news
UMUM
Jelang hadapi Persija Putri, Persib Putri Belajar dari Kesalahan saat lawan PSS Sleman
07 November 2019 13:04 WIB
berita
Pelatih Persib Putri Iwan Bastian (tengah) saat memimpin latihan/Foto: Madia Persib
BOGOR – Persib Bandung Putri tidak mau lagi kehilangan angka penuh pada lanjutan Seri III Liga 1 Putri 2019 Grup A. Kegagalan meraih kemenangan setelah ditahan 0-0 oleh PSS Sleman dalam laga sebelumnya, tidak boleh terulang.

"Kami harus bangkit. Harus bisa menyodorkan kemenangan karena kami punya target tinggi, tidak boleh mendapat hasil minimalis apalagi kalah. Menang dan terus menuai hasil sempurna," kata pelatih Iwan Bastian, Rabu (6/11).




Baca Juga :
- Semifinal Leg-2 Liga 1 Putri, Arema Optimistis Lesakkan Tiga Gol ke Gawang Persib
- Arema Putri Jaga Optimisme Jelang hadapi Persib Putri dalam Leg Kedua Semifinal Liga 1 Putri 2019




Artinya, bentrok dengan Persija Jakarta, Kamis (7/11) di Stadion Pakansari, Putri Biru harus mengalahkan rival beratnya itu. Sekaligus, terus memimpin statistik kemenangan dari tim ibu kota. Apalagi takhta pimpinan klasemen Grup A kini diambil alih oleh Tira Persikabo.

"Kemenangan atas Persija tidak boleh ditawar lagi. Bukan melulu soal rivalitas kedua tim. Tapi memang kemenangan yang kami kejar. Berapa pun gol tercipta bukan soal. Yang penting menang dan poin bertambah," ujar Iwan kepada TopSkor lewat sambungan telepon.


Baca Juga :
- Empat Semifinalis Liga 1 Putri 2019 Sama-sama Tergerus karena Beberapa Pemain Membela Timnas SEA Games
- Menjamu Arema Putri pada Leg Pertama Semifinal Liga 1 Putri, Persib Putri Berharap Tuah Stadion Siliwangi


Namun, mengalahkan Persija bukan perkara gampang. Mereka pasti akan memberi perlawanan untuk mengalahkan Persib. Persija yang saat ini berada pada posisi ketiga tentu ingin menggeser Persib di posisi kedua. “Gengsi dan reputasi  tim tidak terhindarkan hingga kemenangan jadi sangat penting dalam laga ini,” Iwan menuturkan.

Untuk merealisasikan targetnya, Iwan akan memaksakan sepak bola menyerang. Sejak kick off, bakal mengunci permainan dan mencari celah dari semua lini permainan untuk menjebol gawang rival. Tidak memberi kelekuasaan rival mendominasi permainan.

"Kami diuntungkan dengan materi lapangan tengah berlimpah yang bisa menggodok serangan lebih variatif untuk menjebol gawang lawan. Beda dengan Persija yang beberapa pemainnya diminta timnas. Kami hanya lemah di sektor depan dengan absennya top scorer Febriana Kusumaningrum yang dipanggil timnas," kata Iwan.

Sedangkan pemain Persija yang masuk dalam skuat timnas putri proyeksi SEA Games 2019 adalah Zahra Muzdalifah dan Mayang ZP.  Hanya, yang jadi ganjalan Iwan, timnya sering tidak sabar menyelesaikan serangan di depan gawang. Banyak peluang tercipta gagal jadi gol, lantaran ketidaksabaran pemainnya menuntaskan serangan.

Di kubu Persija, pelatih John Arwandi mengaku persiapan timnya biasa saja menghadapi Persib. “Tidak ada yang spesial, yang penting mental tanding harus diperbaiki. Kalau mental tanding sudah pulih tentu akan menghasilkan yang terbaik," John menuturkan.* Dani Wihara

 

 

 

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news