news
INFOGRAFIS
Abraham Lebih Efektif dibanding Rashford
13 November 2019 14:20 WIB
berita
Penyerang Chelsea, Tammy Abraham, mampu membuktikan ketajamannya seperti musim lalu ketika masih bermain di Aston Villa.
LONDON – Marcus Rashford memang lebih dulu melompat ke Liga Primer, tepatnya sejak 2015. Dari akademi Manchester United (MU), penyerang 22 tahun tersebut kini menjadi salah satu pemain potensial masa depan Inggris. Rashford, setelah itu kemudian sudah mendapatkan tempat di tim senior Tim Setan Merah.

Berbeda dengan Tammy Abraham. Penyerang muda Chelsea ini sebenarnya pun sempat mencicipi keras dan menantangnya pertandingan Liga Primer. 11 Mei 2016, Abraham tidak akan melupakan momen ketika pelatih Chelsea saat itu, Guus Hiddink, memanggilnya masuk tim senior dan menurunkannya sebagai pemain pengganti dalam laga lawan Liverpool.




Baca Juga :
- Kante Nyaman Bermain dengan Taktik Lampard
- The Blues Cari Suksesor Hazard




Meski demikian, dia tidak bisa bertahan di tim senior karena kemudian dipinjamkan ke Bristol City yang membuatnya harus bermain di level kedua yaitu Championship. Semusim kemudian, Abraham kembali dipinjamkan ke Swansea City yang bermain di Liga Primer, tapi kembali dipinjamkan ke Aston Villa pada musim lalu.

Tapi, pengalamannya di Villa justru membuatnya semakin matang, makin tangguh, dan mengasah kemampuannya dalam menorehkan gol. Total, Abraham menorehkan 25 gol untuk Villa musim lalu dan menjadi kunci sukses tim ini promosi ke Liga Primer. Rapor ini pula yang membuat Frank Lampard memutuskan mempromosikan Abraham ke tim senior sejak awal musim ini.


Baca Juga :
- Faktor Ini Membuat Keita Bermain Taktis
- Lingard di Jalur yang Benar


Ya, Rashford dan Abraham, merupakan penyerang yang kini masuk dalam skuat timnas Inggris untuk laga lawan Montenegro dan Kosovo pada 14 dan 17 November. Keduanya memiliki jalan yang berbeda. Rashford relatif lebih “mudah” karena dia langsung tempat di tim senior sementara Abraham harus menghadapi jalan yang berbeda.

Keduanya memiliki rapor yang mengesankan pada 2019/20 ini. Meski demikian, ada satu pencapaian yang diperlihatkan Abraham dan membuatnya terlihat jauh lebih bersinar dibandingkan dengan Rashford. Gol yang diciptakan Abraham ke gawang Crystal Palace, pekan lalu, membuatnya total menorehkan 10 gol di Liga Primer.

Dengan jumlah tersebut, Abraham ada di posisi kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak sementara di bawah Jamie Vardy (Leicester City) dengan 11 gol. Dan, dengan 10 gol itu pula membuat dia mampu menyamai pencapaian tertinggi produktivitas Rashford yang diraih pada musim lalu (2018/19).

Meski demikian, jika 10 gol tersebut merupakan total gol Rashford sepanjang musim (33 pertandingan), Abraham justru meraih angka tersebut setelah hanya bermain dalam 12 pertandingan. Perbandingan antara Abraham dan Rashford menjadi perhatian karena keduanya sama-sama masuk timnas dan keduanya memiliki usia yang sama: 22 tahun.

Abraham dan Rashford lahir pada tahun dan bulan yang sama (Oktober) 1997. Namun, Abraham lahir pada tanggal 2 sedangkan Rashford pada 31 Oktober. Perkembangan Rashford di MU memang tersendat karena situasi yang dihadapi klub ini. Pergantian pelatih serta beban yang diberikan, plus posisi dan perannya di lapangan, membuat Rashford tidak mampu mempertahankan ketajamannya.

Faktanya, musim lalu merupakan satu-satunya pencapaian Rashford ketika dirinya berhasil mengukir dua angka dalam soal gol.  Sedangkan dalam musim debutnya bersama MU, Rashford membutuhkan 32 pertandingan untuk mencapai lima gol. Sebaliknya, Abraham beruntung berada di bawah kepelatihan Lampard dan dalam situasi Chelsea yang memang membutuhkan peran dari pemain mudanya.

“Saya berharap Abraham mampu meningkatkan jumlah golnya dari yang diraihnya ketika bersama Villa,” kata Lampard, memberikan tantangan kepada pemain mudanya ini. Dan, karena gol-gol Abraham pula, Chelsea kini justru ada di papan atas klasemen sementara.*

loading...
I
Penulis
Irfan Sudrajat
news
news