news
LIGA ITALIA
Duet Lukaku-Lautaro Tak Berkutik, Barella Muncul sebagai Penentu Kemenangan
11 November 2019 07:55 WIB
berita
Gelandang FC Internazionale, Nicolo Barella, melepaskan kausnya ketika merayakan gol penentu kemenangan atas Verona, Sabtu (9/11).
MILAN – Di awal musim, Nicolo Barella sempat kalah bersinar dibanding sesama rekrutan anyar FC Internazionale Stefano Sensi. Namun, perlahan tapi pasti, gelandang 22 tahun itu mulai membuktikan bahwa dirinya juga pantas jadi andalan lini tengah I Nerazzurri.

Permainan taktis dan gol penentu jadi ciri khasnya, seperti yang diperlihatkan dalam kemenangan 2-1 atas Hellas Verona di Stadio Giuseppe Meazza, Sabtu (9/11) malam. Di Liga Champions, September lalu, sepakan Barella pernah menyelamatkan Inter dari kekalahan memalukan versus SK Slavia Praha.




Baca Juga :
- Positif! Hazard Absen di El Clasico, Madrid Makin Pincang
- Tak Dapat Ballon d’Or, Ronaldo Pakai Sarung Tinju Ketemu Golovkin, Ada Apa Ya?




Kini, dia melakukan hal lebih spektakuler: tendangan lengkung dari luar kotak penalti untuk memastikan 3 poin di menit-menit akhir. Inilah magis yang diharapkan Antonio Conte ketika meminta klub untuk memboyong Barella dari Cagliari Calcio seharga 50 juta euro pada musim panas lalu.

Gol perdana sang pemain buat Inter di Seri A, tentu sangat berharga. Apalagi diciptakan ketika tim sedang mengalami situasi sulit antara kelelahan dan hasil buruk di Liga Champions. Tak heran bila Barella merayakan torehannya tersebut dengan emosional, melepas kostum dan berlari memeluk Conte di pinggir lapangan.


Baca Juga :
- Ancelotti Tidak Aman
- Performa Lautaro Mengingatkan kepada Ronaldo


Kartu kuning yang diberi wasit kemudian tak ada arti dibanding kebahagiaan yang dirasakan. “Saya pikir ini adalah gol terbaik dalam karier saya. Baik dari proses maupun artinya bagi tim,” kata Barella setelah pertandingan. “Kami tengah melalui periode sulit di mana ada banyak laga beruntun yang menghabiskan energi.”

Sebelum Barella dan Matias Vecino mencetak gol balasan, Inter memang sempat terdesak oleh tim tamu. Bahkan, mereka sudah tertinggal sejak menit ke-19, ketika Valerio Verre melesakkan penalti hasil pelanggaran Samir Handanovic.

Saat itu sangat jelas terlihat bahwa pasukan Conte menderita secara fisik dan mental, dihantui kekalahan versus BVB Dortmund di Liga Champions. Namun, Conte sekali lagi membuktikan dirinya tak cuma sekedar juru taktik tapi juga motivator andal.

“Ini respons sempurna terhadap kekecewaan tengah pekan. Meski sempat tertinggal dan kesulitan membongkar pertahanan ketat Verona, saya memuji kegigihan para pemain,” ujar Conte. “Mengoleksi 31 poin dalam 12 laga adalah pencapaian spesial, tak ada yang menduganya pada awal musim. Ini artinya kami berada di jalur yang tepat.”

Conte, yang mendedikasikan kemenangan ini buat putrinya yang baru saja berulang tahun, tak lupa melempar apresiasi buat peran Barella. Menurut sang pelatih, gelandang bernomor punggung 23 itu berhasil menerjemahkan instruksinya dengan baik di lapangan, ditambah satu gol penentu yang spektakuler.

“Tapi, saya yakin Nicolo bisa jauh lebih baik dari ini. Potensinya luar biasa, terutama saat masuk ke area,” kata Conte. Setelah 21 hari menguras energi tanpa henti, pasukan Inter akhirnya mendapatkan periode istirahat yang cukup. Memang, akan ada tugas bersama tim nasional, tapi itu tidak seintens level klub.

Sementara bagi Conte, jeda ini datang diwaktu yang tepat karena dia bisa melihat beberapa pemain kunci pulih dari cedera. Saat kembali tampil melawan Torino FC, dua pekan lagi, dia bakal mendapatkan pasukan yang jauh lebih segar dan lengkap.

“Sangat penting bagi saya untuk tidak memiliki masalah ketika menentukan tim. Sekarang, kami sudah melihat Sensi kembali, sementara Danilo D’Ambrosio dan Andrea Ranocchia juga terus membaik,” kata Conte.”*

loading...
I
Penulis
Irfan Sudrajat
news
news