news
UMUM
Indonesia Lolos Piala Asia U-19, Tak Ada Alasan bagi PSSI Tidak Perpanjang Kontrak Fakhri
11 November 2019 12:25 WIB
berita
JAKARTA -  Timnas Indonesia U-19 berhasil lolos ke Piala Asia U-19 2020 yang akan digelar di Uzbekistan, 14-31 Oktober 2020 mendatang. Kepastian itu didapat setelah tim Garuda Nusantara keluar sebagai juara Grup K Pra-Piala Asia (PPA) U-19 2020.

Pada laga terakhir Indonesia ditahan Korea Utara (Korut) 1-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (10/11). Meski begitu, perjuangan pasukan Fakhri Husaini ini begitu luar biasa. Tertinggal lebih dulu oleh sepakan Kim Chong pada menit ke-41, pemain Garuda Nusantara menunjukkan semangat menolak menyerah. Indonesia akhirnya dapat menyamakan skor lewat eksekusi penalti Amirudin Bagus Kahfi pada menit ke-61.




Baca Juga :
- Shin Tae Yong Kantongi Sejumlah Catatan, Timnas Berpeluang Panggil Pemain Baru
- Timnas U-16 Akan Menggelar Trofeo di Solo




“Saya bangga apa yang telah dilakukan pemain, mereka semua luar biasa. Pertandingan ketat dan berat. Selain itu, apa yang kami sepakati sebelum pertandingan bahwa pertandingan tanggal 10 November ini layaknya perjuangan para pahlawan karena kebetulan hari ini (kemarin) Hari Pahlawan dan mereka menunjukkan apa yang mereka sepakati, komitmen yang disepakati, mereka akan tempur habis-habisan dan itu mereka tunjukkan dalam laga ini,” ujar pelatih timnas U-19, Fakhri Husaini.

Dalam laga ini memang Indonesia mendapat perlawanan yang luar biasa dari Korut. Terutama di babak pertama David Maulana dan kawan-kawan terlihat sulit menembus pertahanan pasukan Chollima, julukan Korut. Namun, masuknya winger cepat Muhammad Supriadi dan gelandang cerdas Brylian Aldama mampu mengubah situasi permainan.


Baca Juga :
- Dua Pemain Muda Indonesia Direkrut Tim Spanyol
- Adik Ipar Iwan Bule Bakal Jadi Wakil Sekjen PSSI


Keberhasilan timnas U-19 melaju ke Piala Asia U-19 2020 dikatakan Fakhri  juga karena talenta dan kualitas pemain yang beragam. “Saya rasa saya ini pelatih yang sangat beruntung karena mendapat beberapa pemain potensial, beberapa pemain juga mempunyai kemampuan lebih tidak hanya satu posisi. Beberapa pemain lagi punya karakter berbeda-beda, tentu kami menjadi punya perimbangan dalam materi pemain,” kata Fakhri.

Di sisi lain, laga ini menjadi sangat emosional bagi Fakhri yang harus pamit karena kontraknya sebagai pelatih timnas U-19 habis usai PPA U-19 2020 ini. “Saya berpesan ke pemain siapapun pelatih mereka nanti mereka harus tampil jauh lebih hebat, yang terpenting sudah berikan kontribusi yang maksimal, sudah berikan rasa bangga untuk sepak bola Indonesia. Setelah ini saya akan kembali ke Bontang, sebagai karyawan Pupuk Kaltim saya juga harus tanggung jawab atas tugas-tugas perushaaan kepada saya,” ujar Fakhri.

Terkait kontrak Fakhri, Ketua Umum PSSI Komjen Pol. Mochamad Iriawan mengaku akan menggelar rapat terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. “Saya akan kembali membicarakan masalah itu (kontrak Fakhri) dengan jajaran. Menurut saya kinerja dia sangat bagus,” kata Iwan Bule, sapaan Iriawan.

Jika melihat hasil dan kinerja positif Fakhri bersama timnas U-19, bahkan sejak pemain ini berusia 15 tahun, tentu tak ada alasan bagi PSSI untuk tidak memperpanjang kontraknya. Fakhri sangat mengenal dapur tim ini dan itu penting dalam perjalanan mempersiapkan timini menuju Piala Asia U-19 2020 dan puncaknya saat Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.***NIZAR GALANG GANDHIMAR

 

 

 

                                                        

 

 

loading...
R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news