas tidak tergantikan.*Nurul Ika Hidayati

 

loading...
I
Penulis
Irfan Sudrajat
news
news