news
INFOGRAFIS
Leicester Bertransformasi Menjadi Ancaman Serius bersama Rodgers
05 November 2019 14:14 WIB
berita
Striker Leicester Jamie Vardy (tengah) kini memimpin daftar top scorer sementara Liga Primer berkat penyesuaian taktik yang dilakukan pelatih Brendan Rodgers (kiri)./AFP
LONDON – Top scorer Liga Primer, Jamie Vardy diuntungkan dari “sedikit penyesuaian”, menurut pelatih Leicester City FC, Brendan Rodgers. Striker asal Inggris itu mencetak gol ke-10 di liga domestik musim ini saat mengalahkan Crystal Palace FC, 2-0, Minggu (3/10). Hasil yang mengembalikan The Foxes di peringkat ketiga klasemen sementara.

“Dia striker yang sangat hebat dan kami hanya perlu melakukan beberapa penyesuaian yang membantunya, tetapi pada dasarnya, Jamie (Vardy) pemain yang berkarakter dan penuh determinasi,” ujar Rodgers.




Baca Juga :
- Terungkap, Penyebab Pelatih Inggris Cukup Sukses di Liga Primer Musim Ini
- Palace versus Leicester Akan Menjadi Duel antara Keuletan dengan Agresivitas




Masalah terbesar Leicester di bawah pelatih Claude Puel musim lalu adalah berjuang bermain efektif saat mendominasi. Sepanjang 2018/19, The Foxes cuma mencatatkan 20 laga dengan penguasaan bola lebih banyak daripada lawan-lawannya. Mereka hanya menang lima kali, seri empat, dan kalah 11 kali.

Terutama saat bermain di kandang. Leicester gagal mendapatkan keseimbangan setelah beralih dari tim yang agresif menyerang ke tim yang berbasis untuk mempertahankan bola. Memainkan 4-3-3 dengan tiga gelandang, sistem Puel cacat karena Vardy dipaksa turun lebih jauh ke belakang setelah terisolasi di depan.


Baca Juga :
- Leicester Tetap Serius Tatap Piala Domestik Inggris
- Leicester Semakin Diperhitungkan Menjadi Juara Liga Primer Musim Ini


Alhasil The Foxes hanya mencetak 24 gol di Stadion King Power musim itu, delapan kali menang kandang. Tetapi, di bawah Rodgers, mereka beralih dari tim yang hanya mengandalkan serangan balik melawan klub elite menjadi dominan saat melawan tim papan bawah dan mendapatkan hasil positif.

Skema 4-1-4-1 dengan jangkar Wilfred Ndidi dan duo bek sayap Ben Chilwell dan Ricardo Perreira rajin maju ke depan, para gelandang James Maddison, Harvey Barnes, Youri Tielemans dan Ayoze Perez bertugas memainkan ruang di tengah. Empat pemain itu yang berperan aktif dalam proses gol Vardy ke gawang Palace.

Dengan skuat mirip dengan musim lalu, Rodgers menjadikan Leicester ancaman serius musim ini. Mereka telah menekuk Newcastle United FC, Burnley FC, dan AFC Bournemouth di King Power dengan jumlah gol lebih banyak. Dari 11 laga yang mereka mainkan, delapan di antaranya dengan catatan penguasaan bola lebih banyak.

Leicester telah mencetak setengah total gol tim di kandang seperti musim lalu, 12 gol, dan memenangi empat dari lima laga di King Power. Hanya Liverpool FC dan Manchester City FC yang punya lebih banyak poin dan gol di kandang, sementara tidak ada yang kebobolan lebih sedikit dibanding The Foxes (3).

]Ini tak lepas dari peran bek tengah Caglar Soyuncu. Pemain asal Turki itu mampu mengisi peran Harry Maguire yang hengkang ke Manchester United FC (MU) musim panas lalu. Ia bahkan turut menyumbang gol ke gawang The Eagles, julukan Palace. Dalam waktu singkat, Soyuncu menjelma sebagai pemain vital bagi Rodgers.

Dan, kunci sukses lainnya, Rodgers hanya memainkan ke-11 starternya di posisi favorit mereka. Hasilnya The Foxes telah betemu empat dari tim-tim enam besar musim lalu dan sejauh ini hanya terpaut dua poin dari Man. City, memiliki poin sama (23) dengan Chelsea FC di bawah mereka dan angka poin di depan peringkat kelima, Arsenal FC.***NURUL IKA HIDAYATI

 

 

 

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news