news
LIGA ITALIA
Milan Berpotensi Kehilangan Ratusan Miliar kalau Gagal Tembus Turnamen Eropa
07 November 2019 15:57 WIB
berita
Bek sayap Theo Hernandez menjadi pemain anyar AC Milan yang paling menonjol saat ini.-Topskor.id/istimewa-
MILAN – Jebloknya pencapaian AC Milan bukan hanya berimbas kepada posisi Stefano Pioli. Efek domino akan merembet ke neraca klub. Kalau tim gagal memenuhi target empat besar, maka berpotensi kehilangan antara 20-50 juta euro (sekira Rp311-778 miliar).

Dengan demikian, target klub untuk menyeimbangkan neraca akan makin sulit dicapai. Berdasarkan laporan keuangan musim 2018/19, kerugian terbang ke 146 juta euro atau naik 20 juta euro dibanding periode sebelumnya. Elliot Management, selaku pemegang saham mayoritas, tentu berpikir dua kali untuk menyuntikkan modal lagi.




Baca Juga :
- Gol Tunggal Ante Rebic Bawa Milan Menang Atas Brescia
- Eriksen Menuju Seri A, Inter Harus Bergerak Cepat atau Berbelok ke Barcelona




Jadi jalan satu-satunya dengan menggenjot performa tim. Menurut kalkulasi, I Rossoneri akan menjaring pendapatan minimal 50 juta euro kalau  berpartisipasi di kompetisi elite Eropa. Rinciannya bonus awal UEFA 40 juta euro, ditambah penjualan tiket serta bonus dari sponsor. Pioli juga perlu memikirkan faktor tersebut kalau ingin mendapatkan tambahan amunisi. Sebab peringkat tim berpengaruh pada keputusan pemilik klub.

Pelatih baru belum memaksimalkan hasil investasi 90 juta euro di mercato musim panas. Hanya segelintir yang sudah memberi jawaban positif .


Baca Juga :
- Inter Berusaha Mendobrak Penghalang Ini demi Dapatkan Eriksen
- Milan Bisa Mempercepat Operasi Mercato Dani Olmo


Pada saat ini satu-satunya pemain yang sesuai dengan harapan adalah Theo Hernandez. Sejak pulih dari cedera pergelangan kaki, bek sayap yang bernilai 20 juta euro tersebut mulai mengejar ketertinggalan. Grafik performanya menanjak dan minim kesalahan saat beraksi di lapangan. Terkadang justru main sangat brilian, keberaniannya mencuri perhatian Milanisti.

Barisan lapangan tengah tampaknya telah menemukan pemeran utama yang baru. Rade Krunic, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga lawan SS Lazio pekan lalu, pantas diberi pujian. Di sisi lain, fluktuasi kinerja Ismael Bennacer mereda. Gelandang Maroko itu berusaha menemukan posisi lewat kerja keras dan kemauan tinggi untuk belajar.

Sebaliknya, Rafael Leao menunjukkan performa menukik tajam. Di awal petualangan dengan I Rossoneri, striker 20 tahun itu digadang sebagai pelapis sepadan untuk Krzysztof Piatek. Sekarang situasinya bertolak belakang. Sebagai pembelian termahal, 35 juta euro, penampilannya justru paling buruk.

Beberapa kali, Leao tampak seperti tersesat di lapangan. San Siro bukan stadion seperti yang lain dan kostum Milan memang memberi tanggung jawab besar. Seperti yang dikatakan oleh mantan pelatih tim nasional Brasil, Dunga, eks attaccante  Sporting Lisbon itu mungkin bisa menjadi pemain yang berbeda kalau tim dalam kondisi siap. “Semua orang berharap Leao bisa membereskan masalah Milan. Padahal Leao masih harus berkembang dan perlu mengerti bisa bermain lebih baik di posisi mana,” katanya.

Leo Duarte telah memainkan pertandingan melawan SPAL dengan bagus, main sebagai gelandang kanan dan tengah. Sedangkan saat menjamu Lazio melakukan banyak kesalahan. Ante Rebic, tidak pernah dimainkan dari menit pertama dan tidak mampu membuat perbedaan ketika berada di lapangan setelah Samu Castillejo cedera. Inilah dia dilema Milan: Castillejo,  Franck Kessie dan Suso yang ditempatkan di mercato pada musim panas lalu, kini justru main lebih brilian dibandingkan para pemain baru.

Lucas Paqueta tiba di Milanello, Januari lalu, setelah dibeli dengan harga 38 juta euro. Sampai sekarang masih belum dapat berekspresi dengan maksimal. Setali tiga uang dengan Piatek yang digaet karena ledakan kinerja bersama Genoa CFC. Pemain asal Polandia itu memberikan kontribusi penting dalam beberapa bulan pertama, kemudian berhenti sampai sekarang.*** Dari berbagai sumber

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news