news
LIGA ITALIA
Milan Masih Fluktuatif
13 November 2019 16:21 WIB
berita
Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, mesti meredam kinerja timnya yang fluktuatif.-Topskor.id/istimewa-
MILAN – Rapor AC Milan yang fluktuatif setiap pekan tak pelak mengundang tanda tanya di benak tifosi. Bagaimana tidak, tim tersebut tampak menjanjikan di awal kepemimpinan Marco Giampaolo. Karena salah langkah, mereka terkapar tak berdaya dan menjauh dari target.

Penyakit tersebut terlihat dalam lawatan ke Allianz Stadium akhir pekan lalu. Milan tampil bagus dan percaya diri tapi tidak bisa memanfaatkan kondisi di mana Juventus FC kerap kehilangan konsentrasi. Skuat besutan Maurizio Sarri bangkit di babak kedua dan tanpa ampun menghukum tamunya.




Baca Juga :
- Allan Dimusuhi De Laurentiis, Dibela Gattuso
- Ada 12 Lembaran Rahasia di Kontrak Gattuso




Kekalahan ketujuh dari 12 pertandingan itu seperti yang pernah terjadi pada musim 1941/42. Walau begitu, hasil tersebut tidak terlalu mengecewakan. Sebab Alessio Romagnoli dan kawan-kawan telah menunjukkan beberapa aspek positif. I Rossoneri berupaya menutup pertandingan melawan Juve dengan intensitas bagus, terus berusaha sampai akhir. Ini membuktikan mereka berada dalam kondisi prima.

Pelatih Stefano Pioli tinggal menguatkan sinyal kebangkitan dan memperbaiki kelemahan. Prosesnya perlu dipercepat karena saat ini Milan hanya selisih empat poin dari zona degradasi.


Baca Juga :
- Pekerjaan Rumah Pioli
- Milan Terpikat Pemain Minim Pengalaman


Seandainya mereka takluk di tangan SSC Napoli, maka rangkaian kegagalan bertambah jadi delapan dalam 13 pekan. Hasil itu pastinya akan membuat suasana Milanello muram sekaligus tegang. Tak bisa dipungkiri, krisis gol berimbas kepada tertahannya tim di papan tengah. Saat ini, mereka baru memproduksi 13 gol (setahun yang lalu dalam periode sama sudah 21 gol).  

Memang data itu masih lebih baik ketimbang musim 1994/95, di mana tim hanya mencetak 10 gol. Namun, anak buah Pioli dilarang bangga. Mereka harus mengobati sektor depan yang mengalami kelumpuhan.

Perhatian utama akan tertuju kepada Krzysztof Piatek. Jika sebelumnya memiliki alibi kurangnya acuan, sekarang tidak ada lagi alasan. Di Stadium, bomber asal Polandia ini memiliki tiga peluang di area dalam 20 menit pertama tapi tidak ada satu pun yang berhasil diubah menjadi gol.

Jika dibandingkan dengan kinerja Kris musim lalu sangat berbeda. Saat ini, dia baru menciptakan tiga gol dibanding sembilan gol (2,8 rata-rata tembakan banding 4,2). Jauh berbeda dengan musim lalu, di mana pemuda itu memproduksi 167 tembakan banding 206. Sedangkan rasio tembakan ke gawang menurun, 46 banding 72 musim lalu. Kiper Gianluigi Donnarumma justru rapuh di babak kedua. Dengan gol Paulo Dybala kemarin, sudah ada 10 dari 16 kebobolan gol yang diterima dalam setengah jam terakhir.

Sambil menunggu jalan keluar atas serangan yang loyo, Pioli menggodok skema 4-3-2-1 dengan variasi 4-3-3. Suso dan Hakan Calhanoglu merupakan elemen penting yang menentukan manuver dari sayap. Pelatih mesti menggali ide supaya skuatnya lebih seimbang. Dengan barisan pemain yang lebih berdekatan, tugas sektor tengah lebih ringan. Lucas Paqueta, Ismael Bennacers dan Rada Krunic bisa jadi opsi utama.* Dari berbagai sumber

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news