news
LIGA 2
Persita vs Persik, Duel Tim yang Pernah Berjaya di Era 2000-an
12 November 2019 14:05 WIB
berita
PALEMBANG - Persita Tangerang bakal menjajal kekuatan juara Grup Wilayah Timur Persik Kediri, pada laga kedua babak delapan besar Grup Y Liga 2 2019, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Kamis (14/11) mendatang.

Duel Persita melawan Persik ini akan menjadi  salah satu duel paling seru. Pasalnya, jika melihat historikal kedua tim,  sama-sama pernah merasakan kejayaan di Liga Indonesia era 2000-an. Kini kedua tim sama-sama sedang menata kembali kejayaan masa lalu tersebut dengan berburu tiket promosi ke Liga 1 2020.




Baca Juga :
- Dua Pemain Timnas U-22 Indonesia Sudah Bergabung dalam Latihan Persebaya
- Ditarik Juara Liga Malaysia, Eks Pelatih Fisik Timnas U-19 Tidak Sulit Beradaptasi di Kota Sabah




Bentrok terakhir kedua tim terjadi  Liga 1 2014 lalu, Persita ditahan 1-1 di kandang sendiri oleh Persik. Lalu, Persita kalah 3-1 saat bertandang ke markas Persik di Liga 1.

Kini di musim 2019, kedua tim akan berjumpa lagi dengan komposisi dan pelatih  berbeda.


Baca Juga :
- Jika Serius, Luis Milla Minta PSSI Kirim Surat Resmi
- Hadapi PSS, PSM Siap Menutup Laga Terakhir dengan Pesta


"Juara Liga era 2000-an bukan menjadi tolok ukur hasil pertandingan nanti. Karena suasananya tentu berbeda,” kata pelatih Persita Widodo Cahyono Putro, Senin (11/11).

Widodo melihat, Persik hingga saat ini masih menjadi tim yang berbahaya. Apalagi pada fase grup menjadi juara. Artinya kualitas tim  ditunjang skill mumpuni para pemainnya membuat Persik patut diwaspadai kekuatannya.

“Saat Persik melawan PSMS Medan pada laga perdana babak delapan besar kemarin, PSMS Medan diunggulkan. Tapi Persik bisa menahan imbang sehingga skor menjadi 1-1,” kata Widodo.

Namun mantan pelatih Sriwijaya FC ini enggan membahas dalam detail tentang calon lawannya tersebut. Hanya saja Widodo  punya  catatan kelemahan dan kelebihan Persik. “Bagaimana karakter mereka saya enggak bahas di media,” ucap Widodo.

Widodo pun enggan menyebut evaluasi apa yang akan dilakukannya usai kebobolan dua gol saat mengalahkan Martapura FC 3-2 pada laga perdana. “Kami tetap ada evaluasi, tapi belum kami bahas, biarkan anak-anak fresh dulu,” kata Widodo.

Sementara itu, pelatih Persik Budiarjo Thalib mengakui Persita tim bagus dan dihuni pemain berkualitas di setiap lini. Meskipun, dinilainya tak ada satu pemain Persita yang paling menonjol, namun semua pemain tim Pendekar Cisadane dinilainya berkualitas dan berpotensi membahayakan timnya.

Lebih dalam, Budiarjo melihat Persita ditangan pelatih Widodo Cahyono Putro bertransformasi menjadi tim yang memiliki kekuatan. Baik saat melakukan serangan balik dan juga mengandalkan direct pass. “Mereka tim kuat, kami harus siap mental dan taktik menghadapi mereka,” kata Budi, sapaannya.

Terkait timnya sendiri, Budi mengevaluasi performa  yang belum maksimal. Mulai masalah kolektivitas tim dan serangan yang belum tajam. “Gol kami kemarin dari set piece bukan dari skema bermain. Kami berharap akan ada peningkatan performa melawan Persita,” Budi berharap.

Di sisi lain, PSMS Medan akan bertemu Martapura FC pada hari yang sama. Pelatih Martapura FC, Frans Huwae mengaku tidak banyak perbaikan yang dilakukannya. “Saat melawan Persita kami hanya hilang fokus saja sehingga kami kalah. Hal ini masih kami perbaiki sebelum melawan PSMS,” ucap Frans.

Ia menilai, PSMS tim yang punya karakter kuat dan berbahaya. Buktinya setelah kalah pada babak pertama melawan Persik, PSMS bisa menyamakan kedudukan di babak kedua. “Intinya kami jangan lengah lagi melawan PSMS nanti,” kata Frans.

Sementara, pelatih PSMS Jafri Sastak mengaku fokus mengasah ketajaman timnya. Ia menilai saat menghadapi Persik pada laga terakhir timnya banyak mendapat peluang namun hanya satu gol yang bisa diciptakan. Selain itu, faktor mental pemain juga menjadi sorotan penting. “Pemain harus lebih sabar lagi bermain melawan Martapura FC nanti,” kata Jafri.***AGUSTIAN PRATAMA

 

 

loading...
R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news