news
LIGA 2
Persaingan Grup X Liga 2 2019 Kian Panas, Mitra Kukar Ogah Pulang Cepat
12 November 2019 11:33 WIB
berita
Pemain Mitra Kukar bersiap dengan sungguh sebelum jumpa Sriwijaya FC - TopSkor/Media Mitra Kukar
SIDOARJO – Mitra Kukar dan Persewar berupaya bangkit dalam laga kedua Grup X babak delapan besar Liga 2 2019. Kemenangan menjadi harga mati pada pertandingan kedua di Stadion Delta Sidoarjo, Rabu (13/11), jika tak ingin pulang lebih cepat. Terutama Mitra Kukar, enggan pulang dengan tangan hampa.

Pada laga pertama, Naga Mekes, julukan Mitra Kukar, takluk 0-2 dari Persiraja. Kekalahan ini sangat menyakitkan, sebab komposisi pemain Mitra Kukar jauh lebih mentereng dibanding Persiraja. Terlepas dari itu, kekalahan tersebut bukan akhir dari perjalanan musim ini.




Baca Juga :
- Sriwijaya FC Berencana Datangkan Lagi Alberto Goncalves ke Jakabaring
- Gagal Menembus Liga 1, SFC Langsung Bergegas Evaluasi Tim




Masalahnya, Mitra Kukar akan bertemu tim kuat Sriwijaya FC (SFC). Pada laga pembuka, Elang Andalas, julukan SFC, unggul 1-0 atas Persewar. Meski hanya menang tipis, permainan tim asuhan Kas Hartadi itu sangat garang: mendominasi permainan dan melancarkan banyak serangan berbahaya.

Pelatih Mitra Kukar Rafael Berges Martin mengatakan, berharap kesalahan-kesalahan elementer yang tercipta pada laga sebelumnya tak terulang. “Kami memiliki begitu banyak peluang, namun penyelesaian akhir tidak maksimal. Saya rasa pemain masih belum siap untuk pertandingan ini,” ujarnya.


Baca Juga :
- Pembibitan Prestasi Bhayangkara FC Sukses dalam Elite Pro Academy 2019
- Persik Juara Liga 2 2019 Usai Menang Atas Persita


Berges menegaskan, pada pertandingan melawan SFC, Anindito Wahyu dan kawan-kawan harus lebih fokus. “Tak ada pilihan lain. Kami harus memenangkan pertandingan berikutnya. Kalau kami menang, peluang ke semifinal masih terbuka. Namun, kalau kalah lagi, maka peluang kami telah habis,” ia menambahkan.

Sedangkan Persewar, yang akan menghadapi Persiraja, tak ingin membuang kesempatan. Kekalahan dai SFC harus jadi yang pertama dan terakhir. Bila tidak, peluang promosi ke kasta tertinggi musim depan akan pupu. Demi asa itu, Persewar sudah mempersiapkan amunisi terbaiknya.

Pelatih Persewar Elie Aiboy mengatakan, timnya tampil menyerang sejak menit awal pertandingan. Menghadapi Persiraja yang produktif, skema bertahan tak boleh diterapkan. Itu sama saja dengan bunuh diri. “Kemarin kami kebobolan pada menit awal. Itu tercipta karena pemain kurang konsentrasi,” ujarnya.

Elie juga mamastikan, tim asuhannya tidak mudah terprovokasi dan terpancing emosi lagi, seperti terjadi dalam laga sebelumnya. “Itu saja kelemahannya, emosi, sehingga terlalu banyak buang-buang waktu. Kami memiliki dua pertandingan lagi. Kami akan berbenah dan fokus untuk dua pertandingan tersebut,” imbuhnya.

Terpisah, pelatih Persiraja Banda Aceh Hendri Susilo mengaku sudah siap untuk pertandingan berikutnya melawan Persewar. "Saya akan lihat videonya di Youtube. Untuk bahan sudah ada sedikit. Setelah ini saya akan buat apa yang menurut saya bagus untuk menghadapi lawan,” ujar Hendri.* Muhammad Bahrul Marzuki 

loading...
news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news