news
INFOGRAFIS
Raksasa La Liga Sedang Bermasalah
07 November 2019 17:33 WIB
berita
MADRID – Ada yang berbeda pada La Liga 2019/20. Persaingan begitu ketat hingga menyelesaikan jornada 12, sebab dari peringkat tujuh ke pemuncak klasemen hanya berjarak tiga poin, atau hanya lima poin hingga ke posisi 13.

Belum ada favorit juara, yang biasanya menjadi milik trio raksasa Spanyol; FC Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid. Baik Barca, Madrid, ataupun Atletico, tak tampil maksimal di La Liga musim ini. Mereka seolah kehilangan dominasinya, sehingga tak pelak kerap muncul berbagai tim yang tiba-tiba mencuat; sebelumnya Granada CF dan kini
ada Real Sociedad. Fenomena inipun membuat Marca melakukan jajak pendapat terkait siapa yang lebih buruk dari ketiganya.




Baca Juga :
- “Pelapis” Kejutan LaLiga 2019/20
- Rodri Akui Pelatih Man City Pengaruhi Permainannya




Hasilnya, dari 7.658 suara yang berasal dari pembaca di mancanegara, 48 persen menilai bahwa Madrid yang lebih terpuruk di 2019/20. Barca ada di belakangnya lewat 28 persen, dan pemilih Atletico ada 24 persen. Masing-masing dari mereka memang punya masalah sendiri sehingga tak bisa menunjukkan hegemoninya. Berikut faktor yang membuat tiga klub ini tidak konsisten di La Liga:

Barcelona
Tim berjuluk Los Azulgrana telah merasakan tiga kekalahan dari 11 laga yang dijalaninya di Liga Spanyol. Mereka memiliki masalah serius saat bermain di luar rumah sebab semua terjadi kala bermain tandang; Athletic Bilbao (0-1), Granada (0-2), Levante UD (1-3). Barca hanya dua kali menang di enam pertandingan di markas lawannya; atas Getafe CF dan SD Eibar.


Baca Juga :
- Ini Jadwal Terbaru El Clasico: Barcelona vs Real Madrid
- Tidur dengan Bola Bikin Pemain Ini Jago Bikin Gol, Dia Jadi Rebutan MU dan Madrid


Pelatih Ernesto Valverde telah kehilangan sentuhan terbaiknya sejak dipercaya meracik strategi pada 1 Juli 2017. Di musim pertama pasca menggantikan Luis Enrique (2017/18), tim asal Katalan ini hanya kalah sekali sepanjang musim, itupun saat telah memastikan juara (jornada 37).

Dan musim lalu ada tiga keok sepanjang musim dan kembali juara. Barca memang masih memuncaki klasemen sementara, nemun poinnya sama dengan dua tim di bawahnya, 22. Pertahanan yang dipimpin Gerard Pique berada di salah satu momen terburuknya, dan serangan terasa sangat kehilangan sosok Lionel Messi yang sempat diganggu cedera. Padahal, tim telah merekrut Antoine Griezmann di musim panas.

Real Madrid
Serupa Barca, Los Merengues –julukan Madrid– juga baru memainkan 11 laga tapi itu bukan alasan dari permasalahan (El Clasico di pekan 10 ditunda). Faktanya dari situ mereka tetap tidak maksimal, dan bagi tim ibu kota ini, terus gagal memanfaatkan situasi yang dialami rivalnya. Mereka yang bermain belakangan malah juga tak meraih
hasil positif.

Real Madrid memang menjadi tim yang paling sedikit merasakan kekalahan bersama Atletico sejauh ini; sekali (RCD Mallorca). Namun begitu mereka terus tersandung hasil imbang. Bahkan itu terjadi saat tampil di kandang sendiri, menjamu tim yang levelnya di bawah mereka; Real Valladolid dan Real Betis, membuat kecewa publik Stadion Santiago Bernabeu.

Alih-alih melakukan revormasi besar setelah menjalankan megaproyek di musim panas, pelatih Zinedine Zidane malah masih terus terpaku pada nama-nama lama. Eden Hazard selaku pendatang yang bisa mencuat belum tampil maksimal. Masalah yang sama pada pemain anyar lain. Pemain yang melejit malah berasal dari skuat lama seraya Federico Valverde.

Atletico Madrid
Keanehan dialami oleh tim berjuluk Los Rojiblancos ini. Klub yang telah tampil dalam 12 laga di La Liga ini sukses melewati tahap transisi di pertahanannya pasca ditinggal Diego Godin, Juanfran Torres, dan Filipe Luis. Felipe Monteiro, Kierran Tripier, dan Renan Lodi selaku pendatang baru berhasil menggantikan, dan kesolidan pun berlanjut; masih jadi tim dengan pertahanan terbaik (kemasukan tujuh).

Meski begitu kinerja sektor belakang tak dibarengi dengan di lini depan. Raihan terbaik tak dapat dicapai Atletico lantaran buruknya produkitivitas. Diego Costa, Alvaro Morata, dan Joao Felix yang jadi tumpuan belum mampu memberikan ledakannya sebab terus diganggu masalah cedera. Alhasil mereka jadi salah satu tim dengan torehan gol terminim; 12.*

loading...
T
Penulis
TSM
news
news