news
UMUM
Persaingan Menuju Calon Bintang Voli Indoor Dimulai
11 November 2019 04:03 WIB
berita
GONG ditabuh, Kejurnas Voli Indoor U-17 pun dimulai, Senin (11/11)/Arief NK
BANDUNG -  Persaingan para calon bintang bola voli nasional pada  Kejuraan Nasional (Kejurnas)  Bola Voli Indoor 2019, dimulai, Senin (11/11). Kejurnas bagi para pebola voli U-17 itu secara resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP PBVSI, Yudi Sushariyanto di GOR Saparua Bandung, Minggu (10/11),

Kejurnas Bola Voli Indoor  Antar klub V/2019,  itu akan diikuti 21 tim putri dan 16 tim putra dari 12 provinsi di tanah air dan akan bertanding di dua venue yakni  GOR Pajajaran dan GOR Tri Lomba Juang.




Baca Juga :
- Rekapitulasi Medali SEA Games 2019: Indonesia Harus Puas di Posisi 4
- Timnas Voli Indoor Waspada Thailand




Hadir dalam pembukaan Kapolda Jabar Irjen (Pol) Rudy Sufahriadi, Sekretaris Umum Pengprov PBVSI Jabar Dadang Kusnadi MARS, Sekretaris Umum KONI Jabar Gianto Hartono. Dalam sambutannya, Yudi mengaku sangat mengapresiasi pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli Indoor U17 antar Klub V/2019 yang diinisiasi Ikatan Atlet Voli Indonesia (IAVI). Sebab, katanya, gelaran kejuaraan  tersebut menjadi program PP PBVSI dalam menjaring kader atlet bola voli masa depan.

"Apresiasi setinggi –tingginya untuk  IAVI yang memiliki ide untuk mencari kader atlet bola voli. Meski masa karirnya di bola voli sudah usai, tapi mantan atlet bola voli yang tergabung di IAVI ini masih mau memikirkan kemajuan bola voli Indonesia," ungkap Yudi usai memukul gong pembukaan.


Baca Juga :
- Gratis Buat Penonton, Kejurnas PBSI 2019 Digelar di Palembang
- Menpora Yakin Cabor Voli Bisa Sumbang 3 Medali Emas di SEA Games 2019


Dengan digelarnya  kejuaraan tersebut, tegas Yudi,  maka PP PBVSI akan terbantu dalam proses penjaringan atlet-atlet bola voli potensial mulai dari usia  17 tahun. Kedepan, PB PBVSI berencana untuk menyiapkan kejuaraan sebagai ajang lanjutan pembinaan atlet bola voli.

"Sebagai kelanjutan kita akan  terus mencari kader atlet bola voli potensial yang disiapkan untuk timnas. Ini memang masih jauh untuk bisa masuk ke timnas, tapi setidaknya mereka bisa berprestasi secara berjenjang dalam karirnya di bola voli hingga menjadi atlet timnas," terangnya.

Dari lima kali pelaksanaan kejurnas yang diinisiasi IAVI, Yudi mengaku jika beberapa atletnya mampu menjadi tulang punggung tim nasional junior Indonesia. Pihaknya pun berharap kejuaraan ini bisa terus berlanjut dan menghasilkan bibit atlet bola voli potensial untuk kemajuan prestasi bola voli Indonesia.

"Kita akan dukung terus apa yang sudah diinisiasi IAVI karena kita ingin bola voli Indonesia ini bisa berjaya, minimal di level Asean. Untuk SEA Games 2019 pun, kita targetkan medali emas untuk bola voli indoor putra. Mohon doa dan dukungannya," tegasnya.

Ketua IAVI Pusat, Arthur Tobing menambahkan, gelaran kejuaraan menyisir untuk atlet bola voli dibawah usia 17 tahun. Tak hanya itu, kejuaraan  digelar antarklub yang menjadi wakil dari setiap provinsi di Indonesia.

"Kita memang fokus pada pembinaan di klub bola voli. Karena itu, kita mendorong setiap provinsi bisa menggelar kejuaraan daerah U17 antar klub untuk dikirim ke kejurnas ini," ujar bintang  bolavoli nasional era 70-an ini. *

loading...
A
Penulis
Arief N K
news
news