news
INFOGRAFIS
Setelah Lebih dari Satu Musim, Madrid Belum Mampu Mengatasi Efek Kepergian Ronaldo
05 November 2019 13:45 WIB
berita
Gelandang Real Madrid, Eden Hazard, ketika berusaha mempertahankan bola dari ancaman pemain Real Betis, dalam laga pekan lalu.
MADRID – Real Madrid tidak lagi ganas dalam menorehkan gol. Krisis menciptakan gol menjadi persoalan yang belum terpecahkan dan membuat mereka sulit memaksimalkan poin baik di ajang La Liga maupun Liga Champions.

Masalah ini dapat dilihat dari kompetisi 2019/20 yang telah berjalan, setelah Los Merengues melalui 14 laga. Dari jumlah tersebut, ada empat pertandingan ketika Madrid tidak mampu mengoyak gawang lawan. Terakhir saat imbang tanpa gol lawan Real Betis, pekan lalu.




Baca Juga :
- Begini Reaksi Media Sosial Ketika Ronaldo Cetak Hattrick
- Diragukan Pelatih Juventus, Ronaldo Malah Cetak Hattrick Bersama Portugal




Rasio kegagalan menciptakan gol mencapai 28,57 persen dan menjadi yang terburuk dalam 11 musim terakhir. Kepergian Cristiano Ronaldo jelas memengaruhi produktivitas klub ini. Musim ini bahkan fase paling sulit Madrid untuk mencetak gol sejak 2008/09; musim pertama Ronaldo setelah direkrut dari Manchester United.

Tim baru menciptakan 24 gol dari 255 tembakan, atau rasio keberhasilan upayanya hanya 10,6 persen. Kepergian sang megabintang ke Juventus FC menjadi penyebab utama masalah krisis gol sudah terlihat di musim lalu atau musim pertama pertama Madrid tanpa kehadiran CR7.


Baca Juga :
- Madrid Siapkan Rp 6,3 Triliun Cuma untuk Mbappe
- Madrid Temukan Pengganti Ronaldo, Pemain Brasil Ini Baru 18 Tahun


Tingkat konversi peluang Karim Benzema dan kawan-kawan hanya 14,79 persen, rasio keberhasilan tembakan menjadi gol hanya 8,8 persen. Bersama Ronaldo peluangnya mencapai 20 persen, dan tercipta satu gol tiap lima tembakan

Rata-rata gol musim ini adalah 1,7 per pertandingan dan 1,9 pada 2018/19. Tak pernah pada masa diperkuat Ronaldo rapornya serendah itu. Los Blancos bahkan bisa mencapai produktivitas luar biasa pada 2011/12 dengan rasio menciptakan tiga gol per laga; 174 gol dari 58 pertandingan. Rata-rata terendah bersama CR7 di skuat adalah dua gol per laga pada 2008/09.

Kepergian penyerang asal Portugal itu idealnya memberikan peluang bagi Benzema yang merupakan pencetak gol terbanyak musim lalu (30 gol), sedangkan musim ini baru menorehkan tujuh gol. Namun itu belum cukup untuk menambal produktivitasnya yang punya 50 gol per musim.

Eden Hazard, Luka Jovic, hingga Rodrygo Goes direkrut musim panas lalu, tapi juga tak bisa membenahi masalah. Krisis gol yang dialami juga dibuktikan dengan Madrid yang hanya menjadi tim terporduktif ke-22 dibanding klub-klub di lima liga top Eropa.

Tim asuhan Zinedine Zidane memiliki rasio menciptakan gol setiap 52 menit. Tapi itu sangat jauh tertinggal dari Manchester City yang punya 29 menit per gol; sudah menciptakan 50 gol dari 16 laga (1.440 menit). Sementara itu Los Blancos sejatinya masih memiliki striker lain yang belum juga dipercaya Zidane dan dapat menjadi Pilihan.

Dia adalah Mariano Diaz yang bisa dicoba untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini. Sejauh ini ia sama sekali belum dapat jatah main, serupa Diego Altube dan De La Fuente yang adalah bagian tim muda serta Marco Asensio yang cedera panjang.

Padahal, Mariano penyerang yang punya prospek dan membuktikan bisa tampil subur sehingga Madrid mengaktifkan klausul pembelian dirinya pada 29 Agustus 2018. Pada 2017/18 atau setelah dilepas ke Olympique Lyon, striker 26 tahun ini mencetak 21 gol dan memberikan enam assist dari 45 laga (3.286 menit main).* Taufani Rahmanda

 

loading...
I
Penulis
Irfan Sudrajat
news
news