news
LIGA ITALIA
Peringatan Bagi CR7
13 November 2019 12:09 WIB
berita
Striker Juventus, Cristiano Ronaldo, menuju ruang ganti setelah diganti dalam laga lawan AC Milan.-Topskor.id/istimewa-
TURIN – Kemenangan atas AC Milan mengantarkan Juventus FC kembali ke puncak Seri A. Namun, sangat sedikit yang membicarakan hal-hal positif tersebut setelah pertandingan di Stadion Allianz, Minggu (10/11) malam. Fokus publik justru tertuju pada ketegangan antara bintang I Bianconeri Cristiano Ronaldo dengan pelatih Maurizio Sarri,

Semua berawal di menit ke-55, ketika Sarri menggantikan Ronaldo dengan Paulo Dybala. Keputusan ini rupanya tak diterima dengan baik oleh sang penyerang. Dia merasa masih bisa memecah kebuntuan versus Milan, jadi pahlawan di hadapan pendukung sendiri. Tambahan lagi, ini kali kedua Ronaldo ditarik keluar secara beruntun (setelah versus FC Lokomotiv Moscow di Liga Champions)—belum pernah terjadi selama dirinya memperkuat Juve.




Baca Juga :
- Ibrahimovic: Ronaldo Pemenang 5 Ballon d'Or Bukan Ronaldo Asli
- 5 Pemain Ini Bisa Dibeli Manchester United




Ronaldo geram, menggumamkan sumpah serapah ke arah Sarri, sebelum berjalan langsung ke lorong stadion tanpa mengindahkan sang pelatih. Fakta bahwa Dybala kemudian malah jadi penentu kemenangan Juve, sama sekali tak membuat suasana hatinya lebih baik. Mantan bintang Manchester United FC dan Real Madrid CF itu bahkan pergi meninggalkan stadion sebelum pertandingan selesai.

Bisa dipahami kekecewaan Ronaldo, tapi tindakannya tetap tak bisa dibenarkan. Biasanya, ketidakprofesional macam ini bakal berujung sanksi berat bagi pemain. Namun, manajemen Juve lebih memilih tidak memperkeruh suasana. Tentu akan ada peringatan buat Ronaldo, tapi tidak sampai menjatuhkan denda. Klub ingin semua diselesaikan secara tertutup antara CR7, Sarri, dan rekan-rekan lainnya.


Baca Juga :
- Operasi Lancar, Khedira Menjauh dari Juventus Hingga Maret 2020
- Update Hasil dan Klasemen Liga Italia Serie A, Senin Dini Hari WIB


Pendekatan pertama dilakukan Wakil Presiden Pavel Nedved dan Direktur Olahraga Fabio Paratici, meminta Ronaldo untuk tidak mengulangi sikap serupa di masa depan. Namun, mengingat sang pemain sudah terbang ke Portugal untuk melakoni tugas internasional, petinggi klub akan menghubungi agen Jorge Mendes (perwakilan Ronaldo) untuk menjelaskan situasi dan mencari jalan keluar.

Ketika para pemain sudah kembali ke Continassa, barulah semuanya dikumpulkan dalam satu ruangan. Ronaldo diharap menjelaskan mengapa dirinya bertindak terlalu jauh sampai mengabaikan pertandingan. Meninggalkan stadion tanpa menunggu tim kembali ke ruang ganti adalah sikap yang tidak menghormati rekan- rekan. Sebagai salah satu figur senior dan pemain besar di skuat Juve, Ronaldo seharusnya bisa memberi contoh lebih baik.

Sementara Sarri tampak lebih bijak menyikapi persoalan. Dia tak menyalahkan respons emosional Ronaldo, tapi juga siap berbicara empat mata dengan sang pemain. Allenatore 60 tahun itu punya alasan kuat saat melakukan pergantian, yakni kondisi Ronaldo yang tidak fit. Dalam beberapa pekan terakhir, CR7 mengalami masalah lutut yang bisa kian parah jika terus dipaksa bermain. Sarri hanya menerapkan langkah preventif.

“Situasi seperti wajar terjadi dalam sepak bola. Pemain selalu ingin berada di lapangan dan marah ketika digantikan. Tapi pelatih juga benar, Ronaldo tak berlatih seratus persen belakangan ini karena problem fisik. Kami semua ingin yang terbaik bagi tim,” kata kiper Wojciech Szczesny. “Tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ketika Ronaldo menemukan kembali kondisi terbaik, dia akan membuat perbedaan seperti yang biasa dilakukannya.”

Gesekan antara pemain dan pelatih Juve sebenarnya bukan cerita baru. Di era Massimiliano Allegri pun, hal ini kerap terjadi. Misalnya Paulo Dybala yang kesal karena tak jadi bermain meski sudah melakukan pemanasan melawan Parma Calcio. Dia langsung pergi ke ruang ganti dan mengacuhkan sang pelatih. Sepekan kemudian, La Joya minta maaf kepada tim. Lalu juga ada Leonardo Bonucci yang dicoret karena bertengkar dengan Allegri di lapangan.

Sebagai bentuk penyesalan, bek senior itu membawa seluruh tim makan malam. Ronaldo sepertinya juga akan melakukan hal serupa. Bagaimanapun, insiden Minggu kemarin adalah ledakan emosi sesaat. Ketika pikiran lebih tenang, CR7 diyakini bisa melihat kecerobohan sikapnya.*** Dari berbagai sumber

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news